Catch Me seeker !! Hope I'll be yours -Athena
Nesa terduduk ditepian tembok kastil, diantara jendela yang sedikit rendah. Kakinya tergantung mengayun dengan bebas. Tongkatnya masih bertengger dirambut panjangnya, anak rambutnya terjatuh diantara keningnya yang pucat.
"Kau sedang apa disini anak kecil?"
Nesa menghela nafasnya sedikit berat, menoleh kearah sumber suara itu berasal. Andrew !!
"menunggu kematian"
"Hussh bicaramu !! Jangan mati Arnes, karena aku tidak punya orang lain disini. Malfoy tidak semenyenangkan dulu"
Nesa terkekeh mendengar ucapan Andrew yang sangat serius itu, mereka terduduk menikmati angin sore itu.
"Arnes" Panggil Andrew masih berfokus kearah lorong kastil terkadang ada lalu lalang yang tidak begitu ramai.
"hemm?"
"hari ini aku belajar ramuan dengan Professor Slughron. Aku mencium amortentiaku dengan aroma Matcha, Hujan, dan manis parfummu"
Nesa sedikit terkejut, namun ekspresinya masih datar, memandang lekat laki-laki disampingnya itu.
"And, aku dulu mengira bahwa aku jatuh hati pada Terence atau Harry. Tapi ternyata itu hanya rasa nyaman. Kenali dulu. Setahuku amortentia hanya menciptakan obsesi bukan rasa cinta"
Gadis tadi beranjak dari tempat duduknya, menyibakkan roknya. "tapi And, aku akan memikirkan untuk berpetualang denganmu di kemudian hari"
Andrew menatap tak percaya seiring hilangnya punggung gadis itu di ujung lorong.
"kupastikan petualangan kita akan indah" lirih Andrew.
----
Nesa masih memandang lurus kearah deretan meja professor, ayah angkatnya belum terlihat. sesekali matanya menangkap Pansy, Daphne dan teman Slytherin lainnya.
"apa kursi ini kosong?"
Nesa mendongak menghadap keatas. Ada Blaise disana. Nesa menyungging senyum getir.
"kosong, tapi disana masih banyak yang kosong. Kau bisa kena sial kalau duduk didekatku"
Blaise tertawa sangat renyah kemudian duduk di samping Nesa.
"semakin hari rambutmu semakin berkurang hitamnya"
"yah, aku suka bermain dengan warnanya. Aku merasa warna silver cocok dengan kulit pucatku" Nes tersenyum memotong daging asap didepannya dan melahapnya dengan santai. sesekali menyeruput kopi dihadapannya.
"kurasa kau harus tidur dengan baik. wajahmu sangat pucat. Melihat setiap hari kau menenggak kopi, sepertinya malam kau susah tidur"
lagi-lagi Nesa dibuat tertawa kecil dan tersenyum getir "siapa yang mengirimmu kesini tuan Zabini? apa ada keperluan?"
Terlihat Blaise merogoh kantong jubahnya dan mengeluarkan sebuah amplop berwarna hitam dengan pita silver. Ada ukiran timbul berbentuk huruf M disana.
Amplop itu diberikan pada Nesa, jemari gadisitu membolak balikkan amplop itu. menamatinya dengan seksama.
"Malfoy?" Tanya Nesa sembari menaikkan alisnya.
"pesta akan diadakan diasrama kita, datanglah bersama mantan anak Durmstrang itu. Draco juga mengundangnya"
Nesa manggut-manggut walau sebenarnya belum tahu pasti acara apa itu. Jemarinya bergerak membuka amplop itu mulai dari melepaskan pitanya, kemudian mengelurakan sebuah undangan mewah berwarna coklat.
KAMU SEDANG MEMBACA
SERENDIPITY [Draco Malfoy]
Fiksi Penggemar"Sebuah kebetulan aku bertemu dengan semua hingga kebetulan itu membawaku dalam pelukanmu.. sampai akhir. peluklah aku" Nesa tak menyadari bahwa ia merupakan salah satu bagian penting dalam sekolah sihir yang bahkan tidak pernah ia mimpikan. "sadar...
![SERENDIPITY [Draco Malfoy]](https://img.wattpad.com/cover/336778869-64-k217432.jpg)