43. Flashback

3.5K 136 16
                                        

-Happy Reading-
.
.
.
.
.
•••••°°💙°°•••••



Dua tahun lalu...

Jalan hidup mereka mulai berbelok ke arah yang berbeda.

Akira masih menjalani hari-hari ringan sebagai siswi SMP. Bangun siang di akhir pekan, tertawa tanpa beban, dan menganggap dunia masih sederhana.

Sementara itu, Rhanaya... lebih dulu ditarik masuk ke dunia yang terlalu berat untuk usianya. Di umur lima belas tahun, ia terjebak dalam ambisi kelas akselerasi SMA. Sebuah mimpi yang perlahan berubah menjadi tekanan.

Awalnya, Akira tidak menyadari perubahan itu. Rhanaya hanya terlihat lebih lelah. Lebih sering mengurung diri di kamar. Lebih banyak diam.

Dia pikir itu wajar. Hanya kelelahan akademis biasa. Akira tidak tahu... ada sesuatu yang perlahan menghancurkan saudara kembarnya dari dalam.

Sampai malam itu datang. Satu pesan singkat, cukup untuk merubah segalanya.

"Ra, jemput aku di kamar 053, Club X. Tolong... aku takut."

"Sialan!" 

Tanpa berpikir panjang, Akira langsung melesat menembus malam. Angin menerpa wajahnya, tapi tidak cukup untuk meredam rasa panik yang terus membesar di dadanya.

Saat motornya berhenti di depan gedung dengan lampu neon menyilaukan itu, ia melihat seseorang berdiri tak jauh dari pintu masuk.

Kenzo. Kakak kelas sekaligus kekasih Rhanaya. Wajahnya tegang dan tampak gelisah. Tanpa menunggu lebih lama, gadis itu segera menghampiri.

"Loh, Kak Kenzo di sini juga?" tanya Akira penasaran.

Kenzo menoleh cepat. "Iya, Ra. Rhana chat aku, suruh jemput di sini."

Hening sesaat.

Tatapan mereka kembali bertemu sesaat, keduanya memahami satu hal yang sama.

Ada yang tidak beres.

Tanpa membuang waktu, mereka langsung berlari ke lantai atas. Suara musik keras dari bawah terasa jauh, tenggelam oleh detak jantung yang berdentum di telinga keduanya.

Di depan kamar 053, Kenzo tidak lagi menahan diri, ia mendobrak pintu dengan keras. Dan dalam satu detik itu, kewarasan Akira runtuh.

Di dalam sana, Rhanaya meringkuk tanpa busana di atas ranjang. Ia mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut yang berantakan. Tatapannya kosong, penuh ketakutan.

Di sisi lain ranjang, seorang pemuda berdiri mematung dengan wajah pucatnya. Bintang. Lelaki yang selama dua tahun terakhir menjadi tempat Akira bersandar.

"BAJINGAN LO!" 

Raungan Kenzo memecah keheningan. Tanpa aba-aba, pemuda itu merangsek maju, menyeret Bintang jatuh ke lantai lalu menghujaminya pukulan tanpa henti.

Akira tidak peduli dengan keributan itu. Seluruh fokusnya hanya tertuju pada Rhanaya. Langkahnya terasa berat saat mendekat. Seolah setiap inci jarak itu dipenuhi sesuatu yang tidak ingin ia terima.

"Na..." 

Rhanaya menunduk dalam dengan tubuh gemetar ketakutan. "Maaf... maaf.. aku dijebak, Ra. Aku dijebak..." ucapnya berulang kali.

Tanpa ragu, Akira merengkuh tubuh dingin itu. "Mana yang sakit, Na? Bilang sama aku..." bisiknya, jemarinya mengusap punggung polos Rhanaya dengan lembut, mencoba menjadi pelindung di saat dirinya sendiri hancur.

DRAFENZO SHAQUILLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang