73. Dalang

112 3 0
                                        

Di sebuah istana bernuansa hitam keabu-abuan, tampak seorang wanita cantik sedang memaki seorang pelayan. Di kamar mewah tersebut dia hidup bagaikan penguasa.

"Dasar rendahan! Kau mengotori hanfu baru ku sialan!!"

PRANG..!!

Wanita itu mencampakkan nampan yang dibawa pelayan tersebut dengan kasar, pelayan itu hanya bisa menunduk seraya terisak ketakutan.

"Ampuni hamba, Yang Mulia, hamba tidak sengaja," ucap sang pelayan, lalu bersujud di kaki wanita itu. Namun, dia malah menendang pelayan tersebut hingga menabrak dinding.

"Cih! Tidak berguna! Enyahlah sebelum Bengong menghilangkan kepalamu!!" bentak wanita itu dengan raut wajah menyeramkan. Dia bosan terus-menerus melenyapkan para pelayan hingga jumlah mereka berkurang.

Pelayan itu buru-buru keluar sebelum junjungannya berubah pikiran.

Wanita itu adalah Wang Mei Lan yang sekarang telah menjadi ratu dari Sekte Pedang Neraka. Di sinilah tempatnya. Tempat di mana dirinya bisa bebas berbuat sesuka hati tanpa peduli pada moral dan prilaku, karena hukum rimba adalah yang berkuasa di tempat ini. Ia mendengus kesal, kemudian mengganti hanfu basahnya dalam sekejap mata dengan yang baru.

Wang Mei Lan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, menatap langit-langit kamarnya yang mewah, sebelum merasakan ada tangan yang mengusap kepalanya dari belakang.

Dengan secepat kilat ia mengambil tusuk rambut di kepalanya dan mengarahkannya tepat di leher orang tersebut.

Sebelum tusuk rambutnya mengenai sasaran, sebuah tangan kekar menghentikan pergerakannya.

Wang Mei Lan segera duduk untuk melihat siapa yang telah mencekal tangannya. Orang itu tak lain adalah suaminya, Jun Xiang.

Wanita itu hendak menarik tangannya, akan tetapi segera ditahan dengan erat.

"Jika kau ingin membunuh orang dengan tusuk rambut ini? Maka.."

Dia mengarahkan tangan Wang Mei Lan yang masih memegang tusuk rambut ke arah dadanya.

"Di sini. Ku pastikan mereka akan mati dalam lima detik."

Jun Xiang melepaskan tangan sang istri. Wang Mei Lan segera menarik tangannya, lalu menatap pria itu tajam.

"Kau mengagetkanku," ucapnya kesal.

"Bukankah aku selalu muncul tiba-tiba? Mengapa kau tetap terkejut?" tanya Jun Xiang, ia mengangkat sebelah alisnya dengan wajah datar menjengkelkan andalannya.

"Lupakan!"

"Bagaimana dengan saudara pertamamu? Apakah wanita itu sudah lenyap?" tanya Jun Xiang.

"Tentu saja, selir itu baru saja melapor satu jam yang lalu. Tapi.."

Wang Mei lan tiba-tiba memotong ucapannya.

"Apa?"

"Putranya selamat," jawabnya dengan wajah kesal.

Mendengarnya, Jun Xiang lantas tersenyum misterius. Wang Mei Lan yang melihat senyuman itu pun mengerutkan alisnya.

"Apa yang kau pikirkan?"

"Kita bisa memanfaatkan nya," jawab pria tersebut dengan sederet rencana licik yang sudah tersusun rapi di otaknya.

"Apa maksudmu?" Dia bertanya sekali lagi. Dirinya memang tidak pernah tahu ke mana jalan pikiran suaminya itu.

"Kau akan tahu nanti."

'Sok misterius.' Wang Mei Lan mencibir di dalam hati.

"Aku bisa mendengarnya," ucap Jun Xiang dengan wajah datar. Ia bisa membaca pikiran.

 Triplets Princesses [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang