Orde of Phoenix 1

167 10 2
                                        

Malam ketika aku melanggar janjiku adalah malam terindah sebagai sebuah malam petaka, maybe I start to Loving you  -Arnesa

2 orang remaja sedang berlarian menembus orang-orang di arah pintu Great Hall, mereka seperti sedang saling kejar.

"Hey bocah gila !! tunggu !!" Teriak Draco masih mencoba membelah kerumunan di Great Hall.

"sial-sial sial. aku harus sampai dikamar atau dia akan terus menungguku" gerutu Nesa.

Brrukkk !! 

"aww" lirih Nesa memegang i sikunya yang berdarah karena terhantam ujung dinding kastil.

"Sorry the- I mean Nesa. apa kau baik-baik saja?" Tanya laki-laki dengan rambut gelap.

Nesa masih meringis kesakitan karena siku dan kakinya mendapat luka ringan "tidak, aku mungkin akan lumpuh lagi karena-"

belum sempat Nesa menyelesaikan ucapannya, Theo langsung menyambar tubuh Nesa dan menggendongnya menuju Hospital Wing.

"hilang Andrew terbitlah Theo" Gerutu Nesa yang kini siku dan lututnya sedang diobati. "kau tahu Theo, aku seperti bocah. ini hanya luka kecil" Ucap Nesa sambil menarik nafasnya dalam.

"Arnesa ! apa yang terjadi padamu?" Teriak Harry dari arah pintu di ikuti Hermione dan Ron.

"Kau sakit lagi? apa yang dirasa ? bagian mana yang sakit?" Cecar Hermione sambil meraba dan memindai setiap inci tubuh Nesa.

Nesa mengambil nafas kasar "aku baik-baik saja. ini luka kecil"

"bagi kami, tapi tubuhmu sangat lama untuk menyembuhkan diri" Sahut Theo sambil memberikan sebuah ramuan. 

"Bagaimana kau tahu? bahkan hanya Terrence dan Harry yang tahu itu"
Nesa merengek "aku kan masih terus meminum obatku, tidak bisa dicampur dengan ramuan"

"Ya itu benar, obat Muggle tidak bisa dicampur sembarangan, atau nanti dia akan Overdosis Nott" Ucap Hermione. Theo menghela nafasnya kemudian meletakkan Ramuan itu diatas nakas.

"aku tahu karena aku memang tahu Nesa, kau tadi buru-buru. apa ada yang mengejarmu hm?" Tanya Theo yang kelewat halus seperti sedang membujuk bocah 5 tahun.

Nesa memainkan ujung kakinya yang tergantung pada bangsal rumah sakit, matanya melirik pada orang sekitarnya. Mulai dari Theo, Hermione, Harry, kemudian Ron secara bergantian.

"Katakan Nesa, apa ada yang mengganggumu?" Tanya Ron sedikit lebih tidak santai dari Theo.
"mereka benar, sudah 2 minggu kau kembali,tapi sikapmu jadi aneh" Tegas Hermione.

"Pansy bilang kau terlalu sering tidur di asrama singa sampai ranjangmu tak pernah kau tiduri" Ucap Theo.

"apa? dia tidak pernah tidur di asrama kami" Sela Hermione. "Jawab aku, diamana kau tidur Ms Snape" Tanya Hermione galak.

Brakk !!! suara pintu Rumah sakit terbuka dengan cukup keras, disana berdiri Draco dengan memegang lutut dan nafasnya sedikit tersengal. Sepertinya dia baru saja berlari.

"K-ka-kau kenapa menghindariku huh?" Tanya Draco tiba-tiba kemudian berjalan menuju ranjang Nesa dengan tatapan tanpa putus.

"Tunggu, ada apa antara kau dan Malfoy Arnesa?" Sela Harry, rahangnya mengeras. Sepertinya dia marah.
"Ya Potter benar, ada apa antara kau dan aku, Nesa" Tambah Draco

Semuanya kini saling pandang.

"Ehem !! bukankah sudah jelas tertulis bahwa seluruh siswa dilarang bergerombol" Ujar seseorang dengan pakaian serba pink dan berambut coklat.

SERENDIPITY [Draco Malfoy]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang