Bag 33. The great seducer!

915 95 47
                                        

Sudah dua malam Bella berada di kastil ini. Suasana tempat ini masih sama seperti dulu. Bahkan kamar yang sudah lama tak ia huni masih terlihat sama, dari warna catnya, barang-barangnya, hingga isi lemari miliknya.

Semua terlihat bersih dan terawat. Sepertinya para pelayan di sini sangat rajin membersihkan kamarnya selama ia tak ada.

tok

tok

tok

Bella yang semula tidur terlentang kini duduk di tepi ranjang. Pintu terbuka, seorang maid muncul dari balik pintu tersebut.

"Makan malamnya sudah siap nona Bella."

"Hmm."

Bella menunggu kelanjutannya. Namun salah seorang maid itu hanya diam di samping pintu. Bella pun menaikkan alisnya.

"Apa aku harus mengambilnya sendiri?"

"Oh! Maaf aku lupa mengatakannya. Mereka menunggumu untuk makan malam bersama nona."

"Tumben sekali."

Bella menebak-nebak, apakah saat ini waktu yang tepat untuk berbicara pada sang Alpha?

"Alpha Alaric sudah menunggumu di bawah."

Dua hari ia menunda pembicaraan ini dengan Alaric karena pria itu sibuk dengan pekerjaannya. Ia rasa sekarang waktunya Bella menyampaikan permintaannya.

Isi kepalanya sudah penuh sejak tadi, menerka apa saja pertanyaan yang akan keluar dari mulut kakaknya itu. Dan Bella harus mengatakan semua yang terjadi selama ia tinggal bersama manusia.

Ia sudah memikirkannya matang-matang. Dan hanya ini satu-satunya cara untuk menolong temannya.

Gadis itu berdiri dan melangkah keluar kamarnya. Berjalan ke arah meja makan yang ada di lantai bawah, Bella menuruni satu persatu anak tangga. Dari atas sini ia bisa melihat keluarganya sudah duduk di meja makan.

Tapi tunggu,

Kenapa dua saudara itu ikut hadir?

Nich dan Noah, apa mereka juga akan membahas sesuatu?

Tapi kenapa harus sekarang?

Kenapa tidak di ruangan Alaric saja seperti biasanya. Dan cukup mereka bertiga yang tau!

"Waw! Acara makan malam keluarga ya." Bella tersenyum kikuk. Padahal nyatanya gadis itu sangat malas untuk ikut serta!

Bella segera duduk di kursi yang kosong. Para maid mulai mendekat untuk mengantarkan aneka hidangan. Saat steak daging tersaji di meja makan, Jeanna yang paling antusias dan mengambil lebih dulu.

"I think it's a boy..." lirih Bella teramat pelan.

Yang lain mulai mengambil hidangannya masing-masing dan mereka pun makan tanpa ada yang bersuara.

"Ekhmm," Bella mencoba membuka percakapan. Ia menatap Alaric dengan serius.

"Aku, ingin minta tolong." ucapnya sedikit ragu.

"Tapi sepertinya seseorang sudah lebih dulu mengatakannya padamu." Bella melirik sekilas ke arah Nich, lalu ia kembali menatap kakaknya.

Alaric menaruh alat makannya di samping piring. "Seberapa kacau keadaannya?" tanyanya tanpa menatap ke arah Bella.

"Itu-aku tak tau pasti," kali ini Alaric menatap lurus ke arahnya.

"Tapi jika ini dibiarkan akan ada lebih banyak korban lagi!"

"Aku harus kembali lagi ke sana untuk menyelesaikan masalah ini! Jadi tolong bantu aku menemukan caranya." Bella menatap jengkel pada Alaric yang kini kembali fokus pada makanannya.

Red ColdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang