51 : Welcome

2.5K 255 37
                                        

•••

Tema resepsi pernikahan Mingi dan Yunho itu polar, warnanya biru abu dengan dekorasi outdoor yang mewah banget. Iya, pernikahan sederhana itu sekarang berubah jadi hedon banget karena kebawelan Seonghwa dan Hyunjae. Semuanya berubah seketika, gak sesuai rencana.

Seonghwa udah selesai merias wajahnya, dia berbalik dan natap Hongjoong yang cuma berdiri dibelakangnya. "Hongjoong, gimana? Udah bagus belum?" Tanya Seonghwa.

Hongjoong mengulum senyum. "Selalu cantik Mars, ayo queen, anak-anak udah  berisik dibawah," Hongjoong mengulurkan tangannya,  minta buat digenggam Seonghwa.

Hari ini Hongjoong dan Seonghwa memutuskan buat pake full white, melenceng jauh dari tema pernikahan. Tapi Seonghwa lagi bener-bener pengen pake busana serba putih sama Hongjoong.

"Boleh aku cium dulu?" Tanya Hongjoong.

Seonghwa gak jawab apapun, dia mengalungkan tangannya ke pundak Hongjoong dan mulai melumat lembut bibir suaminya. Ciumannya lembut banget, gak peduli juga kalo liptint sewarna peach di bibir Seonghwa sekarang luntur lagi. Hongjoong narik pinggang Seonghwa dan memperdalam ciuman mereka.

Selesai dengan ciuman, Seonghwa meluk tubuh Hongjoong dan berbisik pelan. "Sekarang kita jadi orang tua yang mau nikahin anaknya, gak kerasa ya. Tau-tau udah pada nikah aja,"

"Tenang sayang, masih dia kali pernikahan lagi. Wuyo sama di Adek. Ayo queen, kita kebawah," Hongjoong menggandeng tangan Seonghwa dan dituntunnya bak ratu kerajaan.

Dibawah juga keliatannya jauh dari kata damai. "DADDY!" Pekik si sulung sambil lari ke arah Hongjoong, secepat kilat menjauhkan Hongjoong dari Mommy Hwa. "Mom, Wuyo mau pake shimering shimering kaya Mommy,"

"Shimering apa Kak?" Tanya Seonghwa bingung. Seketika Hongjoong terabaikan dibelakang, Wooyoung memonopoli Seonghwa dengan cepetnya.

"Yang kaya Mommy tuh, di mata di hidung,"

Seonghwa paham sekarang. "Duduk dulu, nanti Mommy pakein,"

Kim Wuyo ngangguk seneng dan duduk layaknya anak baik disamping Jongho yang lagi di potongin kukunya sama Yeosang.

"Kak Jongho, apa gak bisa motong sendiri? Kasian Yeosang loh," Ujar Seonghwa. "Sini Yeo biar Mommy aja, kamu duduk yang nyaman, perutnya udah gede begitu,"

"Gapapa Mom, Yeo nyaman kok. Jongho ini gak akan motong kukunya kalo gak di potongin, padahal ini udah kotor banget main oli mulu,"

Hongjoong mengernyitkan alisnya sambil neguk sedikit orange juice punya Haruto sampe Haruto mendelik gak suka. "Masih ke bengkel? Kan udah disuruh Om Dae ke pabrik," Katanya, dia mau marah kalo sampe Jongho balik lagi kerja dibengkel.

"Enggak Dad, ini mah modifikasi motor bareng si San," Jawab Jongho. Jujur kok, Jongho emang udah gak kerja dibengkel lagi dan memutuskan buat megang pabrik machinery garapan Daehyun dan Hongjoong demi calon putrinya yang bentar lagi lahir. Pada akhirnya Jongho sadar, realianya income 100.000/bulan gak akan cukup memenuhi biaya persalinan Yeosang dan lain-lainnya.

"Bikin sendiri bisa gak sih Dad? Adek baru minum sedikit," Protes Haruto ketika gelas miliknya udah habis, orange juicenya menyurut dan Hongjoong pelakunya.

"Tau tuh Daddy nachkal huuuuuuu dasar," Seru Wooyoung. "Marahin aja dek, tuman,"

Memang dasar anak-anaknya kaya begitu, perhitungan banget sama Hongjoong. "Padahal Daddy kurang apa, uang jajan gede mulu tiap hari tapi masih aja perhitungan. Kasian banget," Nadanya dibuat sememelas mungkin, berharap sedikit empati dari anak-anaknya.

"Maaf ganggu waktunya sebentar, Pak Hongjoong, bisa bicara sebentar?" Ini Hwanwoong, yang tiba-tiba ada di rumah sambil bawa beberapa berkas ditangannya. "Gak bisa di tunda,"

530 BackwardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang