Malam itu disebuah restoran ternama, Shezy dan Om Rael menikmati dinner mereka dengan sangat tidak elite sekali. Wanita yang tengah hamil besar itu terus saja mendumel kesal, karena pasalnya om Rael tadi terlambat pulang dari kantor, padahal mereka ada janji buat makan malam ala-ala romantis gitu.
"Besok-besok nggak usah janji lagi, kalau nggak bisa tepat waktu. Mas kira enak, nungguin orang selama 10 menit 22 detik itu?!"
"Jawab dong! Jangan diem aja."
Om Rael yang tengah dimarahi istrinya hanya bisa menundukkan kepala, menatap lantai dasar. Untung saja Restorannya tidak terlalu ramai, bayangkan kalau pengunjungnya bejibun, mau ditaro dimana muka gantengnya om Rael.
"Maafin ya By, besok nggak lagi deh. Janjiii..." Sahut om Rael kalem.
Shezy memutar bola matanya malas, ia mengangkat dagu suaminya yang masih menunduk dalam-dalam.
"Kalau orang bicara itu ditatap, emang aku lagi bicara sama tembok apa?!"
"Takut By."
"Takut kenapa? Mas kira aku Setan?" Tanya Shezy menggebu-gebu.
"Enggak sayang, takut kamunya marahin mas." Cicit Om Rael dengan wajah polos tanpa dosanya.
Shezy diam saja, tidak lagi membalas perkataan suaminya. Ia mengamati hidangan yang sudah mereka pesan dari tadi. Perutnya sudah mulai meronta-ronta minta diisi, tanpa mempedulikan Om Rael, Shezy langsung menyantap makanannya begitu saja.
"M-mas udah boleh ikut makan, By?"
"Ya kalau mau makan, tinggal makanlah!"
Om Rael mengangguk dengan cepat. Gagal sudah acara makan malam romantis yang sudah mereka rencanakan dari awal. Salahkan saja pekerjaan om Rael yang membuatnya telat sepuluh menit pulang kerumah, dan berakhir dengan ibu negara yang marah-marah.
"Punya suami berasa masih kaya jomblo." Cerocos Shezy.
Om Rael melirik kearah istrinya, kedua alisnya langsung bertautan, bingung sendiri, dia salah apa lagi?
"Mas nggak ada niatan gitu, lapin bibir aku yang belepotan gini?" Tanya wanita itu tiba-tiba.
Om Rael menepuk jidatnya sendiri, melihat Shezy yang dengan sengaja makan makanannya seperti anak kecil. "Makan yang baik atuh, sayang." Ujarnya kemudian.
"Nggak peka banget jadi cowok."
Om Rael semakin bingung, sebenarnya ada apa dengan istrinya. Laki-laki itu mengusap dadanya berkali-kali, dengan penuh kesabaran ia mengambil tisu lalu mengusapkannya pada sudut bibir Shezy.
"Mas udah dari tadi lho pulang kerja, nggak ada niatan gitu nyapa anak sendiri? Mau jadi calon papa durhaka?!" Semprot Shezy.
Lagi dan lagi om Rael menelan ludahnya kasar, ia lupa kebiasaannya yang setiap habis pulang kerja pasti mencium perut istrinya.
Dengan kesabaran ekstra, om Rael berjongkok didepan Perut perempuan itu. Memilih mengusap perut istrinya dengan pelan, lalu mengecupinya dengan singkat.
"Halo anak papa, maafin papa ya, hari ini sudah buat mama kamu marah-marah. Kamu sehat-sehat ya disana, jangan ikut ngambek juga sama papa."
"Papa-papa, Daddy mas!"
"Iya iya, Daddy maksudnya mas."
"Nah gitu dong, punya istri sama anak itu jangan dianggurin. Tau kan gimana rasanya jadi duda?"
"Iya sayang iyaa, mas minta maaf."
"Okay, ayo lanjut makan lagi." Ajak Shezy yang langsung dibalas dengan anggukan antusias oleh om Rael.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAS DOSEN [END]
RomanceWarning⚠️Bucin Area! "Mas," "Iya kenapa, hm?" Aduh, seketika jantung Faury berdegup kencang hanya karena mendengar kata, 'hm'. "Kenapa, sayang?" Ulang pria itu lagi. Kiuwpiuwpiww... Aghiera Faury Ananta, gadis yang kerap disapa Faury itu merupaka...
![MAS DOSEN [END]](https://img.wattpad.com/cover/299007129-64-k410885.jpg)