29.Mencoba menerima?

70.8K 4K 1K
                                        

Aceng gak jago buat konflik, jadi konfliknya bentar lagi kelar. Santuy. Untuk kalian jaga kesehatan selalu dan jangan lupa bahagia🤸‍♂️

===•===

⚠WARNING!!!

THIS STORY CONTAINS HARSH SPEECH, SEX, OBSESSION, HARASSMENT, AND VIOLENCE.

===•===

SHUT UP AND WATCH.

===•===

STUCK IN THE DARK.

===•===

   “Ujian lo, gimana?” tanya Alzada guna mencairkan suasana.

   “Bagus, sesuai harapan.” Balasnya.

   Alzada hanya mengangguk. Katakanlah dia cowok kaku, karena jika bukan bersama Daisy maka cowok itu mendadak kehilangan bahan pembicaraan. Oh shit! Lagi-lagi neng kembang terlintas dimemorinya.

   “Bisa ke rumah almarhum orang tuaku?”

   “Oke.”

   Khenna Maghetania. Gadis lugu keturunan Amerika-Indo ini tidak tau jika dia seorang cucu dari pendiri organisasi gelap di Amerika. Rencananya, Khenna akan mencari kampus karena memang dia ingin melanjutkan pendidikannya di Indonesia. Namun, bukan sekarang. Untuk sekarang dia akan menikmati libur panjangnya. Sesampainya dirumah lamanya, Khenna turun dari dalam mobil. Dengan diikuti dua bodyguard sedangkan Alzada memilih menunggunya di dalam mobil. Cukup lama menunggu, Khenna kembali masuk kedalam mobil.

   “Ren, aku ingin tinggal dirumahku saja.”

   Alzada menoleh, “uncle udah percayain lo ke gue. Tenang, gue gak bakal macam-macam sama lo.”

   “Bukan begitu, tidak baik laki-laki dan perempuan tinggal satu atap. Perzinaan tidak ada yang tau asalnya... Aku akan menghubungi kakek.”

   “Oke, terserah lo.”

   Terlihat Khenna menelefon Dante. Cukup lama karena gadis itu harus membujuk sang kakek dan syukurlah Dante mengizinkan. Dengan syarat, Alzada harus terus memantaunya melalui bodyguard untuk menjaganya. Alzada menghela napas.

   “Gue turunin barang-barang lo. Bodyguard gue udah keburu pergi.”

   “Ren,” panggil Khenna, “terima kasih.”

   “Kembali.”

   Alzada keluar dari dalam mobil. Membantu Khenna membawa barang-barangnya juga menatanya. Dan Alzada harus masih menunggu disana sampai beberapa bodyguard datang. Suasana canggung. Khenna yang terus menundukan pandangannya sedangkan Alzada yang sedari tadi mengutak-atik ponselnya. Alzada menaruh benda pipih itu, kemudian menatap Khenna.

   “Khenna.”

   “Iya, Ren?”

   “Gue udah mutusin suatu hal penting.”

   Khenna menatapnya dengan mengerutkan kening. Alzada menyondorkan ponselnya membuat Khenna menerimanya. Namun sebelum membacanya, Khenna sempat bertanya.

   “Apa yang kamu putuskan Ren?”

   “Kayaknya gue bakalan coba nerima lo, sesuai permintaan uncle.”

   PRANKKKK!!!

   “Daisy! Ya ampun sayang, kamu nggak apa-apa??” tanya Molla panik.

   Daisy menggelengkan kepalanya pelan dan menatap mangkuk kaca yang sudah hancur dibawah kakinya. Ah, Daisy sedikit terluka.

ALZADAISY[End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang