▪︎▪︎▪︎
Jatuh cinta itu cukup berkesan ya. Jennie baru tahu kalau mencintai seseorang akan menjadi segoblok ini. Kalau dia diberi pilihan sedari awal, mungkin dia enggan menjatuhkan pilihannya pada Lisa. Satu manusia itu cukup brengsek untuk perasaan selembut dirinya.
Tanpa ada panggilan masuk atau chat seperti biasanya, sedari dua hari yang lalu, sepanjang malam itu yang Jennie lihat status whatsappnya hanya isi screenshootan nya dengan rekan-rekannya. Tapi, Jennie juga menyadari posisinya dimari. Salah siapa jatuh cinta pertama? Mana terikat aturan? Dan yang paling penting, dia tidak bisa memaksakan kehendak Lisa sekalipun dia tidak ingin terikat dengannya.
Lelah.
Memikirkan itu sepanjang malam sembari mengingat beberapa rumus untuk ujian di hari pertama ini, rasanya kepala Jennie nyaris meledak. Dia sampai uring-uringan berulang kali dan selalu setelah emosinya terlalu tinggi dia akan berakhir menangis. Pada akhirnya, dan selalu berakhir Jennie menyalahi dirinya yang terlalu bodoh melakukan ini semua.
You need to focus, Jennie... you need to focus...
Demi menyamangati jiwanya yang lemas, pagi itu, Jennie mengawali senin-nya dengan cukup baik. Ya, hanya dengan segelas susu dan sepotong roti dari apartemen, kemudian berbekal kepala yang penuh. Bagus sekali, rasanya Jennie ingin pingsan mendengar begitu ramainya jalanan kampus ketika waktu ujian begini.
Gedung fakultas di berbagai blok, lapangan, dan kantin-kantin yang Jennie lalui begitu gaduh. Bahkan orang-orang yang berada di belakang dan depannya saja kedengaran terus berbincang. Hanya dia satu-satunya yang kelihatan lesu memasuki gerbang fakultasnya sendiri.
"Jennie!" Hingga tiba-tiba seseorang merangkul pundaknya.
"Dateng sendiri lo? Tau gitu bareng sama gua!"
Jennie mendapati Taehyung yang memboyongnya.
"Gue bawa mobil." Ucap Jennie.
"Lemes bener? Males ujian ya lo?"
"Iya."
"Hahaha, sama Jen. Takut remedial gua. Takut ipk nurun anjir!"
"Aamiin."
"Kok aamiin anjir?!" Taehyung terlonjak kaget.
"Lo yang berdoa begitu, gue bagian aaminin doang." Jennie mengendikan bahunya.
"Hahaha, lucu amat! Kagak dong, ipk gua gabakal nurun! Organisasi sama matkul harus seimbang!"
"Aamiin."
Jennie benar-benar mode saving energy. Tidak mau ia buang dengan hal yang tidak terlalu penting. Jadi, dia biarkan saja Taehyung mengomel sambil merangkulnya sampai ke atas lantai 3 dan bertemu banyak manusia dari berbagai angkatan tengah berlaluan.
"Mangat ya Jen!" Taehyung melepasnya di depan kelas Jennie.
"Hm, makasih." Jennie mengangguk dan masuk.
"Taehyung ngapain kamu?!" Yuta sedikit berteriak dari luar, namun dengan nada bergurau.
"Taehyung ngapain kamu..." Taeyong menimpali sambil mengemut permen.
"Taehyung ya kamu..." Jackson ikut-ikutan.
"Taehyung kamu pelanggaran!" Tunjuk Lucas.
"Taehyung..." Hanbin menyipitkan matanya.
"Taehyung gaboleh gitu..." Kun juga.
Sedangkan Yoyo dan Jaehyun hanya tertawa menanggapi itu.
Sebaliknya, di dalam kelas Jennie, Seulgi dan Wendy hanya bisa saling lempar pandang pada kedatangan Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Himpunan | Jenlisa✔
Fanfiction(+) OT GEN3 "Mau nggak, membina hima bareng gue?" - Jennie. "Maunya membina rumah tangga bareng lo." - Lisa. ©️Kanayaruna, 2023 Notes: bacanya di rumah aja, bahaya kalau dibawa-bawa keluar. Bisa disangka orang gila.
