#2. Kampanye Dadakan

2.6K 300 55
                                        

▪︎▪︎▪︎

Berlanjut sampai ke hari-hari berikutnya mereka terus melakukan tukar opini entah bertemu secara langsung atau melakukan call telepon sampai rasanya Lisa tidak bisa kabur dari bayang-bayang Jennie. Pagi, siang, malam, yang biasanya di fakultas hanya akan berlalu-lalang dan sekadar saling usil, kini harus mengatur kinerja bersama. Masih kurang dipercaya, namun rasanya ini terlalu nyata sebab tiada hari Jennie yang pernah dia impikan untuk sedekat rekan, dapat terkabulkan.

Dalam wadah organisasi prodi, Lisa dan Jennie memang berada di atap yang sama. Bahkan yang lebih mengejutkan untuk kalangan orang baru, mereka berada di kelas yang sama. Tapi sayangnya, Jennie yang terlalu dingin dan sibuk tidak memungkinkan untuk Lisa yang terlalu sanskuy. Tak ada obrolan receh atau gurauan selayaknya teman. Lisa dan Jennie akan bertukar pendapat jika memang tugas matkul membutuhkan mereka berinteraksi.

Lisa tahu siapa Jennie. Manusiaan dari departemen humas itu memang terkenal perfeksionis dan ambisius. Tidak kalah terdengar jika event-event humas berlangsung, dia dan Taehyung akan selalu gencar kesana-kemari. Makanya sedikit mencurigakan mengapa tiba-tiba Jennie lebih berpihak padanya yang kentara asing, ketimbang dengan kolega timnya sendiri.

Waktu main, kelas menari di luar, hingga tugas-tugas kuliah yang biasanya bisa lebih cepat Lisa kerjakan berakhir terhambat hanya karena sharing persiapan bakal percalonan. Rasanya, tiap kali Jennie menggagaskan ide, Lisa ingin mengangguk saja. Tapi itu terlalu mustahil untuk Jennie yang senang merepotkan diri sendiri.

"Menurut lo gimana?"

"Cukup Jen."

"Eh tapi kayaknya ada yang perlu dirombak lagi deh."

"Seneng banget lo ngerepotin diri sendiri, heran gue."

"Yaudah nih kerjain."

"Jeeeennn?"

"Daritadi iya-iya mulu mikir kagak."

Seperti sekarang, Lisa masih asik menggulung dirinya di alasan selimut tebalnya sambil bertukar chat di grup. Tapi notifikasi Jennie yang datang membuatnya mendengus dan langsung mengumpat bersama kata-kata mutiaranya.

Tring!

Jennie
Ke kampus
Sekarang

L
Males
Ada kak irene ga?

Jennie
Ngapain nanyain Irene?

L
Mau gebet

Jennie
Dih
Buruan ngampus

L
Jawab dulu

Jennie
Ada

L
Ok, otw.

Jennie
Semangat bener?

L
Iyalah
Doi

Jennie
Kak Irene naksirnya ama Seulgi

L
Gausah diperjelas :)

Jennie
WKWKWKWK SUKURIN

L
Gajadi ngampus

Jennie
Lebay lo
Buruan

L
Hhhhh
Kenapa harus gue sih?

Read

Himpunan | Jenlisa✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang