(SUDAH TERBIT, TERSEDIA DI GRAMEDIA)
"Bisa gak sih kamu jangan cuek sama aku?!"
"Ribet, mau putus?"
Mengejar cinta pacarnya sendiri? Ini yang di alami Jihan Diana.
Faegan Dirgantara bukanlah tipikal manusia dingin dan juga hemat bicara seperti di no...
Btw, karena komennya sangat ramai part ini jauh lebih panjang untuk ucapan terimakasih kepada jari kalian yang lincah itu! Syg banyak-banyak pada para Jeder!🖤
****
"Gue brengsek kan? Gue pasti cowok paling brengsek dan plin-plan yang pernah lo temuin."
****
"Sini sayang, Mama bisa hilangin noda itu," Dissa mengambil alih sweater hijau dari tangan Jihan. "Barang kesayangan kamu ini akan balik seperti semula. Percaya sama Mama, ya?"
Randu mengintip, melihat Jihan dan istrinya yang mengobrol sambil duduk di ranjang miliknya. Feyla dan Faegan saja tidak Dissa perbolehkan masuk ke kamar mereka. Tapi khusus Jihan, bukan hanya masuk, dia bahkan diizinkan untuk tidur di sana malam ini.
"Papa ngapain?" tanya Feyla ikut melongokan kepalanya melihat ke dalam kamar. "Kasian-kasian. Udah jarang pulang, sekalinya pulang gak bisa tidur sama Bini-nya. Itulah karma untuk Bapak Toyib macam anda Tuan Randu."
"Kamu ini," Randu menarik kepala Feyla dan memitingnya kesal. "Anak kecil diam aja. Papa potong uang jajan kamu nanti."
"Oke, saya akan cari Papa baru. Kebetulan Guru baru di sekolah lumayan ganteng, dia juga bilang kalau kenal sama Mama. Jadi---"
"Ampun sayang, Papa minta maaf!" Randu langsung menyerah membuat Feyla tersenyum songong.
"Jangan sok ngelawan. Om itu lemah, jangan main-main sama saya!"
"Jihan tidur di sana malam ini?" Faegan muncul saat Randu akan membalas ucapan menyebalkan putrinya. Cowok itu tampak tidak terima. "Gak boleh. Jihan tidur sama Feyla aja."
"Setuju!" seru Feyla dan Randu hampir bersamaan.
Randu dan Feyla saling melirik dengan sorotan tajam masing-masing.
"Om, jangan ikut-ikutan, deh!"
Tatapan Randu langsung berubah. "Ayolah princess-nya Papa! Jangan nyakitin Papa terus! Om-om gitu gak baik, Fey!"
"Bodo amat."
"Mama!" Faegan mengetuk pintu tanpa berani melangkah masuk. "Aku mau jemput Jihan. Dia tidur di kamar Feyla."