08. Alice ngidam

116K 10K 252
                                        

Dringgg...

Sayang bangun sayang, ada panggilan masuk! Dringgg sayang, bangun sayang! Dringgggg...!

"Bangun Anj*ng! Nada dering ponsel Lo, buat gue jadi pen ngebet nikah sama duda sebelah!"  Kesal Shezy kesal sendiri.

"Egh..." Tidak ada jawaban sama sekali, selain lenguhan singkat yang keluar dari bibir mungil Faury.

Shezy mencoba mengabaikan suara ponsel Faury, dengan jengkel gadis itu menutup kedua telinga nya menggunakan bantal.

Dringgg...

Sayang bangun sayang, ada panggilan masuk! Dringgg sayang, bangun sayang! Dringgggg...!

"Shit! Faury sialan!"

Prang!

Dengan separuh kesadaran Shezy langsung melemparkan benda kesayangan sahabat nya itu ke arah jendela, eh tapi tunggu-

"Aaaa, FAURY MAAPIN GUE, IP LO NGGAK SENGAJA GUE LEMPAR, PECAH ANJIRRR!" Pekik Shezy yang langsung melompat dari tempat tidur.

Dan tentu saja sukses membuat Faury ikut terkejut.

"ALLAHUAKBAR, PONSEL HASIL NGEMIS GUE TUJUH HARI TUJUH MALAM SAMA BUNA, ANYIIING!"

Faury mengecek ponsel nya yang masih berada ditangan Shezy. Setelah itu hembusan nafas lega keluar dari mulut nya.

"Lo buat gue sport jantung Sat? Itu yang pecah anti gores nya doang." Ujar Faury sembari kembali merebahkan tubuh nya diatas kasur, berniat kembali menyambung tidur.

"Ya mana gue tau. Eh Lo jangan tidur lagi kebo, itu Towa Masjid is calling!" Balas Shezy sembari membaca nama yang tertera dilayar ponsel Faury.

"Buna? Astaghfirullah, Kenapaa nggak Lo bilang dari tadi?"

"Barusan kan udah."

"Geblek, bisa disate gue ntar! Cepatan siniin ponsel gue!"

"Dih, memerintah."

"Bodo amat!"

"Hallo Buna, Assalamu-"

"KAMU DARI MANA AJA, BARU ANGKAT PANGGILAN BUNA? MAU JADI ANAK DURHAKA KAMU? ATAU UDAH LUPA KALAU PUNYA BUNA?"

Refleks Faury menjauh kan ponsel nya dari telinga, dan mengarah kan speaker ponsel nya ke telinga Shezy.

"Buset, cuping gue berdengung Anjir!" Gumam Shezy.

"Ya maap Buna, tadi Aury lagi tidur. Kan masih jam 2 pagi."

"ALASAN AJA KAMU, ORANG BIASA NYA KAMU TIDUR JAM TIGA!" Sahut Fanya disebrang sana.

"Ini bagian yang luar biasanya, Buna."

"JANGAN BECANDA KAMU!"

"Enggak Buna. Kenapa Buna telvon Aury malam-malam?" Tanya Faury tenang.

"KAMU ENGGAK SUKA BUNA TELVON?!"

Shezy mengusap bahu Faury, sambil tertawa mengejek kearah sahabatnya. Gini amat nasib Faury dapat Buna.

"Suka Buna,"

"Alice ngidam-"

"Kak Alice hamil lagi, Shella kan baru dua tahun Bun?"

"KENAPA KAMU YANG SEHOT, DIA KAN HAMIL PUNYA SUAMI!"

"Sewot Buna," koreksi Faury sembari terkekeh pelan.

"Terserah kamu! INTI NYA, ALICE NGIDAM PENGIN KETEMU KAMU!"

"Okay buna, dateng aja besok ke Apartemen Aury."

MAS DOSEN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang