Happy reading, maaf typo
.
.
.
Selama Chaeyoung membuka kedua matanya saat berada di rumah sakit Aussie, Chaeyoung tak pernah sama sekali membayangkan mempunyai keluarga seperti ini.
Keluarga yang saling mendukung, saling menjaga, saling menguatkan, dan saling menyayangi. Chaeyoung tak pernah membayangkan jika ia berasal dari keluarga seperti itu.
Chaeyoung di waktu itu hanya berfikir jika dia sudah hidup saja, sudah sangat bersyukur. Memiliki Yewon dan Chanyeol sudah sangat berarti untuk Chaeyoung.
Tapi mengetahui ia hanya di manfaatkan untuk kepentingan seseorang dan di beri obat yang selama ini ia pikir vitamin tapi ternyata tidak, membuat Chaeyoung sangat kecewa. Rasa kasih sayangnya sangat besar untuk adik dan kakaknya itu.
Karena rasa kasih sayang itu, Chaeyoung tak bisa membenci terlalu dalam kepada Chanyeol dan Yewon.
Chanyeol melakukan hal itu karena menyayangi adiknya yang tak terima kehilangan kakaknya karena kesalahannya.
"Yewon harus mendapatkan perawatan, Chaeyoung-ah. Dia sudah sangat dalam kondisi yang tidak baik baik saja."
Chaeyoung bersandar pada kursi dan mengangguk, "Aku akan kembali secepatnya dan berbicara terlebih dahulu dengannya, selagi aku belum kembali tolong jangan bawa dia dulu."
"Geurae, oppa akan memantau Yewon."
Chaeyoung tersenyum tipis, "Gumawo, Oppa."
Panggilan terputus ketika keduanya telah selesai berbicara. Chaeyoung letakkan ponselnya di saku jaketnya dan menghela nafas perlahan.
Ia tersentak ketika pipi kanannya terasa hangat. Chaeyoung segera mendongak melihat Jennie yang tersenyum padanya.
"Cappucino?" Tawar Jennie padanya yang langsung di angguk oleh Chaeyoung.
Jennie berikan cappucino tersebut pada Chaeyoung lalu duduk di sebelah adiknya yang sedang memandang langit malam di teras rumah.
Keduanya hanyut dalam kesunyian malam dan capuccino di kedua tangan mereka.
"Apa yang kau rasakan ketika bangun, Chaeyoung-ah?" Tanya Jennie menyelinap dalam kesunyian mereka sendari tadi.
"Kaku, sulit bernafas, tidak tau dimana, tidak tau siapapun, termasuk diriku sendiri. Aku kehilangan jati diri." Jawab Chaeyoung dengan senyum kecutnya.
"Tapi saat itu Yewon datang memanggilku dengan nama Sowon. Ku pikir namaku memang Sowon tapi... Chanyeol oppa seperti tak menerima jika aku di panggil sowon maka dari itu ia beralasan jika aku sebagai Sowon tapi mengganti namaku menjadi Rosé. Itu juga di karenakan kami berada di Aussie." Jelasnya panjang lebar kembali.
Jennie mengulum bibirnya dan menunduk, ia sekarang begitu marah dengan Chanyeol yang merebut adiknya selama ini. Yang membuat keluarganya menjadi hancur sesaat karena kehilangan sosok adik di sebelahnya.
"Unnie?" Jennie menoleh ketika Chaeyoung memanggilnya.
"Aku tak akan melaporkannya."
"Wae?" Jennie bertanya dengan kesal.
Chaeyoung tersenyum tipis dan menggeleng, "Aku menyayangi mereka sebagai mana aku menyayangi kalian. Walaupun mereka jahat merebut diriku dari kalian tapi selama aku bersama mereka... Mereka merawatku dengan baik, Unnie." Chaeyoung menjeda perkataannya dengan menyerup cappucinonya, "Jika mereka tak merawatku... Apa sekarang aku ada disini?"
Jennie terdiam, perkataan Chaeyoung benar. Jika Chaeyoung tak di selamatkan mereka, tak di rawatkan dengan mereka, Chaeyoung benar benar tidak akan ada di dunia ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMÉ {REVISION}
FanfictionBLACKPINK • SISTERSHIP [On Going] 📚 sama namun ada yang berbeda, hari hari mereka berubah dengan kehilangan dirinya namun yang di sebut sebut 'dirinya' kembali dengan berbeda. "Kenapa kalian memanggilku Chaeyoung? aku roséanne park!" ©Zaayaa_2020...
