06. Materi Kuliah

778 87 2
                                        

Jaejoong membawa kantong sampahnya ke bawah untuk dibuang, kegiatan rutinnya di malam hari sebelum tidur. Bibi Sun seorang pemerhati lingkungan, dia pendukung garis keras kegiatan daur ulang sampah, jadi semua penyewa wajib memilah sampah mereka ke bak yang sudah disediakan. Setiap pagi Bibi Sun akan memeriksanya, jika ada yang kedapatan asal membuang, dia akan memberikan denda. Dari mana Bibi Sun tahu ada pelanggaran? Ada mata terpasang di atas bak sampah.

Jaejoong melihat ke arah cctv lalu melambaikan tangan dan mengacungkan jempol, kemudian mulai memasukkan satu per satu sampahnya ke dalam bak. Tidak terlalu banyak, hanya berisi botol air mineral, gelas mie instant, gelas mie instant, plastik roti, plastik roti, selebihnya potongan sayur sisa bahan masakannya. Sudah satu minggu ini setiap hari berisi sampah yang sama. 'Apa Yunho tidak pernah makan makanan selain mie instant dan roti untuk sarapan atau makan malam?' Batin Jaejoong.

Jaejoong kembali ke atas dan mencuci tangan. Dilihatnya masih ada sisa masakan untuk makan malamnya tadi. Dia sudah kenyang, tapi pasti basi jika dibiarkan sampai besok. Sayang sekali kalau sampai terbuang. Jaejoong sudah membuka mulut untuk melahapnya, tapi kemudian terbesit sesuatu. Senyumnya langsung mengembang, aah jenius sekali! Cepat-cepat dia mengeluarkan lagi peralatan makannya dari rak piring.

"Ini, makanlah."
Kata Jaejoong sambil menyajikan semangkuk nasi dan tumis tahu untuk Yunho.

Yunho menurunkan buku bacaannya dan melihat sekilas apa yang Jaejoong bawa untuknya.

"Aku sudah kenyang." Jawabnya.

"Mana mungkin kenyang hanya dengan mie instant. Ayolah, bantu aku menghabiskan, aku masak terlalu banyak tadi, perutku sudah penuh, sayang sekali kalau dibuang." Mangkuk nasi itu disodorkan lebih mendekat.

"Ck. Makanya lain kali kalau masak kira-kira."

"Memasak untuk porsi kecil itu sulit tau."

Akhirnya Yunho pun menerima mangkuk nasi itu. Jaejoong tertawa dalam hati ketika melihat Yunho mulai mengunyah, sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sudah kenyang.

"Eh, Yunho, aku ada ide. Bagaimana kalau kita bersimbiosis mutualisme?"

"Apa?" Tanya Yunho dengan mulut penuh nasi.

"Kita iuran uang untuk makan. Aku yang memasak, kau yang mencuci piring, bagaimana? Akan lebih hemat daripada beli makanan jadi di luar sana. Aku juga lebih mudah memasaknya kalau untuk porsi 2 orang."

Yunho terlihat sedikit berpikir.
"Berapa?"

"Mm... masing-masing ₩ 100.000? Kalau habis, tinggal iuran lagi saja."

"Siapa yang akan memegang uangnya?"

"Karena aku yang belanja dan memasak, jadi mungkin lebih mudah kalau aku yang pegang."

"Lalu bagaimana aku tahu kau tidak akan menggelapkan uang itu?"

"Aiish, apa aku terlihat licik?? Akan kubuat pembukuan, kau bisa memeriksanya sewaktu-waktu!"

"Mn. Boleh. Mulai kapan?"

"Tunggu uang beasiswa cair saja. Seharusnya cair besok atau lusa kan?"

"Mn."

"Aku juga mau ada jadwal membuang sampah. Setiap hari selalu aku yang naik turun membuang."

"Aku juga setiap hari menyapu lantai. Tapi tidak mengeluh."

"Kemarin aku membersihkan closet dan lantai kamar mandi!" Jaejoong tidak mau kalah.

"Aku sudah membersihkannya duluan 3 hari yang lalu."

"Aaaarrgh kita buat jadwal saja!"
.
.
.
.
.
.
.
.
Leptop milik Yunho terbuka di meja. Yunho duduk di lantai sebagai operator, sementara Jaejoong duduk di sofa mengawasi.

5 Years M-ContractCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang