"Tidak ada yang sempurna, tapi percayalah perasaanku padamu sudah sangat sempurna sampai tak mau yang lain lagi"-Athena
Hari ini, tepat dihari natal Hogwarts mengadakan pertemuan sejenis Reuni. Tentu semuanya sangat antusias. Mengingat setelah perang, Dunia sihir kembali menjadi lebih tentram dan damai, Semua berkat Harry potter?
tidak sepenuhnya, banyak orang yang tidak tahu bahwa saat itu ada gadis keturunan Black menjadi salah satu alasan dibalik kemenangan kubu Harry.
"Kau sudah siap?" Andrew membantu wanita didepannya untuk memasangkan hiasan rambut kecil di ujung rambutnya yang dikepang satu, dengan anak rambut yang tergulai menghiasi wajahnya.
"How do I look?"
"Perfect"
Wanita tadi kemudian meraih gadis kecil yang tertidur pulas diatas ranjang. Memeluknya dalam gendongannya. Di usapnya perlahan pipi gadis itu, wajahnya sangat mirip dengan Wanita berambut hitam itu, atau setidaknya ada list silver di ujung rambutnya.
"Aku akan menyusul dengan Theo setelah selesai mengajar"
"Kau yakin?"
Perempuan tadi mengangguk kemudian memberikan gadis kecil bernama Arnesa itu ke gendongan Andrew. Dengan hat-hati Andrew berjalan menuju perapian untuk berangkat menuju Hogwarts, Ya siapa yang mau melewatkan Reuni besarseperti ini?
"Ingat, jangan sampai dia hilang dari pandanganmu, atau aku akan menggantungmu di menara burung hantu"
Andrew terkekeh mendengar ucapan Wanita didepannya, dan mengangguk kecil.
"Jangan bermain terlalu jauh dengan memorimu" Peringat Andrew yang emndapat senyuman dan anggukan dari wanita dihadapannya.
----------------------------------------------------------
Andrew mengitari Great Hall yang sudah menjadi ruang pesta dan di hias dengan nuansa natal, dia sedang kebingungan kesana kemari sambil membawa mantel kecil berwarna Biru muda. Andrew mengusap rambutnya kasar karena sudah hampir menyerah mencari dimana Arnesa kabur kali ini. Bocah itu selalu saja main kabur-kaburan saat bersama Andrew.
"Krum ? kau terlihat sangat bingung, ada apa?"
Pria kacamata itu datang bersamaan dengan Ron dan Hermione. Andrew yang sudah sedikit frustasi hanya menjawab sembarang.
"Anakku hilang entah kemana"
"Anak ? kau sudah punya anak? tapi kami tak pernah mendengar berita pernikahanmu"
DEG !!
Andrew tercekat dengan ucapannya sendiri, mereka benar. Ini akan aneh saat pria yang belum menikah tapi memiliki anak.
"Astaga Potter, bisakah kau membantuku dulu. Kau juga Granger, Weasley. Atau ibunya akan menggantungku di menara burung hantu" Ucap Andrew sudah putus asa.
"Aku seperti pernah mendengar hal ini sebelumnya" lirih Hermione pada Ron, dibalas anggukan oleh Ron.
Harry juga merasa hal yang sama, dia seperti pernah mendengar ancaman itu sebelumnya. "Seperti apa anakmu?"
"Dia berambut panjang, matanya berwarna abu kebiruan, dia memakai pita berwarna merah. memakai sepatu berwarna putih. Usianya sekitar hampir 3 tahun lebih"
Andrew melangkah beberapa meter kemudian berbalik "Namanya Arnesa. tolong carikan ! ini darurat" Tambahnya Lagi.
Harry yang mendengar itu seakan langsung diberikan keberuntungan berlipat-lipat ganda, Apa kemungkinan Athena disini ? dia juga ingat ancaman itu yang Athena berikan pada Andrew di tahun terakhir mereka bersama. Fikirannya langsung mengarah pada Malfoy. Dia harus diberi tahu!
KAMU SEDANG MEMBACA
SERENDIPITY [Draco Malfoy]
Fanfic"Sebuah kebetulan aku bertemu dengan semua hingga kebetulan itu membawaku dalam pelukanmu.. sampai akhir. peluklah aku" Nesa tak menyadari bahwa ia merupakan salah satu bagian penting dalam sekolah sihir yang bahkan tidak pernah ia mimpikan. "sadar...
![SERENDIPITY [Draco Malfoy]](https://img.wattpad.com/cover/336778869-64-k217432.jpg)