#7. Program Kerja Kabinet

1.8K 181 9
                                        

▪︎▪︎▪︎

Sesuai kesepakatan dalam grup, bukan hanya Jennie yang terlihat datang tepat waktu. Melainkan sudah ada anggota lain yang menunggu di luar pagar begitu Jennie membawa picanto hitamnya. Di depan sana, khususnya para anak pria dengan motor besar masing-masingnya kelihatan selayaknya anak geng yang hendak mengoroyok sebuah rumah.

"MANA NIH ANJIR SI KUNTI! TABRAK AJA TABRAK PAGERNYA KALAU MASIH GAADA! ATAU KLAKSON WEH LAH!" Rusuhnya Lucas menggoyang-goyangkan jeruji pagar tersebut seraya meneriaki nama Kun berulang kali.

"Bentar-bentar, gue coba telpon ini." Yuta merogoh ponsel dari balik saku jaket, kemudian jemarinya bergerak aktif di atas layar pipih itu untuk memanggil kontak Kun.

Di sisi-sisiannya, modelan seperti Jihyo, Nayeon, Dahyun, Sinbi, Tzuyu, dan Mina kelihatan lebih diam. Mereka sibuk berbincang sambil mengipasi wajahnya sendiri. Karena cukup terik matahari pagi ini, cukup indah untuk membakar kulit setiap manusia yang melupakan sunblock dalam perawatannya.

"WOY GEMBEL! NGAPAIN DI SITU DAH HAHAHAHA!!" Dari samping kursi kemudi Jennie, ada Yeri yang sibuk menertawai pemandangan demikian.

"Yer, bawa mobilnya masuk." Jennie melepas seatbelt dan berlalu keluar.

"Wey, gapapa nih nabrak?" Yeri terkesima dengan perintah itu. Jennie ini lupa atau bagaimana? Dahulu, pernah sekali dia membawa mobilnya dan berakhir penyok karena tak sengaja menabrak bahu jalan. Lalu, apa kali ini? Apakah Jennie sudah bosan dengan mobilnya dan berniat mengganti dengan yang baru?

Pada saat yang sama Jennie turun, tidak selang lama suara klakson motor dari belakang bertambah ramai. Dari suara bebek jadul yang khas, Jennie bisa menebak tanpa menoleh bahwa itu Lisa. Sementara klakson berdengung itu milik motor Seulgi atau Wendy.

"WEEH KENAPA INI PADA KAYAK GEMBEL?"

Nahkan. Wakahim heboh itu sudah bersuara. Namun, Jennie masih sibuk mencari sesuatu di pinggiran pagar yang membuat Johnny dan Taehyung beringsut menjadi penasaran.

"Nyari apaan sih yang?" Tanya Taehyung sebagaimana matanya ikut berjalan mengabsen sesuatu di sana.

"Bel. Ini pasti ada---nice! I got that!" Jennie tersenyum puas mendapati tombol kotak berwarna merah yang ketika dia tekan, suara itu akan menyambung sampai ke dalam.

"Goblok, ini anak kemana dah!" Yuta misuh-misuh di belakang. Sudah terlampau muak karena telfonnya tidak ada yang terjawab, dia berpikir lagi bagaimana caranya memanggil Kun dari mansion selebar ini. Pasti sulit untuk menebus ketenangan di dalam sana.

"Anjir, tau gitu daritadi Jen!" Johnny menepuk jidat.

"Yeu, kalian aja yang nggak lihat." Decak Jennie.

Benar saja. Hanya butuh waktu sekejap, pintu utama mansion terbuka lebar. Menampakan seorang Kun dengan penampilan bantalnya, dia berlarian disertai cengiran canggung sebab sudah membuat rekan-rekannya menunggu lama.

"YEU ANJING! DIPANGGILIN DARITADI, BUDEK LO?!" Yuta menghardik dari belakang tubuh Lucas.

"Handphone gue disilent Yut. Lagian kenapa baru ngebel coba?" Ujar Kun yang masuk ke dalam sebuah pos, kemudian tak lama pagar terbuka otomatis.

"Anjir ini rumah apa istana sih? Dia anak konglo, ya?" Sambil mengeratkan peluk pada tubuh Wendy, Joy berbisik dari sisi bahunya.

"Kolong jembatan." Timpal Wendy yang langsung ditoyor oleh Joy.

"JENNIE BAWA LAGI MOBILNYA ANJIR! YANG ADA TAMAN BUNGA SI KUN ANCUR KETABRAK KALAU GUE YANG BAWA!" Mendengar jeritan itu, Jennie baru tersadar bahwa Yeri belum terbiasa menyetir. Dia praktis berlarian ke arah mobilnya lagi. Dan sempat melirik Lisa di samping, wanita berponi itu menyengir dengan begitu lebar.

Himpunan | Jenlisa✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang