#44. Gerimis Objekmu

1.3K 138 1
                                        

▪︎▪︎▪︎

Tring~

Kak Jisoo is calling you...

Rosé bergegas menepuk saku belakangnya dan menemukan ponselnya bergetar dengan nama pemanggil Jisoo. Dianya praktis keluar dari ruangan untuk menjawabnya.

"Halo kak?"

"Rosie, lo masih di Bogor?"

"Masih dong, kan satu bulan kak. Ada apa?" Ujarnya sambil terus menuruni teras kantor dan mendekat ke arah pagar untuk memegangi bebungaan liar.

Di belakangnya, Kun memandangi itu dengan senyum tipis.

"Gapapa, nanya doang. Gue sama yang lain pengen main kesana ya."

"Jangan." Seolah-olah tak harus berpikir, Rosé menolaknya.

"Anjir ditolak. Sakit hati banget gue."

"Penginapannya penuh. Kalian mau tidur dimana ntar?" Ya memang logis, tapi Rosé punya alasan lain mengapa menolak para demisioner ikut campur kemari.

"Malemnya langsung balik lagi, Chie."

"Jangan ah."

"Kenapa sih?"

"Ya jangan aja, hehehe..."

Hening. Setelah mengatakan itu, Rosè lupa caranya bernapas dengan benar. Dia semakin brutal mencabuti rumput liar di sana dengan sekuat tenaga, guna menyalurkan gundah yang mendadak menyerangnya. Aneh. Bahkan Jisoo pasti menyadarinya ada yang berubah dari Rosé.

"Pokoknya gue pengen kesitu. Aneh banget demis ditolak begini. Kita juga gaakan marah-marah lah, tenang aja."

"Bukan itu kak." Rosè langsung menyelah. Benar-benar mengelak untuk opini itu.

"Terus kenapa? Bukannya bahagia ya lo mau ketemu gue. Nggak kangen apa?"

"Nggak ah. Males kangenin yang udah punya."

Jisoo terdiam, Jennie muncul memasuki kawasan. Melihat Rosé tengah menelfon, Jennie praktis menghampirinya dengan raut penasaran. Kemudian menepuk pundaknya dan bertanya tanpa suara.

"Siapa yang udah punya?"

"Elu lah, sama yang kemaren di alun-alun tuh. Soswit bener kak makan cuanki berdua."

Mungkin bukan hanya Jisoo yang merasa gelagat Rosè ini seperti sedang cemburu, begitupula Jennie. Kendati-pun Jennie tak tahu bagaimana awal mula percakapan ini, namun kekehan sumbang Rosé saat melafalkan hal tersebut membuat kening Jennie berkerut.

"Ketemu di alun-alun? Kapan, Chie?" Tanya Jennie.

"Itu temen kerja, Rosie. Waktu itu gue udah ajak kalian buat makan bareng ya, tapi lo nya aja yang malah pergi!"

"Ya nggak enak kak masa ganggu kalian hehehe..." Rosé menggaruk belakang tengkuknya sambil menyengir ke arah Jennie.

"Berarti bener dong kalau waktu itu Jaehyun sakit perut itu cuma embel-embel?"

Rosè tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya melirik Jennie yang kini sudah tersenyum asam dengan mata kucingnya yang menyipit.

"Naksir Jisoo ya lo?" Celetuknya yang langsung digelengi panik.

"Acieee... gausah bohong gitu sama gue Chie... gue tau gelagat lo kalau fall in love!" Ledek Jennie terus-menerus.

"Apaan anjir enggak! Fitnah nih Jennie, gasuka ah!" Rosé mendelik malas.

Himpunan | Jenlisa✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang