Keheningan bagaikan selimut yang dihamparkan ke seisi ruangan, membungkam segala suara yang sebelumnya terdengar. Kakiku serasa dipaku ke lantai tatkala semua kepala menoleh ke pintu masuk, mengamati tiga sosok yang menerbitkan kobaran amarah dalam setiap pasang mata.
Tentunya aku termasuk salah tiga dari sosok tersebut. Bila tatapan memang bisa membakar, tentunya aku sudah tinggal abu.
"Miss Adams, Mr. Salvatore, kalian terlambat," Madam Jackson bicara dengan nada lesu yang berusaha dia sembunyikan. "Silakan duduk."
Aku berdeham pelan. "Maafkan keterlambatan kami, ma'am. Ada sedikit... kendala."
"Sejenak kami pikir kau takut datang," seorang penunggang bersuara. "Siapa sangka kalau kalian tidak punya malu?"
"Tentu kami masih datang untuk memenuhi kewajiban, Mr. Turner," aku balas menyapa. Sementara aku dan Ben menempati kursi yang telah disediakan bagi kami, Beast bersikeras berdiri di belakang kursiku kendati sudah kusuruh dia ke tepi ruangan.
"Miss Adams, pertemuan ini hanya untuk anggota dewan serta duta besar Andarmensia bagi Dracaelum dan wakilnya," Mr. Turner mengingatkan, tidak menunjuk Beast secara langsung.
Beast menyandarkan tubuh pada sandaran kursiku. "Mengingat Cassidy adalah duta untuk Dracaelum, kurasa secara tidak langsung aku juga punya hak untuk bergabung dalam rapat ini."
"Ketidaksopanan macam apa ini, Miss Adams?" tanya penunggang naga lainnya, yang barangkali sudah lelah dengan segala masalah yang kutimbulkan. "Tidak cukup memperbesar masalah antara Rufus Stone dan Dracaelum, kini kau pun mulai melanggar peraturan dalam pertemuan resmi?"
"Tidak apa-apa, Ms. Woodley," Madam Jackson segera memenangkan keadaan. "Beast boleh ikut dalam pertemuan ini."
Keheningan memenuhi ruangan selama beberapa detik. Aku, Ben, maupun Beast tidak merasa terkejut lagi mendengar Madam Jackson mengungkapkan kenyataan secara gamblang, berbeda dengan anggota dewan lainnya yang langsung mengerutkan kening. Beberapa orang bertanya ke rekan di samping mereka, memastikan telinga mereka tidak salah mendengar.
"Rufus mengubah Beast menjadi manusia," aku menegaskan, menghentikan bisik-bisik keraguan yang tak kunjung usai itu.
Madam Jackson berdiri dari tempatnya duduk. "Ini memang mengagetkan tapi—-"
"Penyihir itu mengubah naga menjadi manusia?!" Kini malah seorang penyihir yang bersuara. Sekalipun dia bukan penunggang naga, wajahnya pun ikut pucat pasi. "Dan kita membiarkan orang sepertinya berkeliaran di Dracaelum?!"
Karena pihak penyihir mulai ikut ribut, Mr. Lormant turut berdiri. "Kita tidak bisa melakukan apa pun kalau dia mau berkeliaran di Dracaelum, sebab yang terpenting saat ini adalah mencari cara melindungi Andarmensia."
"Melindungi bagaimana tepatnya, sir?" Seorang perempuan dari pihak penyihir bertanya keras. "Dia mampu mengubah naga menjadi manusia! Penyihir terbaik di Andarmensia tidak mampu melakukannya tanpa pengorbanan."
"Saat ini, Rufus Stone sedang sibuk dengan aksi balas dendamnya di Dracaelum. Entah apa yang akan terjadi kepada para naga di sana sampai akhirnya Rufus tewas karena pengaruh permatanya sendiri," Mr. Lormant melanjutkan penjelasan. "Sampai saat itu tiba, para penyihir akan menjaga perbatasan-perbatasan Andarmensia dan membuat kubah pelindung, terlebih pada bagian di barat. Sementara para penunggang akan memastikan keamanan para naga di Andarmensia."
"Kami juga berniat melakukan negosiasi ulang dengan Mr. Stone," ujar Madam Jackson. "Harapannya, dia mau melepas naga Andarmensia yang tinggal di sana. Biar bagaimanapun, mereka tidak tahu-menahu soal masalah Dracaelum."
Seorang penunggang mengangkat tangan sebagai tanda interupsi. "Bagaimana dengan Naga Agung, ma'am?"
Bahu Madam Jackson sedikit merosot. "Aku khawatir itu di luar batas kemampuan kita, Ms. Asterin. Saat ini, keselamatan penduduk Andarmensia dan para naga adalah yang terpenting. Satu naga sudah diubah, kita tidak bisa membiarkan naga lain mengalami hal serupa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Iltas 3: A Dance of Fire and Sorcery
FantasyApi dan sihir. Penunggang naga dan penyihir. Persahabatan dan pengkhianatan. | • | Hampir dua tahun berlalu, Cassidy dan Beast masih menjalankan tugas mereka sebagai duta Andarmensia bagi Dracaelum. Namun, keanehan terjadi. Naga Agung ingin menghent...
