12. Sakit

117K 9.1K 197
                                        

Follow ig aku,
Link nya liat diprofil!

"Lo kok bisa sakit sih, Ry? Sumpah demi apapun, gue ga bisa ngurusin Shella apalagi ganti popoknya!" Keluh Shezy sambil menarok kain kompresan diatas kening sahabat nya.

"Iya, ntar gue yang gantiin." Gadis itu hanya berujar lirih sembari mengeratkan selimut tebal yang menempel dibadan nya.

"Lo sakit, mana bisa Anyiing!"

"Ya kan Lo nya bilang enggak mau..."

Shezy berdecak kesal, maksud nya bukan seperti itu tapi otak bego Faury kayak nya tidak bisa mencerna perkataan Shezy yang terlalu tinggi majaz nya.

Gadis itu mengambil sebuah alat pengukur suhu badan lalu mengarah kan nya pada kening gadis itu.

"39,7 Anjirr. Ry, Lo demamnya tinggi banget, gue bingung harus ngapain?" Heboh Shezy sembari menggigit kuku-kuku jemari nya.

"Jangan keras-keras suara lo, ntar Shella bangun. Gue mau istirahat bentar."

Shezy melirik Faury sejenak, gadis itu lebih kalem kalau sakit. Tapi Shezy lebih suka sama Faury yang bar-bar, sejam tidak mendengar umpatan Faury rasa ada yang kurang dari hidup Shezy.

Ck lebay sekali!

"Yaudah Lo tidur aja, Ry. Gue bakal jagain lo..."

"Hm,"

Ting, tingg!!

Suara dentingan jam dinding, tepat pukul 00.00 wib. Shezy mengusap rambut Faury agar bisa tidur lebih nyaman.

Pasal nya tadi Shezy terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara erangan pelan keluar dari mulut sahabatnya. Dan alangkah terkejutnya Shezy ketika merasakan suhu badan Faury yang tiba-tiba panas tinggi.

"Zy, gue lemes banget sumpah." Gumam Faury masih dengan mata yang terpejam.

"Aduh gimana dong? Kita kerumah sakit aja ya, Ry. Gue khawatir sama lo."

"Ntar Shella sama siapa Zy, kalau kita ke rumah sakit? Nggak mungkin gue tega ninggalin dia sendiri disini."

Bagaimana pun Shella itu ponakan nya, dan tidak mungkin Faury tega meninggalkan ponakan satu-satunya itu sendirian saja.

"Kita bawa aja, aku yang nyetir. Shella kita tidurin di kursi belakang. " Usul Shezy namun langsung dibalas gelengan oleh Faury.

"Anak kecil ga baik malem-malem gini   bawa ke RS."

Shezy menghembuskan nafas nya frustasi, "jadi mau nya Lo gimana, Ry?"

"Gue istirahat disini aja deh."

"Kita telvon orang tua Lo, atau kalau nggak abang Lo mungkin."

Faury menggeleng cepat, "ck jangan! Gue kasian, papa sama Buna pasti lagi istirahat malem-malem gini. Bang Reyyan juga pasti capek habis nurutin ngidamnya kak Alice." Jelas Faury yang membuat Shezy menatap sahabatnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

MAS DOSEN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang