Bag 32. Forever by my side!

1K 106 58
                                        

“AAAAA!”

Bella berteriak seraya mengerang sakit saat taring itu menancap di nadinya.

Ia menyentak tangannya kuat-kuat lalu mendorong tubuh pria itu. Bella menatap pergelangan tangannya yang mengeluarkan darah, Lucius menggigitnya di sana.

Sudah digigit ular, sekarang digigit vampir pula!

Bisa kalian bayangkan bagaimana rasa sakitnya. Apalagi Lucius melakukannya dengan tergesa, menancapkan taringnya cukup dalam.

Lucius menyeka darah di sudut bibirnya dengan ibu jarinya, lalu ia menatap Bella yang perlahan bergerak mundur. Ia menunduk sesaat, memejamkan mata sembari menggeleng beberapa kali. Setelahnya ia kembali menatap Bella dan berjalan menghampirinya.

“M-mau apa lagi?”

“Sudah cukup! Kau sudah menghisap darahku barusan!”

Tatapan Lucius semakin membuat Bella merinding. Seakan dirinya mangsa yang tak dibiarkan lolos begitu saja.

“Pergi!”

“Jangan berisik Bella!”

Bella tak menghiraukannya. Ia bergerak mundur semakin cepat. Beberapa kali meringis sakit sambil terus memegangi tangan kanannya. Gadis itu bersiap untuk berlari ke arah kastil.

Lucius tak membiarkan hal itu terjadi. Ia kembali meraih tubuh Bella. Menarik tubuh gadis itu hingga menabrak tubuhnya. Menahan pinggang Bella dengan lengan kanannya agar ia tak bisa lolos.

“LEPAS!”

Lucius membekap mulutnya, menyuruhnya untuk tak berteriak.

“Diam Bella!”

Bella terus meronta minta dilepaskan. Ia menarik tangan Lucius dari mulutnya.

“Diam atau aku akan membungkam mulutmu dengan cara lain!”

Seketika Bella menurut karena ancaman pria itu. Bella kembali meringis saat tangan kanannya kembali dicengkram.

“Sakitt Lucius! Kau sangat kasar!” ucapnya dengan nada gemetar, takut jika Lucius kembali menancapkan taringnya.

Lucius melonggarkan cengkramannya. “Maaf, aku hanya ingin melihat lukanya.”

“Pembohong!”

Tak menghiraukan ucapan Bella, Lucius semakin menarik tangan gadis itu.

“Akan berbahaya jika racunnya tak segera dikeluarkan.” ucapnya santai. Ia meneliti bekas gigitan ular tersebut, lalu kembali membawa tangan Bella ke arah mulutnya.

Sedangkan Bella, ia menahan tangannya mati-matian.

“Tanganmu mulai bengkak Bella, see! Dan itu yang membuatnya sangat sakit.”

Bella menggeleng cepat, ia tetap tidak mau!

I'll take it slowly, i'm promise!” Lucius pun mulai menjalankan aksinya.

“Kan! Kau pasti mau darahku lagi!” sapuan lidah pria itu di pergelangan tangannya membuat Bella melotot tajam.

Itu semua hanya akal-akalannya untuk kembali menghisap darah Bella!

“Hanya sisa darah, sayang jika dibiarkan begitu saja.”

“Dasar– akhh...”

Bella memekik kaget saat Lucius menghisap kuat bekas gigitan ular itu. Dahinya berkerut sambil menggigit bibir bawahnya. Sebelah tangannya terkepal kuat mencengkram baju Lucius.

Ditengah fokusnya mengeluarkan bisa ular, Lucius melirik ke arah Bella. Ia menatap gadis itu cukup lama.

“Sudah cukup!”

Red ColdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang