Bag 11. Just kill me now!

2.4K 215 34
                                        


Ucapan Lucius barusan membuat Bella menatap horor ke arahnya. "Tak ada yang perlu dibicarakan," ujarnya.

Bella bangkit dari duduknya. Saat Lucius tahu jika gadis itu hendak pergi, ia kembali membuka suaranya. "Duduk!" perintahnya. Tentu saja Bella tak menghiraukan ucapan vampir itu. "Aku bisa saja membunuhmu saat ini Bella. Jadi turuti ucapanku!"

Bella menatap tak suka ke arah Lucius. "Menuruti ucapanmu sama saja menyerahkan nyawaku secara sukarela." Setelah mengatakan itu ia berjalan menjauhi Lucius.

Namun terpaan angin membuat Bella tersadar jika Lucius menghampirinya, ia sudah bersiap untuk melawan vampir itu namun tentunya gerakan Lucius lebih cepat darinya.

Lucius menarik lengan Bella hingga gadis itu membalikkan badannya dan mendekat ke arahnya, lalu setelahnya ia mengunci pergerakan Bella dengan kedua tangannya yang melingkar erat pada tubuh Bella. Hal itu terlihat seakan Lucius tengah memeluk Bella dengan sangat erat.

Bella sedikit terkejut, namun setelahnya ia mencoba terlihat setenang mungkin meskipun saat ini ia merasa sangat terancam. Sedangkan Lucius, ia hanya diam menatap Bella tanpa ekspresi.

"Sejak awal aku melihatmu kembali, rasanya aku tak asing dengan mata itu," ujarnya menatap lekat iris mata Bella. "Rupanya tebakanku benar, apalagi setelah melihat Alpha sialan itu menyelamatkanmu. Dan sejak saat itu dendamku semakin berapi-api!"

"Sebesar itukah kebencianmu terhadap keluargaku?"

"Sangat!" jawab Lucius dengan tegas.

Tangan Bella semakin terkepal kuat. "Kalau begitu bunuh saja aku! Lampiaskan semua dendammu padaku, cukup aku saja! Kematianku sudah cukup membuat orang tuaku menderita."

Lucius terdiam sesaat. "Memang itu yang ingin kulakukan, aku berusaha keras untuk menyingkirkanmu sejak aku melihatmu lagi untuk sekian lamanya."

"Kalau begitu lakukan! Apa lagi yang kau tunggu hah?" teriak Bella.

Detik berikutnya Lucius mendekatkan kepalanya ke arah leher gadis itu, Bella terpejam pasrah saat pria itu semakin mendekat ke arah nadi di lehernya. Mungkin setelahnya pria ini akan menghisap habis darahnya, atau memasukkan racun ke dalam tubuhnya.

Tapi kenapa hanya hembusan napas yang Bella rasakan? Saat bibirnya tinggal beberapa senti lagi menyentuh kulit leher Bella, Lucius malah menjauh dan beralih pada telinga gadis itu.

"Tapi kau perlu mengetahui satu hal Bella," Lucius menghela napasnya sesaat.

.

.

.

.

.

"Bagaimana bisa aku membunuh mateku sendiri..."




****!Alur mundur!****

Lazarus melempar secangkir darah segar ke sembarang arah. "Para serigala itu selalu saja ikut campur!" emosinya memuncak saat ia mendengar jika kawanan serigala itu akan menyerang klannya. Karena mereka tahu jika Lazarus telah melakukan sesuatu yang melanggar hukum yang dibuat untuk makhluk immortal.

"Apa kau akan diam saja setelah mengetahui ini?" tanya Lylia, sosok yang selalu mendukung ambisi pasangannya itu.

"Tentu saja tidak," Lazarus tersenyum miring. "Sebelum itu terjadi, aku punya rencana lain dan tentunya itu akan melibatkanmu, Lylia sayang."

Lylia mengerutkan dahinya. "Apa rencanamu kali ini?"

Dan saat itu juga, saat malam hari, tepatnya di saat tengah terjadi bulan purnama merah. Lazarus dan Lylia pergi ke kastil itu, Kingdom of darker atau Darker pack. Lazarus menatap penuh benci ke arah kastil besar itu dari kejauhan.

Red ColdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang