53. Arzan dan Kehilangannya

87K 7.6K 1.6K
                                        

Aefaa
Arzan, kamu dimana?

Aefaa
Kata dokter, aku bakal lahiran
hari ini.

Aefaa
Kamu nggak mau nemanin aku lahiran?

Aefaa
Ar, serius aku takut banget, sumpah.

Aefaa
Arzan, kata dokter aku harus didampingi
sama suami, aku juga nggak berani sendirian.

Aefaa
Sakit banget Ar, kuatin aku pliss demi anak kita.

Gue sibuk! Jangan ganggu gue mulu.
Gue lagi di rumah Ayla, ortunya lagi
diluar kota. Lo gak usah manja jadi
cewek, bisa kan?

Aefaa
Ouh okay, have fun ya kalian!

Oiya, feeling aku anak kita sih perempuan.
Kalau bener, kamu kasih namanya nanti
Cleta Agleafa, ya...

Ck, terserah lo Anjing!

Arzan melemparkan ponselnya kesembarang arah, sama sekali tidak memikirkan bagaimana nasib perempuan, yang barusan mengiriminya pesan-pesan yang menurutnya sama sekali tidak penting.

Arzan melirik kesamping, begitu merasakan tangannya mulai kebas, ia mengusap kepala Ayla yang tengah berbaring tepat disampingnya, tanpa jarak sama sekali. Lalu memberikan sebuah kecupan singkat dibibir wanita itu, kemudian Arzan memilih menggoyangkan lengan sahabatnya, agar bangun dari tidur.

"Ar," panggil Ayla baru saja membuka mata.

"Kenapa?"

"Kamu bakal tanggung jawabkan? A-aku sayang sama kamu, lebih dari sahabat. Jujur, aku cemburu liat kamu sama Aefa. Ayo, kapan kita nikah?"

Bukannya marah, laki-laki itu malah terkekeh pelan mendengar ucapan dari sahabatnya. Ia mengusap kepala Ayla dengan sangat lembut sekali.

"Kamu mau nya, kapan? Sekarang juga aku siap. Tapi kamu jadi yang kedua, hahaa."

Ayla ikut tertawa mendengarnya, "kan emang yang kedua, Ar. Kamu sih, harusnya kemaren nikahin aku aja."

"Kamunya nggak pernah bilang, kalau ada rasa sama aku."

"Ish, yaudah lah. Ayo siap-siap ketemu mama kamu, biar kita cepat dinikahin. Jangan sampai, keburu aku hamil anak kamu nanti." Jawab Ayla tanpa filter.

"Bagus dong, aku bakal punya anak dua dari istri yang berbeda." Jawab Arzan kelewat santai.

"Masalahnya, kamu belum nikahin aku! Yang ada aku dikira orang-orang pelakor!"

"Yaudah, ayo ketemu orang tua kamu sekarang!"

Sedangkan ditempat dan suasana yang berbeda, seseorang yang tengah memakai pakaian khusus pasien yang akan melahirkan itu, mempertaruhkan hidup dan matinya tanpa ada seorang pun yang menemaninya, selain dokter dan suster yang tengah menangani pasiennya.

Aefa berkali-kali merapalkan doa dalam hatinya, berharap anak yang didalam kandungannya akan lahir dengan selamat kedunia.

Keringat dingin keluar bercucuran dari badannya, ia hanya bermodal nekat, mengikuti instruksi dokter seperti layaknya orang dalam persalinan normal. Memang ini permintaan Aefa, tidak mau dioperasi.

MAS DOSEN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang