"Kurasa aku sudah memutuskan untuk mulai mencintai siapa"-Arnesa
Sudah berminggu-minggu Nesa menyibukkan dirinya dengan tugas dan persiapan ujian uji coba OWL, memikirkannya saja sudah membuat Nesa pusing, benar saja rasanya Nesa sudah diserang Typus sekarang.
"kembalilah ke Hogwarts setelah libur natal, itu lebih baik" Nasehat Terrence sambil memberikan Nesa obat obatan Muggle untuk memulihkannya. Nesa kini menjadi gadis berambut silver dengan kacamata. Tentu saja itu perlu agar dia tidak menabrak sesuatu saat berjalan. Sejak kejadian ia menahan kutukan Voldemort, rasanya matanya menjadi sangat buram, seperti sudah tidak bisa menembus seperti dulu lagi.
Kursi roda nya juga suda berganti dengan tongkat bantu jalan yang Terrence beli dari rumah sakit Muggle biasa Nesa memeriksakan keadaannya.
"Jangan konyol, ujicoba ujian dilakukan sebelum libur natal. Tolong izinkan aku ikut ujicoba. Hanya 1 hari" pinta Nesa sembali menyatukan kedua telapak tangannya.
Terrence hanya menarik nafas kasar dan mengangguk.
"lusa kuantar kau ke hogwarts, ingat. Hanya 1 hari tidak lebih. Kita berangkat dari Hogsmeade. Rumah ini tidak ada perapiannya" jelas Terrence yang sepertinya sedikit tidak rela.
---
Pagi sekali Nesa sudah berada di ruangan Dumbledore. Membersihkan jubahnya dari abu.
"Dimana dumbledore?" Tanya Nesa. Terrence menggeleng, merapikan pakaian Nesa. "Aku akan menjemputmu sore nanti" ucap nya.
"setelah itu ajak aku berkeliling di Hogsmeade. Aku belum pernah berkeliling disana" rengek Nesa sambil menarik narik jas Terrence. Pria itu hanya pasrah.
"baiklah"
Terrence kemudian pergi dengan bubuk flo, ia harus kembali ke london. Karena ia bekerja di sebuah Bank Muggle dekat rumah Nesa ia tak bisa berlama-lama karena peraturan dunia Muggle sejujurnya lebih mencekik.
Nesa keluar dari ruangan Dumbledore,menuruni beberapa tangga dan membelah beberapa lorong. cukup sulit, mengingat dia harus menggunakan tongkat. Suasana tidak terlalu ramai, mungkin karena ini masih sangat pagi.
Beberapa murid menyalami Nesa dan menyapanya yang baru terlihat sejak berakhirnya tahun ke 4 kemarin. Kemudian tiba-tiba suara teriakan mengagetkan Nesa.
"Nesaaa!!!" teriak Ron dari arah belakang langsung menghantam tubuh mungil Nesa sampai terjatuh tak kuat menahan pelukan Ron. Keduanya terjatuh saling berdampingan "Bloody Hell, kenapa kau membawa benda aneh" Tanya ron sembari mengulurkan tanganya membantu Nesa.
"ceritanya sangat panjang, singkatnya sebagian tubuhku sempat lumpuh setelah turnamen. Aku baru bisa berjalan dengan tongkat beberapa minggu ini. Kau tahu sebelumnya aku hanya bisa pakai kursi roda, itu sebabnya aku melanjutkan tahun ini dari rumah" Jelas Nesa.
"rumah ? kau dirumah Snape?" Nesa kemudian tertawa kecil dan menggeleng. "rumahku sendiri, Terrence dan Andrew yang membelinya. Mainlah kerumahku natal nanti Terence pulang ketempat orang tuanya aku hanya sendiri" Jelas Nesa.
Mereka sudah sampai di Great Hall, sepertinya sudah cukup ramai, mengingat Nesa yang berjalan lambat dengan tongkatnya.
"JADI KAU TINGGAL SERUMAH DENGAN HIGGS?" teriak Ron. seisi Great Hall kemudian memandang 2 bocah itu.
"sssttt tutup mulutmu Ronald !! itu tidak seperti yang kau bayangkan. dia kakakku" Ucap Nesa yang kini mengunci kepala Ron di ketiaknya kemudian menjitak kepalanya.
"itu sakit bodoh" gerutu Ron.
lagi-dan lagi, seseorang berlari kemudian menabrakkan tubuhnya pada Nesa yang untungnya kini tidak terjatuh. sesorang menahannya. Yang tentu bukan Ron.
"kemana saja kau? bahkan kau tidak mengabari anak asrama saat sudah sadar. Kami sempat Syok saat Draco bilang kau sudah tidak ada di rumah sakit. lagi pula tak bisakah-" kalimat Pansy terhenti karena Blaise menutup mulutnya. Nesa yang masih tercengang dan tubuhnya di tahan oleh Theo dari belakang hanya diam.
"Kau boleh pergi Weasley. Nesa akan makan di meja asramanya" Ucap Theo. Seorang Theo bersikap sangat tenang dengan Ronakd Weasley. kemajuan pesat. Ron juga sepertinya kaget, dia hanya menggaruk tengkuknya dan pergi ke meja makan Gryffindor. Nesa sedikit melirik, sepertinya Harry dan Hermione belum datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
SERENDIPITY [Draco Malfoy]
Fan-Fiction"Sebuah kebetulan aku bertemu dengan semua hingga kebetulan itu membawaku dalam pelukanmu.. sampai akhir. peluklah aku" Nesa tak menyadari bahwa ia merupakan salah satu bagian penting dalam sekolah sihir yang bahkan tidak pernah ia mimpikan. "sadar...
![SERENDIPITY [Draco Malfoy]](https://img.wattpad.com/cover/336778869-64-k217432.jpg)