Bag 19. Sleep with me!

2.6K 216 37
                                        


Pintu kamar mandi itu terbuka, Lucius yang sejak tadi terduduk santai di sofa langsung menatap lekat ke arah Bella, memindai penampilannya dari atas sampai bawah. Pria itu sempat memberikan pakaian untuk Bella tadi, sepertinya Lucius mengerti jika dirinya membutuhkan pakaian baru, mengingat pakaiannya sudah sobek dan kotor akibat darah.

Ia mengganti kemejanya dengan kaus hitam yang kebesaran di tubuhnya, juga celana bahannya yang ia ganti dengan celana pendek warna dongker yang cukup longgar sebatas lutut. Sudah pasti pakaian ini milik vampir itu! Bella bahkan bisa menghirup aroma musk yang sangat kentara pada baju ini.

Lucius menaikkan sebelah alisnya, “tidak buruk.”

Bella hanya mendengus. Lalu ia berjalan ke arah pintu keluar dengan tertatih.

“Kau mau pulang?” tanyanya, nada bicaranya terdengar tak suka.

“Tentu saja, apalagi memangnya?” ketus Bella.

“Dengan keadaanmu yang seperti itu?” Bella tak menjawab. “Aku tak mengizinkanmu pergi begitu saja!”

Bella menatap sinis ke arah pria itu, “tapi sayangnya aku tak butuh izin darimu!”

“Kau berhutang nyawa padaku, ingat!” ujarnya lagi saat Bella kembali melangkahkan kakinya.

Dan sialnya ia tak bisa menyangkal hal tersebut, ucapan pria itu memang benar!

“Apa keluargamu tak mengajarkan bagaimana cara berterimakasih?”

Bella menghela napasnya dengan kesal, “baiklah, terimakasih sudah menyelamatkan nyawaku. Kau puas?”

Lucius bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arahnya, pria itu berdiri tepat di hadapan Bella, hanya berjarak satu meter dari tubuhnya. Lucius terdiam dan menatap Bella cukup lama.

“Apa?”

“Kau sedang terluka parah dan mereka bisa menghirup aroma darahmu yang begitu pekat, apa kau ingin kejadian tadi terulang lagi?”

Bella menggigit bibir dalamnya, ucapan Lucius membuat nyalinya seketika menciut, kini ia menjadi ragu untuk kembali pulang ke rumah Ben. Apa lagi sudah larut malam dan sepertinya jalanan akan sangat sepi.

Tapi… berada di dalam satu ruangan, bersama pria ini juga bukan hal yang baik tentunya!

“Dan juga…” Lucius mendekat satu langkah ke arahnya. Sedangkan Bella masih terdiam di tempatnya, mencoba mempertahankan keberaniannya dengan menatap penuh ke arah pria itu.

“…aku gagal mencari makan malam karena menyelamatkan nyawamu yang begitu berharga,” Lucius tersenyum miring saat menyadari raut wajah Bella berubah tegang. “Jadi menurutlah! Sebelum aku melakukan hal lain padamu,” lanjutnya.

Bella refleks menjauh dari pria di hadapannya ini, dengan kesal ia berjalan ke sebuah sofa. Begitu pun dengan Lucius yang juga berjalan ke arah yang sama, lalu dengan santainya pria itu merebahkan diri kembali di atas sofa, menyandarkan kepalanya dan menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Temani aku tidur untuk malam ini, dengan begitu hutangmu akan lunas.” Ujarnya santai dengan mata tertutup.

Sedangkan Bella, ia menatap tak percaya ke arah Lucius. Bisa-bisanya ia mengatakan kalimat itu dengan santai. “Vampir tidak tidur!” tegasnya.

“Tapi kami butuh istirahat.”

Bella semakin dibuat kesal, sebenarnya apa yang sedang pria itu rencanakan?

Untuk ke sekian kalinya Bella mendengus kesal. “Baiklah, di mana kamarnya?”

Lucius membuka matanya dan menatap ke arahnya tanpa ekspresi, “kau menyuhku untuk tetap di sini dan aku ingin tidur sekarang juga! Aku lelah dan butuh tempat tidur.” Ujar Bella, lalu ia mengalihkan pandangannya menatap ke arah sebuah pintu.

Red ColdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang