⚠WARNING!!!
THIS STORY CONTAINS HARSH SPEECH, SEX, OBSESSION, HARASSMENT, AND VIOLENCE.
===•===
SHUT UP AND WATCH.
===•===
STUCK IN THE DARK.
===•===
“Kak Ren, biarin kakak cantik nginep disini.”
“Besok sekolah Mella,” kata Alzada.
“Ya kan bisa bangun pagi, nginep disini yah kak? Please,” pinta Mella masih menahan tangan Daisy.
“Nginep aja ya Ren, sekali-kali menginaplah disini.” Ujar Molla membujuk.
Daisy menatap Alzada. Dari tatapan gadis itu, dia meminta agar Alzada menyetujuinya. Alzada menghela napas berat lantas mengangguk. Hal itu membuat Mella tersenyum kegirangan. Gadis itu sepertinya sudah nyaman dengan Daisy. Tidak hanya Mella, bahkan bayi mungil seperti Molly terlihat nyaman ketika berada digendongan Daisy.
“Yey!! Kakak ipar nginep disini!!” Kata Mella girang, sambil menggandeng Daisy. Daisy geleng-geleng kepala dengan sikap Mella.
“Aku ke kamar dulu, kamu mau ikut?” tanya Alzada.
Daisy menggeleng lantas menjawab, “aku mau sama Mella, Ren. Kamu ke kamar aja dulu.”
“Ren,” panggil Molla membuat Alzada menghentikan langkahnya, “jamput Altaz pulang ya nak. Dia bilang tidak akan pulang sebelum kamu menjemputnya. Mommy khawatir.”
Alzada tak merespon. Cowok itu memundurkan kacamatanya lantas mengambil jaketnya. Melihat Alzada hendak pergi, Mella menahan tangan sang kakak. “Aku ikut, kak.” Pinta Mella.
“Pakai jaketmu,” Alzada mendekati Daisy dan mengecup kening gadisnya, “aku pergi sebentar. Tetap disini hm?”
“Hati-hati Ren,” balas Daisy.
Alzada mengangguk. Dia pun pergi hanya bersama Mella. Sepeninggalan Alzada, Molla mendekat. “Kamu duduk disini ya, sama mommy. Makan malam nanti mau apa? Biar mommy minta koki buat masakin.”
“Boleh Daisy yang masak mom?” tanya Daisy sopan.
“Boleh dong sayang, ayo mommy temenin. Mas, kamu jagain Molly... Aku sama Daisy mau masak,” kata Molla pada sang suami yang baru datang.
“Siap Sunny!” balas Arlan sigap. Dia lantas menghampiri bayi mungilnya yang terbaring anteng di dalam box.
“Ini waktu kita princess, astaga kau sangat cantik.” Kata Arlan lantas menciumi pipi putrinya.
Sedangkan dengan Alzada dan Mella. Mobil hitam milik Alzada berhenti di pertigaan dikarenakan gang yang sempit tidak memungkinkan mobil masuk. Alzada mengambil payung begitu juga Mella. Keduanya berjalan menuju rumah sederhana tempat adiknya berada.
“Apa yang kau suka darinya?” tanya Alzada tiba-tiba.
“Dia tampan dan sangat sexy saat tidak banyak bicara kak.” Balas Mella, singkat namun menjelaskan semuanya.
Alzada geleng-geleng kepala dengan penjelasan Mella. Dia menghusap puncak kepala Mella. Belum sempat keduanya sampai di teras, tampak pintu terbuka. Keluarlah sosok gadis yang seumuran dengan Mella disusul Rai. Senyuman dibibir keduanya memudar kala menyadari kedatangan dua manusia dihalaman. Alzada berhenti disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALZADAISY[End]
RomanceWARNING⚠ [CERITA INI MENGANDUNG UJARAN KASAR, SEX BEBAS, OBSESI, TAWURAN, KEKERASAN, DAN JUGA HAL NEGATIVE LAINNYA. DIMOHON YANG MASIH DIBAWAH 15 TAHUN JANGAN BACA CERITA INI! DEMI KEBAIKAN BERSAMA, OKEY??🤸♂️] [Seri II] _____ Ini cerita tentang Re...
![ALZADAISY[End]](https://img.wattpad.com/cover/327404958-64-k87826.jpg)