23 | CARBONARA

4.6K 675 89
                                        

Amanda menatap resume milik Nora, lalu menatap Nora kemudian tersenyum lembut. Wanita yang hari ini mengenakan dress berwarna biru langit. Seperti biasa lengannya panjang. Meski Nora kini tak terlalu cemas saat menghadapi seorang pria, tapi rasa insecure pada diri wanita itu masih ada.

Amanda merasa senang jika perkembangan kondisi Nora perlahan membaik. Bahkan, wanita itu tak lagi takut ataupun merasa cemas jika berinteraksi dengan seorang pria.

"Kalau aja aku mau ikutin sarannya Kak Manda dari dulu, aku pasti udah lama sembuh ya," ujar Nora. Mengingat jika awal Amanda yang mendampinginya, menggantikan almarhum ibunya, wanita itu memberi saran agar ia menghadapi rasa traumanya tersebut. Tapi, ia selalu menolak.

"Gak usah menyesal. Semuanya butuh proses. Pelan-pelan. Yang penting hasilnya bagus." Amanda kembali menorehkan tinta di resume milik Nora. Dan mulai mendengarkan tentang kegiatan Nora satu bulan terakhir ini. Wanita itu terlihat begitu bahagia menjalani perannya sebagai guru untuk membagi ilmunya pada para anak-anak yang ingin belajar melukis.

Sebelum Nora pulang, wanita itu kembali mengutarakan apa yang ia rasakan saat mengalami kontak fisik dengan seorang pria. Amanda kembali memberikan beberapa kalimat-kalimat penenang untuknya.

Usai dari bertemu Amanda, Nora mengendarai mobilnya menuju ke rumah Orion. Ia telah membuat janji bersama kakak iparnya, ingin diajari membuat carbonara.

Saat tiba di sana, Megumi langsung mengajaknya ke dapur. Ia menatap bahan-bahan di hadapannya.

"Jadi, kita mulai sekarang ya, Kak?" Nora menegakkan pandangannya. Megumi bersidekap dengan mata memicing.

"Tumben lo mau di ajarin masak?"

"Y-ya emang gak boleh, Kak? Aku kan sekarang udah punya rumah. Semalem abis nonton orang makan carbonara ala rumahan, tapi rasa resto bintang lima." Nora menyunggingkan senyuman lebar.

"Oke. Tapi lo jangan kayak Rora. Minta diajarin, tapi hasilnya malah bikin dapur gue berantakan." Nora tertawa pelan mendengar gerutuan Megumi. Dengan seksama mengamati Megumi juga mendengar setiap kata yang terlontar dari wanita tersebut.

Nora sangat paham saat melihat proses pembuatannya secara langsung.

Tapi ....

Saat dirinya sendiri yang membuat hancur lebur.

Rasanya Nora ingin menangis.

Kenapa kemampuan memasak Mami tak turun padanya?!

Nora melirik jam.

Waktunya sudah habis. Ia segera berlari ke kamar untuk mengambil ponselnya. Segere memesan carbonara dari restoran cepat saji yang berada tidak jauh dari rumahnya.

•••

Nora menatap Kalandra dalam diam. Pria itu sedang menikmati carbonara. Saat Kalandra menatapnya, ia segera membuang pandangan ke arah lain sejenak, lalu kembali menatap Kalandra yang masih menatapnya seraya menikmati carbonara.

"Kok gak makan?" tanya pria itu.

"Aku lagi diet." Nora mengulas senyum tipis.

"Tapi walaupun diet, harus tetep makan kan?"

"Em ..." Nora tak tau harus mengatakan apa. Tapi, kini sendok telah berada di depan mulutnya. Mau tak mau Nora menerima suapan Kalandra. Beberapa kali pria itu menyuapnya. Mereka makan dengan satu sendok yang sama, entah kenapa membuat pipi Nora memanas.

Setelah carbonara tersebut habis. Nora masih saja gelisah.

Gelisah karena merasa membohongi Kalandra. Pria itu makan carbonara bukan hasil buatannya, padahal ia mengatakan pada pria itu akan membuat carbonara untuknya.

I HATE MENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang