42. Titik Temu

4.6K 222 108
                                        

-Happy Reading-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-Happy Reading-

-

-

-

-

BUAKK!

Satu hantaman keras dari Gio mendarat telak di rahang Fenzo. Tubuh pemuda itu terhuyung, menghantam meja kayu di dekatnya cukup keras.

"Cuma segitu kemampuan lo?" tantang Fenzo sambil mengusap darah di bibirnya. Tanpa aba-aba, ia membalas dengan pukulan keras ke perut Gio. 

"Lo seberani ini cuma karena cewek tadi? Siapa dia buat lo, hah?!"

Kedua pemuda itu bergulat di lantai, suara tulang beradu dengan marmer menjadi melodi yang mengerikan di tengah keheningan anggota inti lainnya.

"Kenapa lo jadi brengsek gini, hah?!" raung Gio, sembari menekan tenggorokan Fenzo dengan lengan bawahnya. 

"Lo bawa cewek ke markas dan nyerahin dia ke Jax! Lo mau lihat dia mati, atau sengaja mau pamer seberapa brengseknya ketua King Cobra?!"

Fenzo tertawa parau. Darah merembes dari sela giginya, menciptakan seringai yang tampak seperti iblis. "Itu urusan gue, Gio. Bukan urusan lo. Nggak usah sok jadi pahlawan di depan gue!"

"Kalau Kapten sampai tahu, kita semua bisa habis!" Gio kembali menghujamkan tinjunya. Fenzo tak tinggal diam, ia membalas dengan pukulan yang tak kalah brutalnya.

​"CUKUP!" teriak Abimanyu.

​Karena tidak ada yang mau berhenti, Rave dan Abimanyu terpaksa turun tangan. Mereka menarik paksa keduanya untuk menjauh.

"Lepasin gue!" teriak Gio masih terus memberontak.

"KALAU MAU MATI, JANGAN DISINI!" bentak Abimanyu dengan suara menggelegar.

Seketika, keheningan menyelimuti ruangan. Hanya terdengar suara napas mereka yang tersengal. Gio menyentak pegangan Rave dengan kasar, lalu menjatuhkan dirinya ke kursi.

​"Asal lo semua tahu," suara Gio merendah, "Dia dan tiga temannya yang nolongin gue sama anak-anak dari serangan Scorpion Minggu lalu."

"Emang iya, Nyu?" bisik Raden, suaranya bergetar ngeri.

Banyu mengangguk pelan. "Iya. Kita berlima dikepung lima belas orang Scorpion. Mereka nggak pakai tangan kosong, mereka juga bawa senjata."

​"Kenapa nggak ngabarin kita atau anak-anak Vagos?" tanya Abimanyu dengan rahang mengeras.

​"Nggak sempat, Bi. Mereka ngepung tanpa aba-aba. Bahkan..." Zaid menyentuh bekas luka di lengannya, "Gio hampir mati kalau tusukan itu nggak dihalau salah satu dari gadis tadi."

DRAFENZO SHAQUILLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang