Bella terdiam cukup lama saat Lucius tiba-tiba menciumnya. Ia mengerjap beberapa kali lalu tersadar dan berakhir mendorong keras dada pria itu.
Dan juga,
PLAK!
Tamparan yang cukup keras dari tangan kanannya hingga membuat wajah Lucius menoleh ke samping. Pria itu terkekeh singkat sambil mengusap bibirnya dengan ibu jari. Ada sedikit darah di jarinya, tapi itu bukan darahnya.
Lucius kembali menoleh ke arahnya. "Sebaiknya kau bersihkan sisa darahmu itu sebelum aku kembali–" Bella cepat-cepat mengusap bibirnya dengan punggung tangannya untuk menghilangkan darah dan juga bekas bibir vampir sialan itu.
"M-mau apa kau?!" Bella mengesot mundur saat Lucius semakin mendekat ke arahnya. Ia juga mengepalkan kedua tangannya bersiap untuk meninju.
"Apa maksudmu Bella? Kau ingin aku melakukan apa?"
"Bukan itu maksudku!" kesal Bella. "Kenapa kau jadi gila seperti ini?" nada bicaranya semakin tinggi.
"Lucius STOP!" Bentak Bella saat pria itu tak juga berhenti mendekat.
"Ayo kita pulang, Bella."
Bella mengerutkan dahinya. Aneh! Satu kata untuk Lucius saat ini. Nada bicaranya mendadak memelan dan seakan tengah merayunya untuk pulang bersama.
"Pulang saja sendiri, dasar aneh!" Bella mencoba bangkit dan berjalan ke luar dari rumah tua ini dengan sedikit tertatih.
Bella menghentikan langkahnya tepat di samping mobilnya. Ia merogoh saku celana dan jaketnya untuk mencari kunci, namun sialnya kunci itu tak ada.
Gadis itu mengumpat dalam hati. Ia menyandarkan tubuhnya pada mobil putih tersebut lalu berjongkok, Bella terdiam sesaat. Semua rencananya gagal karena Lucius!
Alarm mobilnya tiba-tiba berbunyi, disusul suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya. Bella melirik ke arah tersebut, ia pun kembali berdiri.
Dengan wajah kesalnya, Bella mendekat ke arahnya. Mencoba mengambil kuncinya, namun pria itu malah menarik sebelah tangannya yang semula terulur hendak memberikan kunci mobil. Tentu hal itu membuat Bella semakin terlihat kesal.
"Berhenti bermain-main denganku Lucius!"
"Aku suka melihat wajahmu yang memerah saat sedang marah."
Bella mengangguk beberapa kali. "Aku tahu, sepertinya kau sengaja ingin menghalangiku, benar kan?!"
"I just wanna keep you save, Bella."
"Cukup! Berhenti dengan omong kosongmu itu aku tak peduli! Aku tak ingin melihatmu lagi jadi pergilah sialan!" Bella mencoba mengambil paksa kunci mobilnya.
"Oke, kita akan serius kali ini." Lucius menarik tangannya dan membawanya untuk masuk ke dalam mobil.
"Masuk!" tegasnya, Bella menghempaskan tangannya yang dicekal oleh Lucius.
"Ini mobilku, dan kau tak punya hak untuk mengaturku seperti itu!"
"Masuk Bella, jangan keras kepala!" Bella masih berusaha mengambil kunci mobilnya.
Dengan geram Lucius mencekal bahunya lalu mendorong tubuhnya hingga menabrak mobil. "Menurutlah Bella sebelum aku kembali melakukan hal gila,"
Ia sedikit menunduk, "atau mungkin kau lebih suka saat aku menggila?" ujarnya sedikit berbisik.
Bella membuang muka ke samping. "Lepas! Sakit." Alibinya. Lucius pun melepas cekalan tangan pada bahunya.
Seakan mengerti dengan tatapan tajam yang Lucius berikan, Bella pun segera masuk ke dalam mobil. Disusul dengan Lucius yang ikut duduk di sebelahnya. Diam-diam Bella memerhatikan Lucius yang tengah menyetir dengan satu tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Red Cold
Fantasy»Sequel of 'Switch Over' Sorot matanya yang tajam serta iris merahnya yang pekat mampu membuat siapa saja yang menatapnya akan terhipnotis olehnya. Tak hanya itu, auranya yang begitu dingin dan mencekam mampu membuat siapa pun yang berhadapan seketi...
