#63. Setengah Periode

1.4K 168 9
                                        

▪︎▪︎▪︎

Setau gue, Lisa udah move on dari Cuwi.

Lisa
Hari ini udah membaik belum jen?
Lo makan bener gak?
Kalau masih gakuat, gausah ke kampus ya
Biar gue yang urus aja
Get well soon, Jen

Pesan itu Jennie biarkan dengan ceklis dua biru tanpa jawaban ketika Lisa mengirimi tadi pagi pukul 7. Kenyataannya, Jennie tetap berbenah diri untuk persiapan meluncur ke arah kampus pukul 10.

Akhir semester telah selesai. Nanti September, mungkin mereka akan menjadi kakak tingkat paling berkuasa yang berada di kampus. Tapi, bukan masalah itu yang Jennie pikirkan, entah bagaimana hari ini dia mulai pusing memikirkan kkn dan skripsi. Padahal seharusnya dia fokus saja pada apa yang ada hari ini.

Dimulai dari pembinaan dan pengevaluasian himpunan. Musyawarah besar dengan para alumni, dan tentunya menarik banyak SDM. Semua beban di kepala Jennie bertumpuk menjadi kesatuan yang hebat.

Sesampainya di kampus dan berjalan ke arah sekre dengan langkah gontai, ternyata anak-anak lelaki yang tengah merokok di teras menyadari kehadirannya. Terlebih Taeyong dan Yuta yang langsung beranjak dan memboyong kehadiran Jennie.

"Bu, are you okay?" Taeyong berhenti menghisap vapenya.

"Emangnya gue kenapa deh? Perasaan baik-baik aja?" Jennie menurunkan tangan Taeyong yang mencekalnya.

"Lemes banget kayaknya lo? Lagi sakit kan?" Yuta bertanya.

Selama satu minggu setelah ujian selesai, Jennie membiarkan dirinya dijebak hening di dalam apartemen. Jadi, ini adalah rekor yang cukup lama untuk dia tak bertemu semua anggota himpunan. Namun, bertemu kembali seperti ini tidak ada yang berubah. Joy dan Yeri akan memimpin keributan di dalam.

"YA ALLAH, YA ALLAH, MAMAH! MAMAH UDAH SEHAT?!" Joy berlarian diikuti Dahyun dan Nayeon di belakangnya.

"Mamski udah sehat? Tapi mukanya masih pucet itu?" Dahyun meraba-raba seluruh tubuh Jennie yang langsung ditepis Jennie.

"Lo kalau gakuat dibilang gausah maksain." Nayeon bergeleng-geleng.

"Apasih, lebay deh lo pada. Gue sehat-sehat aja!" Jennie terkekeh, kemudian masuk ke dalam dan mendaratkan bokongnya di atas kursi.

"Widih, lo maksain dateng ternyata. Gimana? Udah mendingan?" Wendy yang tengah mengotak-atik laptopnya berujar dari depan.

Seulgi, Lucas, Ten, dan Johnny hanya memandangi itu dengan kekehan. Sebab mereka juga sibuk memasang infokus dan mengatur layar agar enak dipakai memaparkan.

Tak selang lama dari itu, kemunculan Lisa dan Tzuyu dari luar langsung membuat perhatian Jennie berbelok. Dengan wajah datar dan malas Jennie berusaha terlihat tidak ada apapun.

"Loh? Kok lo di sini sih Jen?" Lisa langsung berdiri ke hadapannya.

Sementara Jennie menghembuskan napasnya lamat-lamat. "Masalah buat lo?"

"Jelas. Lo lagi sakit harusnya di apartemen aja. Ngapain maksain kesini?" Lawan Lisa.

"Sok tau." Jennie berdecih kemudian beranjak. "Ayo, ayo, percepat!"

Lisa menarik napas dalam-dalam. Sekarang, perempuan itu justru bergerak mengendalikan semua orang yang ada di sini. Dengan wajahnya yang kelihatan lemas, matanya berkantung, dan dia masih mengatakan baik-baik saja? Hebat.

"Marahan lagi?" Tzuyu berbisik.

"Gatau tuh. Udah sekarang rapat dulu aja." Lisa mengendikan bahunya. Enggan mencari-cari masalah terlebih dahulu.

Himpunan | Jenlisa✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang