Extra Chapter 10[Kembali Bertemu]

70.9K 2K 301
                                        

===•===
Kebahagiaan setelah kegelapan.
===•===

===•===
Ren Alzada & Daisy Nauristela
===•===

16 Tahun Kemudian

   Gadis berusia 23 tahun tampak duduk termenung diranjang empuknya. Kedua tangannya memegangi boneka mungil berwarna pink itu. Dia menatap ke arah pintu kaca yang menjadi penghubung kamar dan balkonnya. Hujan. Hujan di pagi hari yang benar-benar menenangkan. Suara pintu terbuka, namun tidak mengalihkan tatapan gadis itu. Cowok berusia 21 tahun dengan nampan berisi segelas susu memasuki kamarnya secara perlahan. Dia tersenyum tipis.

   “Unty,” panggilnya halus.

   Gadis itu menoleh perlahan. Cukup lama mengamati wajah tampan itu, hingga dia mengangguk. Senyuman tipis terukir dibibirnya. Cowok itu menaruh nampannya di atas meja kaca kemudian duduk dibibir ranjang sambil membawa segelas susu itu.

   “Oma bilang Unty mau susu, ini.” Katanya sambil menyondorkan segelas susu itu.

   Dia mengangguk lantas menerimanya, “terima kasih. Al?”

   “Alka Unty,” ucapnya membenarkan namanya.

   Iya, cowok berusia 21 tahun itu Alkaizer Gryaon. Putra tunggal dari Ren Alzada dan Daisy Nauristela. Berwajah tampan, berbakat, dan memiliki sifat yang hangat seperti sinar matahari. Semua keberuntungan itu benar-benar melawan hukum alam. Alka, manusia yang mendekati kata sempurna.

   Dan, gadis berwajah lugu juga sangat cantik itu adalah auntynya. Mollyara Lovara Bratadikara yang selamat dari maut di kecelakaan 16 tahun lalu. Dia sangat cantik, tutur katanya lembut, dan memiliki bakat melukis. Fisiknya memang sudah pulih namun sayangnya, dia melupakan semuanya. Ketika dia sadar, kalimat pertama yang Molly ucapkan pada kedua orang tuanya adalah ‘kalian siapa?’. Hal itu membuat semua orang syok terutama Alka. Karena itu, selama 16 tahun ini keluarganya dengan perlahan menuntun Molly agar mengingat masalalunya. Jika boleh Alka jujur, auntynya yang aktif dan penuh tawa lebih baik daripada pendiam seperti sekarang. Tetapi harus bagaimana lagi? Molly bisa hidup saja seperti sebuah keajaiban.

   “Hari ini kamu tidak bekerja? Alka?” tanya Molly membuyarkan lamunan Alka.

   “Aku tidak bisa fokus bekerja sebelum Unty menjelaskannya padaku. Unty benar-benar akan menikah? Pikirkan 2 kali Unty, pria itu sangat—”

   “Alka,” sela Molly sambil menaruh gelas diatas nakas.

   Gadis itu tersenyum tipis kemudian menghusap puncak kepala Alka. Mungkin Molly melupakan segalanya namun tubuhnya selalu berkata jika Alka memang keponakannya yang selalu patuh juga menyayanginya. Dia menangkup pipi kanan Alka.

   “Unty juga harus berkeluarga Alka. Meskipun sampai detik ini Unty belum mengingat satu pun tetapi itu bukan menjadi alasan Unty tidak menikah kan? Dan, meskipun pria itu sangat tidak berperasaan tetapi... Entah mengapa aku menyukai mata birunya itu. Jangan khawatirkan Unty, Unty akan baik-baik saja.” Tutur Molly lembut. Alka terdiam sejenak. Dia mengepalkan tangannya erat dengan mengingat beberapa kalimat seseorang.

~“Aku menyukai Untymu. Alka, aku akan kembali dan melamarnya nanti jadi tolong. Jangan biarkan dia menikah sebelum aku kembali. Bisa kamu janjikan itu padaku, Alka?”~

   Matanya memang biru, seperti kak Ars. Hanya saja pria itu bukan dia. Dia kejam, batin Alka. Cowok itu terkejut ketika Molly menggenggam tangannya.

   “Doakan Unty saja ya? Alka,” katanya sambil tersenyum manis.

   “Iya, Unty.” Balas Alka ikut tersenyum.

ALZADAISY[End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang