34.

778 42 5
                                        

~Selamat membaca~

"E-ee.. nggak papa kok, eh cepet dong pesen makanan udah laper nih" ujar ayla

"Elleh..Lo gak usah mengalihkan topik deh"

"Hah siapa?" Tanya Ayla

"Ya lo lah siapa lagi dari tadi juga gw ngomong sama Lo" ujar bunga kesal

"Loh kok aku?, Emang topik nya pindah kemana, tadi pagi di kelas Masi ada kok, lagian aku juga cuman tau namanya doang gak kenal sama dia, emang aku pindahin kemana" jawab Ayla panjang kali lebar

Bunga mengerjap dengan mulut sedikit menganga, apakah otak bunga yang tak mampu memahami ucapan Ayla yang melenceng dari arah pembicaraan nya

"Wait-wait, maksud Lo apaan nih?, lo bicara arahnya kemana dan topik yang Lok maksud itu apa?"

"Loh, topik temen sekelas kita kan?, Emang dia pindah kemana kok kamu nyalain aku?" Jawab Ayla dengan polos

Bunga menggeplak jidatnya tidak habis Fikri, bisa-bisanya Ayla kefikiran teman sekelasnya yang namanya topik dan beda konsep lagi sama yang di maksud bunga mengalihkan topik sama topik temen sekelasnya haduh..gustiii!

"Lo gak tau topik la?" Tanya bunga

"Tau, topik temen sekelas kita kan?" Jawab ayla

"Topik yang Lo maksud sama topik yang gw maksud itu bela laa!..astagfirullah, ya allah"

"Loh aku salah lagi?" Tanya Ayla bingung

"Gak Lo gak pernah salah!, Lo slalu benar!" Ketus bunga

"Terus?"

"Kalo yg Lo maksud itu topik orang, dan yang gw maksud topik itu pembicaraan sayang.." bunga mencoba sabar, ia yang kesabarannya setipis tisu di belah 3 dibagi 10

"Emangnya topik bicara apa sama kamu?" Tanya Ayla lagi dan lagi, pertanyaannya yang semakin kesana makin kesini

Bunga mengusap wajahnya dengan telapak tangan, kali ini kesabarannya bagaikan tisu di terjang air syowwer

"Au ah anjir! Karep mu, Lo polos apa bego si la?!, polos sama bego emang bedanya tipis sih" amuk bunga

"Usstt.. gak boleh gitu bung..kita sebagai perempuan lisannya harus dijaga, sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang lebih berat di timbangan seorang mukmin pada hari kiamat kecuali akhalak yang mulia dan sungguh Allah sangat membenci orang yang lisanya kasar dan kotor (HR. Tirmizi)" nasehat Ayla lembut

Plak..

Salma yang tiba-tiba menggeplak kepala bunga dengan tangannya

"Aduh sst.. sakit anjeng, main geplak aje lu"

"Baru aja tadi di nasehatin" ujar Salma yang mengeluarkan suara emasnya itu

"Sstt.. hehe maaf maaf ustazah Ayla, saya refleks tadi, keceplosan susah banget di remnya nih mulut udah kebiasaan, insya Allah gak diulangin lagi deh kalo gak keceplosan" ujar bunga sambil cengengesan

"Makadari itu sesuatu yang buruk itu, sekalipun kita blum pernah melakukannya jangan pernah mencoba, kalo berani mencobanya nanti bisa suka jadinya, kalo udah suka jadi kebiasaan nantiya, yang namanya kebiasaan itu susah buat di ilanginya, jadi jangan pernah membiasakan diri pada hal yang tidak di ridhoi-nya, hilangkan kebiasaan buruk itu sedikit demi sedikit insya Allah nggak bakal rugi" nasehat Ayla lagi

"STOP BESTIH" bunga menaruh jari telunjuknya dibibir Ayla

"Nasehat yang kamu lontarkan pada saya membuat saya tertampar, tertusuk, tertendang, terjungkal, sambil kayang"

Sisi Lain dari GusTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang