▪︎▪︎▪︎
Kalau dia bisa memimpin dan berjuang selelah dan sejauh ini, itu tandanya gue juga bisa meringankan setidaknya beberapa beban di pundak Jennie. Lisa membisikan kalimat itu begitu dia duduk di antara ketua departemen yang mengelilinginya. Dia menarik napas dalam, mencoba untuk tidak gugup. Walaupun rasanya memimpin rapat tanpa Jennie, begitu kosong dan canggung. Lisa akui dia tak sehebat untuk Jennie tinggalkan sendiri. Tidak seperti Jennie yang bisa melakukannya walau tanpa dirinya.
"Mau ngomong kagak lu?" Wendy menyenggol sikut Lisa.
Pukul 10, sebagian anggota yang telah Lisa perintah untuk kumpul datang tepat waktu. Hanya ada Rosè dan Kun sebagai pemilik acara, Wendy dan Joy sebagai perwakilan sekretaris serta bendahara, Tzuyu dan Taehyung selayaknya humas yang siap mengantar surat ke berbagai jaringan, terlepas itu sisanya seperti adik tingkat mereka yang terbawa ada Winter, Haechan, Yena, dan Jaemin.
"Kasual aja ye ngomongnya, gue deg-degan hehehe." Lisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Praktis setelahnya ditoyor Joy.
"Dangdut anying! Berasa apaan aja deg-degan! Buruan ngomong!"
"Cieeee, deg-degan mimpin rapat ye?" Rosè menyipitkan matanya.
"Sut, sut!" Lisa menggubrahkan. Dia lantas menegakan tubuhnya sembari menarik napas. "Oke, rapat kali ini dipimpin gue ya. Sebelumnya, makasih karena udah sempet luangin waktunya sebentar untuk kumpul di sini. Ada yang pengen gue revisi dulu nih sebelum kalian kerja lebih lanjut."
Semuanya praktis menanggapi dengan anggukan tenang. Sekalipun Si Joy sudah mati-matian menahan tawanya karena tak biasa melihat wajah Lisa sok serius dan tegas. Biasanya juga wanita itu hanya planga-plongo bila Jennie yang memimpin rapat.
"Punten Lis, bentar." Joy akhirnya menyelah juga. "Jennie-nya kemana emang?"
"Ke Jakarta dulu dia, dipanggil ortunya." Jawab Lisa.
"Lanjut mang." Joy mengacungkan jempolnya.
"Gue mau crosscheck dulu dari awal. Perizinan orang tua udah kesebar kan? Siapa aja yang bisa ikut?" Tanya Lisa menatap satu per satu anggota yang hadir di situ.
"Udah sist, aman." Rosè menjawab. "Semua anggota bisa ikut. Suratnya udah dipegang Kun."
"Pembagian tugas? Rundown acara dari hari pertama sampe hari akhir udah kesusun? Udah dibentukin jadi proposal buat di-share ke semua anggota?" Lisa melanjutkan.
"Rundown acara gue yang pegang. Nanti malem beres, ini masih diurutin Lis. Gue janji nanti malem udah bisa dibaca semua, gue share ke grup GPMM." Tutur Wendy.
"Oke, rundown anggap aja beres. Sekarang pengurusan izin, ikatan kerja sama antara pihak camat gimana?" Lisa menatap Tzuyu.
Menatapnya.
Cukup lama.
Hingga Tzuyu yang membuang pandangnya untuk menyerah. Dia menyenggol tangan Taehyung agar menjawab dan mengalihkan atensi Lisa.
"Jam 12 kita berangkat. Jadi, kita berempat izin nih kalau rapatnya sampai lebih dari jam segitu buat keluar duluan. Gapapa kan?" Taehyung mengungkapkan.
"Uhuy, jalan-jalan lagi euy!" Yena menggosok-gosokan telapak tangannya dengan raut wajah ceria penuh antusias.
"Teh Lisa katanya mau ikut?" Haechan menimpali.
"Liat jadwal dulu ya Chan, gue mau controlling yang lain. Kalian berangkat aja, nanti kabar-kabar ke gue, jangan ke Jennie."
"Lah, napa jangan ke Jennie, Lis?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Himpunan | Jenlisa✔
Fanfic(+) OT GEN3 "Mau nggak, membina hima bareng gue?" - Jennie. "Maunya membina rumah tangga bareng lo." - Lisa. ©️Kanayaruna, 2023 Notes: bacanya di rumah aja, bahaya kalau dibawa-bawa keluar. Bisa disangka orang gila.
