Haloo guys, lama tidak berjumpa
Maap ya author baru nongol lagi setelah beberapa abad lamanya wkwkw
Btw akhir² ini aku sibuk banget sumpeh, kerjaan yg skrg nguras energi & waktuku bgtt, balik ngeshift bawaannya pengen lgsg nemplok kasur, rasanya mager bgt buat ngelakuin sesuatu haha..
Anw, sorry ya karena sblmnya kugantung, makasi udh mau nunggu kelanjutan cerita ini, lopyu banyak banyak buat readers akuu ♡♡♡
.
.
.
.
.
.
Di lain tempat, tepatnya di sebuah aula istana milik pack darker, Alaric tengah melangsungkan rapat antar alpha dari berbagai pack. Keadaan semakin kacau saat kawanan vampir pemberontak mulai terang-terangan mengacau di dunia manusia.
“Aku tahu keadaan sedang kacau, tapi izinkan aku menyampaikan sebuah undangan untuk kalian semua,” ujar salah seorang pemimpin pack serigala yang usianya hampir sama seperti ayahnya itu.
“Tak apa, katakan saja.” Jawab Alaric.
“Minggu depan aku akan mengadakan jamuan di kastilku, putri semata wayangku berulang tahun,” pria itu tersenyum manis ke arahnya. “Tadinya aku berpikir untuk menjodohkan anakku denganmu, tapi takdir berkata lain.”
Alaric tersenyum tipis, “tentu kami akan datang, terimakasih atas undangannya.”
“Aku mengharapkan kehadiranmu alpha. Oh ya, kalau tidak salah putriku pernah satu sekolah dengan adikmu itu,”
“Bella?”
“Ya, astaga! Seharusnya aku tak melupakan nama seorang putri pack darker!”
Lagi-lagi Alaric hanya tersenyum tipis menanggapi ocehan pria tua itu.
“Suatu kehormatan jika putri Bella bisa hadir di acara ulang tahun putriku,”
“Akan kusampaikan padanya.” Oh yang benar saja, apa Alaric harus kembali ke negara itu lagi hanya untuk memberi kabar yang tak penting ini pada Bella?
______________
Sepasang mata dengan bulu mata lentik itu perlahan terbuka, mengerjap beberapa kali lalu mengedarkan pandangan ke arah sekitarnya. Gadis itu bergerak bangkit dari tidurnya lalu menuruni ranjang.
“Kenapa aku di sini?” jelas ini adalah kamar yang ia tempati di kastilnya. Dengan raut bingung ia berjalan ke arah sebuah jendela, untuk melihat apa yang ada di luar sana. Dari sinilah biasanya ia melihat para warior yang tengah berlatih memanah.
“Kenapa tak ada satupun orang?” gadis itu mulai berlari kecil keluar kamar, biasanya beberapa maid berlalu lalang di sekitar kastil, tapi kenapa tak ada satupun yang terlihat?
“Mom?”
“Dad?”
“Alaric!”
“Hey! Kemana kalian semua?!”
Gadis itu terus melangkahkan kakinya hingga ia sampai di halaman belakang kastil, “astaga apa yang terjadi..,” ujarnya begitu melihat kastilnya berantakan.
Banyaknya peralatan perang yang berserakan, kolam ikan kesayangannya yang hancur, juga pepohonan dan tanaman yang tumbang. Sangat jelas jika sebelumnya telah terjadi perkelahian besar di sini.
Gadis itu menyisir rambutnya dengan frustasi, ia masih tak mengerti dengan semua ini. Kakinya terus bergerak ke sana kemari, hingga tak lama terdengar suara langkah kaki seseorang yang mendekat ke arahnya. Ia pun mendongak dan menemukan sosok wanita mengenakan dress berwarna merah darah, wanita itu terus mendekat ke arahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Red Cold
Fantasia»Sequel of 'Switch Over' Sorot matanya yang tajam serta iris merahnya yang pekat mampu membuat siapa saja yang menatapnya akan terhipnotis olehnya. Tak hanya itu, auranya yang begitu dingin dan mencekam mampu membuat siapa pun yang berhadapan seketi...
