#66. Sport Day

1.5K 143 5
                                        

▪︎▪︎▪︎

"Apaan sih daritadi teriak-teriak terus ya? Kita juga denger kali, gausah teriak begitu. Nyebelin anjir!"

Suara itu datang tepat ketika Lisa baru saja turun ke lapangan dan berlalu ke belakang para barisan. Entah bagaimana tingkah konyol mereka ini, apakah tak melihat manusia segede gantar berlalu? Atau di matanya seolah tangga berjalan saja?

"Si Somi nyebelin anjir! Sok geulis!"

"FOKUS KE DEPAN, MABA!!!" Teriak Joy dari tengah lapangan.

"Sok kecakepan anying!"

"Dikira kita mau nurut ya kalau komandonya begini? Baik-baik aja bisa kali?"

"KAMU!" Lisa langsung berteriak. Habis sudah kesabarannya.

Dari belakang, yang membuat deretan barisan ini membalik belakang lantas terkejut menemukan dua orang wanita yang tengah menatap tajam. Barangkali keterkejutannya karena sedari awal orientasi, Lisa dan Seulgi tidak sampai turun ke lapangan.

"Geret aja Teh, geret. Harus dikasih paham dulu kayaknya." Timpal Seulgi dengan senyum disertai mata sinis penuh kilatan dendam.

"WOY, KOMDIS!! AMBIL NIH ORANG-ORANG GATAU DIRI SURUH KE DEPAN!!" Lisa melambai ke depan yang langsung membuat sejumlah komisi disiplin turun tangan berlarian.

Lisa menunjuk beberapa orang yang sudah ia tandai sedaritadi agar para panitia lain gusur ke tengah lapangan ini. Setelah mengumpulkan sejumlah orang itu, Lisa dan Seulgi berlalu ke tengah sana. Tepat di tengah sementara panitia yang lain diam di sisiannya, membiarkan Lisa menghabisi mati-matian. Apalagi Taeyong dan Hanbin yang berada di luar lapangan bersama Jennie, mereka hanya memandangi itu dengan senyum lebar.

"Lu pikir ni jurusan dan seisi fakultas punya nenek moyang lu? Pakek segala minta gamau inilah, gamau itulah--TAATI PERATURAN YANG ADA BAJINGAN!!!"

Seulgi tidak akan terkejut bila rekannya ini hanya mengumpat. Tapi, di luar dugaannya, Lisa menampar salah satu siswi perempuan hingga oknumnya menunduk pasrah.

"ANGKAT KEPALA LO!!!" Lisa berteriak lagi. "LO PIKIR KAKAK-KAKAK YANG KEMARIN LO KERJAIN BAKAL DIEM AJA? LO NGGAK NGEHARGAIN MENTOR SEKALIGUS DOSEN YANG UDAH NGASIH MATERI DI RUANGAN?! JANGANKAN DIMINTA REVIEW, DISURUH NYIMAK AJA PADA BERISIK! DAN LO! MAKSUD LO NGEBACOT DI BELAKANG BARISAN KAYAK TADI TUH APAAN? NGOMONG YANG KENCENG SINI DEPAN GUA!!"


"Wanjir, sampe dicabok begitu hahaha! Doi lo Jen, sekalinya disuruh turun lapangan lebih-lebih dari lo!" Hanbin menutup mulutnya, menahan tawanya agar tak terlalu meledak.

Sedangkan Jennie hanya cengar-cengir tak tahu diri. Bukannya menghentikan laungan Lisa di tengah, perempuan itu justru manggut-manggut seolah setuju apa yang Lisa lakukan di sini.


"Turun lo pada 10 seri!" Lisa menunjuk satu barisan di depannya ini. Kemudian menoleh pada Seulgi.

"Hitung Gi, sampe sabuknya bunyi, ulang dari awal!"

Seulgi langsung mengangguk. "Komando, saya ambil alih!"

Disaat Seulgi menghitung tegas jumlah serinya, Lisa maju lebih dekat ke hadapan jajaran kelompok untuk mengabsen satu per satu ketua barisan dan menarik-narik syal mereka dengan tampang sinis.

"TEGAK BADANNYA!! COWOK KOK LEMAH BEGINI? UDAH PADA MAKAN BELUM? ATAU MAU GUA SUAPIN?!"

"SIAP, SUDAH TEH!" Jawabnya serempak bulat.

"MAU MASUK AKUNTANSI KAGAK?!"

"SIAP, MASUK TEH!"

"MAU MASUK TAPI GAADA ETIKA DAN SOPAN-SANTUNNYA! LO PIKIR FAKULTAS NIH BUTUH DUIT LO PADA? LO PIKIR LO UDAH PINTER MASUK JURUSAN INI? GAUSAH NGERASA SOK PALING GUA! KALAU KAGAK MAU DIATUR MINGGAT AJA DARI SINI!!"

Himpunan | Jenlisa✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang