AKU UP ULANG KARENA BANYAK YANG GAK DAPET NOTIF.
TIM GERCEP, ABSEN DISINI!
VOTE DULU YEE, JEDER JEDER DUARR KUU🤍🤍
****
"Orang-orang cuma tau sifat buruk lo tanpa tau kalau pemikiran lo lebih buruk. Munafik, bodoh, gampang di begoin. Itu lo Jihan!"
-Rina Jovanka
*****
"Kenapa lo lakuin itu?" tanya Jihan pada Bara, gadis itu mengangkat alisnya tinggi-tinggi. "Bukannya lo janji bakal selalu ada di pihak gue, Bar? Lo ingkar lagi?"
Bara menghela nafas. "Gue tau Vani salah, tapi penjara itu berlebihan, Jihan. Kurang beberapa bulan sampai lulus, seenggaknya biarin dia tamatin masa sekolahnya dulu."
"Masa sekolah dia kelar, nyawa gue juga kelar dong. Lo percaya dia bakal diem aja? Lo lupa berapa kali dia pernah nyoba bunuh gue?" ucap Jihan. "Lo tau kan ada berapa luka yang ada di tubuh gue karena cewek ini?"
"Yang mana? Tunjukin ke gue luka mana yang bener-bener di buat sama Vani," jawab Bara menatap Jihan lurus. "Gak ada kan? Sebenarnya dia gak pernah lukain lo sedikitpun. Justru lo yang sering lakuin itu ke Vani. Tampar, cacian, bahkan barusan lo suruh dia cium sepatu lo?"
Bara tidak habis fikir. Dia tidak tau kenapa Jihan bisa di luar kendali seperti ini.
"Gue tau banyak luka di badan lo yang selalu lo tutup pake sweater panjang, tapi semua itu hasil tangan lo sendiri, kemauan lo sendiri, bukan karena orang lain," kata Bara serius. "Gue bahkan udah nyerah untuk nyuruh lo berhenti, Han."
"Harusnya lo tau Bara, mulut itu lebih berbahaya dari pedang," jawab Jihan dingin. "Dia gak lakuin pake tangannya sendiri, tapi dia gunain mulutnya untuk cabik-cabik gue lewat orang lain."
Bara mengusap wajahnya kasar. "Gue pengen lo berhenti disini Jihan. Semuanya. Gue mau lo balik jadi Jihan yang gue kenal. Bukan cewek jahat yang kayak gini!"
Jihan terkekeh. "Justru ini gue yang sebenernya," balas gadis itu. "Padahal lo yang paling tau gue, Bar."
"Jihan, jaga omongan lo," peringat Bara. "Lo udah kehilangan Faegan, lo juga mau kehilangan gue? Kalau lo selalu kaya gini, gak akan ada yang tahan ada di sisi lo termasuk gue!"
"Jadi intinya lo gak mau di sisi gue lagi?" tanya Jihan serius.
"Lo banyak berubah sejak pertunangan kita batal dulu, Han," ucap Bara. "Lo bener-bener bukan Jihan yang gue tau. Jihan gue gak pernah punya sikap buruk kayak gini."
Jihan tersenyum. "Pertunangan? Bukannya kebalik? Justru lo yang berubah sejak itu. Lo kecewa kan karena pertunangan itu batal? Apa lo tau siapa penyebab itu semua?" tanya Jihan sambil menatap Vani.
"Gue udah gak perduli. Yang gue perduliin sekarang cuman lo! Gue mau sahabat gue satu-satunya gak kehilangan arah kayak gini!"
"Bar, udah," Vani menarik-narik kecil ujung seragam turnamen milik Bara. "Lo harus pergi sekarang, perlombaan hampir mulai."
"Bener, gue gak ada waktu ngurusin cewek keras kepala ini," Bara setuju, dia masih menatap Jihan. "Gue gak marah sama lo, Han. Gue cuma sedikit kecewa."
KAMU SEDANG MEMBACA
JANGAN CUEK!
Fiksi Remaja(SUDAH TERBIT, TERSEDIA DI GRAMEDIA) "Bisa gak sih kamu jangan cuek sama aku?!" "Ribet, mau putus?" Mengejar cinta pacarnya sendiri? Ini yang di alami Jihan Diana. Faegan Dirgantara bukanlah tipikal manusia dingin dan juga hemat bicara seperti di no...
