BAB 41 "Playboy"

45 4 0
                                        

"Nyebelinnn... "

"Dasar nyebelin... "

"Dasar playboy... "

"Buaya darat... "

Icha berteriak-teriak sendiri. Mengeluarkan kekesalannya pada Revan.

"Kenapa juga sih aku masih suka sama cowok nyebelin dan playboy kayak Revan."

"Aaa.... Aku benci sama kamu Revan. Aku benci." kata Icha kembali menyuarakan kekesalannya pada Revan.

"Jangan benci-benci ntar cinta lagi." kata Navy yang baru muncul.

Icha langsung menoleh ke sumber suara saat mendengar perkataan itu. Dan menampakkan Navy yang sedang berjalan ke arahnya.

"Kenapa? Kesel banget kayaknya?" kata Navy lagi.

"Iya emang. Kesel banget gua ama Revan. Dia benar-benar nyebelin." Kata Icha.

"Apa susahnya sih maafin gua?" tanya Icha lalu menjawabnya sendiri. "Iya sih emang susah, dibohongin lagi. Tapi nggak gini juga kali. Sikapnya benar-benar berubah. Gua nggak kenal lagi sama Revan yang sekarang."

"Loe hanya perlu sabar Al. Gua yakin sebenarnya Revan itu udah nggak marah sama loe. Dia sedang menguji loe aja. Apakah loe tulus meminta maaf? Atau apakah loe benar-benar mencintai dia?"

"Loe nggak lupa kan saat Revan memutuskan Alysa demi Icha. Itu buktinya kalau Revan benar-benar cinta sama Icha sama loe Al." kata Navy lagi.

"Gua nggak yakin Revan masih suka sama gua. Loe nggak lihat sih gimana tadi Revan mengabaikan gua demi cewek itu."

"Loe harus yakin Al kalau Revan masih cinta sama Loe. Loe harus perjuangin cinta loe ke Revan. Itu pun kalau loe emang masih cinta sama Revan."

"Gua masih sangat cinta sama Revan. Dari dulu sampai detik ini. Perasaan gua ke Revan nggak pernah berubah Nav. Gua masih sayang sama Revan."

"Nah makanya loe jangan nyerah dong. Semangat. Oke."

Icha mengangguk dan tetap mencoba tegar. "Oke."

***

Pagi-pagi sekali Icha sudah berada di rumah Revan. Dia juga sudah membuatkan sarapan buat Revan. Namun sayang orang yang Icha cari tidak ada di rumah. Dia sudah berangkat ke kampus 1 jam yang lalu. Itu kata mamanya Revan. Padahal jam kuliah masih ada 2 jam lagi.

Icha lalu memesan ojol untuk membawanya ke kampus. Setelah sampai di kampus, Icha langsung mencari keberadaan Revan. Namun kata teman-temannya Revan, Revan belum datang ke kampus.

"Revan kamu di mana sih? Aku WhatsApp nggak di bales, di telepon juga nggak diangkat." Icha berbicara pada dirinya sendiri.

20 menit sebelum kelas di mulai. Namun batang hidung Revan tak kunjung terlihat. Hingga akhirnya Icha memutuskan untuk menunggu Revan di kelas saja. Dan benar setelah beberapa detik, Revan muncul juga. Dengan tersenyum, Icha menghampiri Revan.

"Hai Revan. Kok kamu baru dateng sih? Ke mana aja? Tadi aku ke rumah kamu, tapi kata mama kamu, kamu udah berangkat." tanya Icha yang tak mendapat jawaban sedikit pun dari Revan.

"Kamu mau duduk di sini?" kata Yudha yang peka dengan keadaan. Dia lalu pindah tempat duduk ke belakang, agar Icha bisa duduk di samping Revan.

Flashbakck On

"Jadi Alysa dan Icha itu orang yang sama." kata Yudha tak percaya setelah mendengar cerita Juno.

Juno mengangguk meyakinkan sahabatnya itu.

"Pantes aja Revan marah sama Alysa. Revan pasti ngerasa dibohongin sama Alysa." kata Yudha.

"Ini semua salah gua. Ini ide gua. Padahal Alysa udah menolaknya." kata Navy menyalahkan dirinya sendiri.

Ketika Playboy Jatuh Cinta (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang