Maaf Aceng telat up. Pikiran Aceng lagi kacau, maaf juga kalo Aceng sedikit ngelunjak minta kalian spam komentar dichapter sebelumnya.
Aceng gak salto dulu, masih badmood.
Untuk kalian jaga kesehatan selalu dan jangan lupa bahagia.
===•===
⚠WARNING!!!
THIS STORY CONTAINS HARSH SPEECH, SEX, OBSESSION, HARASSMENT, AND VIOLENCE.
===•===
RED FLAG AREA🚩
===•===
SHUT UP AND WATCH.
===•===
STUCK IN THE DARK.
===•===
Mulai memasuki awal konflik. Kalian siap?
===•===
KRINGGGGGGGG!!!
Bel tanda pulang berbunyi. Terlihat para siswa dan siswi berbondong-bondong keluar kelas dengan menggendong tasnya. Namun tidak untuk Daisy. Hari ini jadwal dia piket namun, teman-temannya yang lain pergi lebih dahulu tanpa mau menjalankan tugasnya. Hal itu membuat Daisy terpaksa membersihkan kelasnya sendiri mulai dari menyapu, mengepel, hingga membersihkan jendela. Dan itu selama hampir 1 jam. Selesai piket, Daisy pun tersenyum lega. Dia mengambil tasnya dan bersiap pulang. Sejenak, Daisy menghentikan langkahnya.
Gadis itu menghela napas lantas bergumam lirih, “gak apa-apa Daisy. Jalan kaki bikin kamu sehat!”
Baru keluar dari gerbang. Dia melihat Alzada yang tengah duduk diatas motornya, didepan tempat menunggu jemputan. Daisy menatap heran cowok itu namun memilih untuk tidak memikirkannya. Dia menunduk dan berjalan melewati Alzada. Membuat cowok itu melirik dibalik kacamatanya. Dia memasukan ponselnya kedalam saku celana dan hendak pergi. Namun, seseorang menahan motornya membuat dia menoleh.
“BWANG REN ALZADA! AKU MINTA SORRY UDAH NGEHUJAT BWANG ALZADA TADI, MAAPIN YACH BWANG. PLEASE!!” Kata Gaffa dan Dezilo sambil memamerkan puppy eyesnya. Sok imut mereka.
~“Ah iya, di sekolah itu ada anak teman daddy. Tenang saja, mereka tidak akan mengenalmu. Dan bisa daddy katakan, mereka sedikit aktif seperti ayah mereka. Mungkin suatu saat tingkah mereka sedikit mengganggumu tapi, Daddy minta kesalahan apapun yang mereka lakukan. Maafkan. Jangan dibunuh. Karena dulu ayah mereka berjasa untuk daddy.”~
Alzada memundurkan kacamatanya lantas menjalankan motornya begitu saja. Bahkan dia melupakan helmnya yang tertinggal. Yang mana membuat Gaffa dan Dezilo berdiri. Mereka menatap sengit Alzada.
“Mentang-mentang cowok kul, ngomong aja susah bat... Yuyurly pen gue hujat sumpah!” kata Gaffa.
“Iya jir, minimal bales anggukan lah... Eh Gaf, itu helmnya si lanang ice.” Dezilo menujuk kearah helm hitam yang tergeletak itu. Keduanya mendekat dan mengambilnya.
“Berat njir, keknya harganya mehong... Cek goggle Dez!” pinta Gaffa.
Dezilo mengangguk semangat. Dia juga penasaran dengan harga helm itu. Dezilo mengelurkan ponselnya yang berlogo buah durian. Memotret helm hitam tersebut dan menunggu hingga hasil telusurannya muncul. Baik Gaffa dan Dezilo sama-sama membelakkan matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALZADAISY[End]
RomantikWARNING⚠ [CERITA INI MENGANDUNG UJARAN KASAR, SEX BEBAS, OBSESI, TAWURAN, KEKERASAN, DAN JUGA HAL NEGATIVE LAINNYA. DIMOHON YANG MASIH DIBAWAH 15 TAHUN JANGAN BACA CERITA INI! DEMI KEBAIKAN BERSAMA, OKEY??🤸♂️] [Seri II] _____ Ini cerita tentang Re...
![ALZADAISY[End]](https://img.wattpad.com/cover/327404958-64-k87826.jpg)