BAB 19 "Bimbang"

66 4 0
                                        

"Oh ini ni cewek yang bikin gua di putusin sama Revan. Biasa aja ternyata." ucap Vita dengan nada mengejek.

"Kok mau ya Revan sama cewek model kayak gini. Cantikan juga loe Vit." ejek Shinta menghina penampilan Alysa. Shinta adalah sahabat baik Vita.

"Jangan-jangan dia pakai pelet lagi. Makanya Revan bisa suka sama dia." ucap Yeni sahabat baik Vita juga. Dia sedang berbicara pada kedua sahabatnya yang lain. Membicarakan Alysa yang ada di depan mereka.

"Sorry, gua nggak ada kepentingan sama kalian." ucap Alysa melangkah pergi. Namun di tahan sama Vita.

"Loe nggak nyadar loe udah ngerebut Revan dari gua." ucap Vita emosi.

"Gua nggak pernah ngerebut Revan dari loe. Kalau loe mau marah. Marah aja sama Revan. Dia yang udah nyakitin hati loe. Nggak ada urusannya sama gua." ucap Alysa tak kalah emosi.

"Dasar cewek perebut cowok orang." Vita berniat menampar Alysa. Namun tangannya yang sudah melayang di udara tiba-tiba tertahan oleh tangan kekar milik Revan.

"Vita, loe apaan sih?" tanya Revan emosi.

"Gara-gara dia kan loe mutusin gua." jawab Navy bertanya.

"Dia nggak ada hubungannya sama putusnya kita. Jadi loe nggak berhak nyalahin dia. Dan jangan pernah loe cari gara-gara lagi sama Alysa. Kalau gua lihat loe masih nyakitin Alysa. Gua bakal bikin perhitungan sama loe." Revan mengajak Alysa pergi setelah mengucapkan beberapa kalimat ancaman buat Vita.

Alysa menghentikan langkah kakinya setelah berjalan beberapa langkah. Membuat Revan juga ikut menghentikan langkah kakinya. Dengan sedikit kasar Alysa melepaskan genggaman tangan Revan dari tangannya. "Loe bisa nggak sih nggak gangguin gua. Bisa nggak sih jauhin gua dan nggak deket-deket lagi sama gua." ucap Alysa kemudian.

"Kamu kenapa sih tiba-tiba ngomong gitu? Kemarin aja waktu aku kecelakaan. Kamu khawatir banget sama aku. Perhatian banget sama aku. Tapi kenapa sekarang kamu jadi judes lagi sama aku. Kamu masih marah karena aku pernah jadiin kamu barang taruhan. Kamu belum maafin aku."

"Gua cuma nggak mau jadi bullyan mantan-mantan loe lagi. Kemarin gua kekunci, sekarang mantan loe ngelabrak gua. Besok apa lagi? Dan gua yakin mantan loe nggak hanya 2. Ditambah lagi gebetan-gebetan loe yang lain. Gua cuma mau kuliah di sini dengan tenang Revan. Jadi please gua mohon sama loe jangan pernah deket-deket lagi sama gua. Bisa kan?"

"Aku nggak bisa Alysa."

"Kenapa? Kenapa nggak bisa Van?"

"Karena aku... " Revan tak lagi bisa melanjutkan ucapannya. Kemarin-kemarin dia yakin kalau dia menyukai Alysa. Tapi kedatangan Icha membuat hatinya sedikit bimbang. Siapa yang sebenarnya ada di hatinya.

***

Sore itu, Revan dan kedua sahababatnya sedang berada di lapangan basket. Tidak hanya mereka bertiga, tapi Juno juga mengajak Navy untuk melihat permainan basket mereka.

Revan terlalu gabut setelah diabaikan Alysa tadi siang di kampus. Itulah kenapa Revan akhirnya mengiyakan ajakan Juno untuk bermain basket. Setidaknya berkumpul bersama sahabat mampu menghilangkan kegalauan Revan.

"Nav, Alysa mana? Kenapa nggak loe ajak ke sini?" tanya Revan saat melihat Navy yang datang sendiri tanpa Alysa. Padahal mereka tinggal satu rumah.

"Dia di rumah. Lagi ngerjain tugas. Makanya dia nolak waktu gua ajak ke sini." jawab Navy lalu duduk di sebelah Juno.

"Guys gua pergi dulu ya." pamit Revan pada teman-temannya.

"Mau ke mana? Belum juga main, masak udah mau pergi aja." tanya Yudha.

"Ada urusan. Kalian main aja tanpa gua." Revan pergi setelah berpamitan pada teman-temannya.

"Icha." ucap Revan saat berpapasan dengan Icha di pintu keluar. Icha yang hendak masuk ke lapangan, dan dirinya yang hendak keluar dari lapangan basket.

"Hai Revan." ucap Icha tersenyum. "Kamu mau pergi ya?" tanya Icha.

"Icha." ucap Yudha menghampiri Revan dan Icha yang masih mematung di pintu lapangan. "Ini beneran kamu Icha. Teman SMA aku?" tanya Yudha tak percaya saat melihat Icha ada di hadapannya. Pasalnya mereka sudah lama tidak bertemu.

"Iya aku Icha teman SMA kamu. Kamu apa kabar Yudha?" ucap Icha.

"Aku baik. Kamu?"

"Baik juga."

"Kamu mau main basket ya. Emang bisa?"

"Kamu ngremehin aku."

"Enggak. Bukan gitu maksud aku."

"Haha bercanda kok."

"Ya udah ayo main." Yudha mengajak Icha untuk main basket bersamanya. "Van katanya mau pergi. Udah sana." Yudha mengusir Revan.

***

"Gua ikutan main." ucap Revan yang sudah berada di tengah lapangan bersama Yudha, Juno, dan Icha.

"Kamu nggak jadi pergi?" tanya Juno saat melihat Revan yang kembali ke lapangan.

"Enggak jadi." jawab Revan. Dia sudah siap untuk bermain basket.

Mereka berlima pun mulai bermain basket. Navy yang awalnya cuma berniat menonton juga jadi ikutan main basket. Pasalnya dia bosan kalau hanya menonton sendirian.

"Aku nggak nyangka ternyata kamu jago juga ya main basketnya." ucap Yudha setelah mereka selesai bermain. Ia sedang berbicara dengan Icha. Memuji permainan basket Icha yang keren.

"Nggak biasa aja. Jagoan juga kamu." ucap Icha merasa malu karena pujian yang dilontarkan Yudha untuknya.

"Besok-besok kita main basket lagi ya. Tapi berdua aja. Nggak usah ajak mereka."

"Ada yang lagi PDKT nih." ucap Revan asal.

"Syirik aja loe." protes Yudha tak trima diledekin Revan.

"Gimana Icha? Mau kan?" tanya Yudha lagi pada Icha. Pasalnya ajakannya tadi belum mendapatkan jawaban dari Icha.

Icha hanya tersenyum mendapati ajakan Yudha padanya. Dia bingung harus menjawab apa. Kenapa malah jadi salah sasaran gini. Dan sejak kapan Yudha jadi syok asyik gini dengannya. Pasalnya sejak SMA mereka jarang banget ngobrol.

"Kalau kamu mau nolak nggak usah takut Cha. Jangan karena kamu nggak enak kamu iyakin ajakannya Yudha." ucap Revan lagi. Membuat Yudha jadi kesal. Belum juga mendapat jawaban dari Icha, Revan malah terus mengganggunya.

"Revan. Resek banget ya loe." ucap Yudha kesal.

"Nggak ada yang mau ngenalin nih gua sama teman kalian." ucap Navy karena dianggurin sejak tadi. Mereka terlalu sibuk dengan Icha. Navy mencoba mengganti topik pembicaraan agar tak terjadi perdebatan lagi diantara Revan dan Yudha yang sepertinya semakin memanas.

"Kok malah diem. Oke gua kenalan sendiri kalau gitu." ucap Navy lagi karena tak mendapatkan jawaban.

"Hai kayaknya kita belum kenalan deh. Kenalin nama gua Navy. Nama loe siapa?" ucap Navy memperkenalkan dirinya pada Icha.

"Aku Icha." ucap Icha yang juga memperkenalkan dirinya pada Navy. Mereka saling berjabat tangan.

"Loe anak universitas Harapan Bangsa juga ya? Dari jurusan mana? Kok gua nggak pernah lihat loe."

"Oh bukan. Aku nggak kuliah di sana. Aku kenal sama Revan, Yudha dan Juno karena kita dulu pernah satu SMA. Kalau kamu pasti satu kampus ya sama mereka?"

"Iya kita satu kampus. Satu jurusan juga. Cuma beda kelas aja.".

***

Rabu, 22 Februari 2023

Ketika Playboy Jatuh Cinta (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang