48. Bangkitnya Dragon Fire🌿

3.6K 104 12
                                        







💙Happy reading manis💙
_
_
_
_
...
...

Sebentar lagi. Ucap seseorang dalam hati.

Orang itu telah lama berdiri di depan sebuah makam seseorang yang sangat amat disayanginya. Sorot matanya hampa, terluka dan penuh kepedihan. Sore ini tubuhnya ia biarkan basah kuyup di bawah derasnya guyuran hujan. Dengan pakaian serba hitam, lengkap dengan topi bewarna coklat susu dan kacamata hitam bertengger manis di hidungnya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, orang itu juga langsung berbalik meninggalkan makam yang sudah ia taburi berbagai macam bunga hingga wanginya menyerbak kemana-mana. Tak lupa juga dengan 2 buah bunga mawar biru masih utuh diletakkan di atas batu nisan dengan nama, Ariyon Dermaga bin Adiyaksa Dermaga.

Dengan langkah perlahan dan juga isi kepala yang kini kembali dipenuhi teriakan-teriakan kesakitan, ia pun tersenyum miris seraya memegangi dadanya yang kembali terasa sangat sesak, berjalan keluar dari pemakaman dengan langkah sedikit tergesa.

Dirinya sudah sangat muak, kepalan tangan disisi tubuh membuat kuku tangannya memutih. Tatapan penuh kobaran amarah dan dendam yang sangat amat begitu kentara terpancar.

Dia akan menghancurkan seseorang itu lebih dari ini, itu janjinya.

"Nyawa dibalas nyawa!" ujarnya dalam hati.

-----------------<--->------------------

Derap langkah kaki terdengar di sepanjang lorong gedung dengan penerangan yang terbilang sangat kurang. Lorong yang sepi, hanya dinding abu-abu yang kini menemani langkahnya.

Masih lengkap dengan baju serba hitam yang sedikit basah karena guyuran hujan, rambut yang dicepol asal membuat beberapa helai rambut lepas dari ikatan. Tak lupa kaca mata hitam yang masih bertengger cantik di hidung kecil sedikit mancung itu.

Sampai pada belokan kedua, terdengar suara gaduh celotehan dari beberapa orang yang berdiri di lorong seperti sedang berjaga. Suasana mendadak hening ketika orang dengan pakaian serba hitam itu berjalan santai melewati mereka, semuanya menundukkan kepala serempak tanpa suara.

"Tidak begitu buruk." ucapnya pelan.

Langkah kakinya berhenti tepat di depan pintu besar, jarinya mulai menekan beberapa tombol yang terpasang disana sehingga pintu besi itu terbuka lebar secara perlahan. Pandangan beberapa orang di dalam sana kini teralihkan, pintu kembali tertutup sempurna ketika kakinya masuk sepenuhnya kedalam ruangan.

Dengan gerakan slowmotion, tangannya mulai membuka kacamata hitam yang mengganggu penglihatannya. Senyum tipis di sudut bibir terlihat sangat jelas di wajahnya.

"Hello Dear..." sapaan pertama yang keluar dari mulutnya.

Sekitar 20 orang langsung berdiri dengan pandangan berbeda-beda. Menundukkan kepala serempak dengan senyum bahagia terpampang jelas di wajah mereka.

"Ready to rise?"

Ucapan yang terlontar itu membuat kepala mereka mendongkak kembali dengan serempak.

"KAMI SIAP!"

Balasan yang terdengar begitu semangat dan penuh keyakinan membuat orang itu lagi-lagi menyunggingkan sudut bibirnya.

DRAFENZO SHAQUILLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang