Judul lain: JANGAN CUEK = JanCuk.
Angkat telunjuk yang kangen!☝🏻
Kalian ini wah banget, aku jadi pengen update terus karena kalian sangat antusias! LOPE YOU JEDERR!!!
*****
Disakiti dan diusir dengan keji, Jihan tetap kembali padanya dulu. Namun sekarang Faegan meragukan itu. Apakah mungkin Jihan mau kembali padanya?
****
"Cape banget bersihin tai burung tiap hari," Feyla berdecak kesal lalu menatap sangkar burung di hadapannya.
Semakin sebal, Feyla melotot garang "Apa lihat-lihat?! Mau gue jadiin burung goreng cabe ijo?!"
Dua pasang Merpati di dalam sana tampak meringsut mundur karena melihat bocah kematian yang tampaknya tidak main-main itu.
"Punya Abang kayak tai, udah pea, brengsek, gak jelas. Tiba-tiba melihara burung segala lagi!" Feyla mulai mengomel namun tetap membersihkan sisa kotoran burung yang berada di bawah sangkarnya. "Mana gue yang disuruh ngurusin!"
Feyla meraih ponselnya setelah selesai merawat dan memberikan makanan untuk burung itu. Gadis itu membalas pesan-pesan yang masuk termasuk dari Papa dan Mamanya yang sudah lama tidak berada di rumah. Lebih tepatnya dua hari setelah menyelesaikan masalah Faegan yang berurusan dengan polisi.
Untung saja keluarga Jihan setuju untuk berdamai, maksudnya--- untung saja Kakek Mallio setuju menandatangani surat perdamaian. Jika tidak, Feyla yakin saat ini Abangnya sudah berada di balik jeruji besi.
"Abang!" Feyla mengetuk pintu kamar Faegan. "Makan dulu. Kali ini mie buatan gue Alhamdulillah bentuknya utuh kok. Gak keriting, cuma agak gendut aja dikit. Kayaknya dia kebanyakan nelen air."
Selama Mama dan Papanya tidak ada, Feyla mulai belajar masak dengan giat karena biasanya Faegan tidak mau makan masakan pembantu, dia hanya mau makan masakan Dissa. Setelah lima kali membakar dapur, hari ini Feyla berhasil menyajikan sebuah mie kuah tanpa kuah namun terlihat begah. Bayangkan saja sendiri.
"Abang!" Feyla mengetuk lagi lalu menghela nafas pelan. "Bang Faegan! Buka dong! Masa udah semingguan gue gak liat muka lo! Lo ngapain sih di dalam kamar?!" pekik Feyla.
Feyla tidak tahan lagi, keningnya sudah membiru karena terus menghantam ubin setelah melompat ke balkon kamar Faegan. Hasilnya? Nihil, Faegan bahkan tidak membukakan pintu kamarnya.
"Awas aja kalau sampe gue liat lo kenapa-napa di dalem," Feyla melangkah mundur dan mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.
"KONSONAN BUMI DAN LANGIT BERSAKSI, BAHWA KEKUATAN PEREMPUAN BISA MENGHANCURKAN PINTU JELEK INI! HIYAKKK!"
"AUUHHH!" ringisan terdengar setelahnya, Feyla duduk gagal setelah keningnya lagi-lagi menabrak karena sial.
Feyla bersandar di pintu dan mulai merenungi nasib. "Udahlah selalu AFK, gak bisa punya pacar, sekarang pun harus selalu kena sial karena kening kampret ini," keluh Feyla.
"Feyla, ngapain neng? Lagi bertapa?"
Feyla semakin menghela nafas. "Nah itu dia Feyla, hidup lo emang gak pernah bahagia. Muncul juga pembawa masalah bernama Dion Aditama."
KAMU SEDANG MEMBACA
JANGAN CUEK!
Teen Fiction(SUDAH TERBIT, TERSEDIA DI GRAMEDIA) "Bisa gak sih kamu jangan cuek sama aku?!" "Ribet, mau putus?" Mengejar cinta pacarnya sendiri? Ini yang di alami Jihan Diana. Faegan Dirgantara bukanlah tipikal manusia dingin dan juga hemat bicara seperti di no...
