"Apa ada hal lain yang ingin kau sampaikan Jae?"
Tanya Hayoung kepada Jaejoong.
Sama seperti kemarin, Jaejoong mengulang lagi situasi dimana ia dikelilingi oleh berpasang-pasang mata yang menaruh curiga padanya. Hanya bedanya, pemilik mata dan suara yang mempergunjingkannya di ruang meeting hari ini adalah para manajemen.
Jaejoong sudah mengatakan semua yang dia ketahui tentang invoice dari Vendor palsu, dan dia tetap konsisten dengan pernyataannya, yaitu tidak bersalah, tapi tetap saja, tidak ada bukti yang mendukung perkataannya itu. Sekarang dia tengah berdiri sebagai tersangka.
"Aku tidak mengerti bagaimana CCTV dan data di sistem kita bisa menjadi seperti itu, tapi sampai kapanpun, aku tidak akan mengakui sesuatu yang tidak pernah aku lakukan."
Hayoung menghela napas panjang seakan kecewa dengan jawaban yang dia dengar. "Sudah cukup dariku. Apakah masih ada yang ingin bertanya padanya?"
"Tidak ada? Kalau begitu silakan, Bapak Direktur." Melihat tidak ada lagi yang akan bersuara, Hayoung sebagai moderator kemudian menyerahkan waktu kepada jabatan tertinggi untuk pengambilan keputusan akhir. Sebenarnya keputusan sudah dibuat sebelum Jaejoong diundang masuk ke ruangan, Direktur Utama beserta para jajaran manajemennya sudah mendiskusikan mengenai sanksi dan kelangsungan status Jaejoong di Firma itu. Menghadirkan Jaejoong dan mendengarnya berbicara hanya sebagai formalitas untuk mempertegas semuanya.
Ko Yonghan, pria berumur yang nampak disegani itu, mendekatkan mikrofon ke arahnya. Dia adalah direktur utama Firma. Posisi duduknya tepat bersebrangan dengan tempat di mana Jaejoong berdiri. Jaejoong bertemu pandang dengannya tanpa sedikitpun menunjukkan wajah gentar, meskipun tahu apa yang akan didengarnya setelah ini bukanlah sesuatu yang baik.
"Kim Jaejoong. Masalah seperti ini, bukan masalah nominal, tapi moral. Apakah kau sadar jika akibat dari tindakanmu itu, membuat kita kehilangan kepercayaan dari klien?"
"Itu bukan tindakanku."
"Kita berada di Firma Hukum, Jaejoong, jadi semua perkataan harus didukung dengan bukti yang konkret, atau semuanya hanya akan terdengar seperti omong kosong."
"....."
Jaejoong mengepalkan kedua tangannya. Dia tahu itu..
"Meskipun ini termasuk tindak pidana, tapi aku tidak membawanya ke ranah hukum, karena hanya akan mempermalukan nama Firma. Tapi aku tetap harus mengambil tindakan tegas terhadapmu. Kudengar kau masih sangat baru di sini? Berapa lama?" Yonghan bertanya kepada Hayoung.
"2 bulan."
"2 bulan. Kau bahkan masih berada dalam masa kontrak, tapi sudah berani bertindak sejauh itu. Kuakui, nyalimu sangat besar."
"....."
Mata Jaejoong mulai memerah karena menahan emosi.
"Aku menyesal telah menerimamu bekerja di sini, Jaejoong. Cukup sampai di sini saja, aku tidak ingin melanjutkan kontrak kerjamu, atau mengijinkanmu bekerja setelah keluar dari ruangan ini. Kau di---"
CEKLEK.
Tiba-tiba pintu ruang meeting terbuka tanpa ketukan.
"Tahan."
Kata Yunho sambil berjalan santai masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan eksekutif, membuat semua mata, tidak terkecuali Jaejoong, melihatnya dengan heran.
"Yunho? Apa yang kau lakukan di sini? Kami sedang melakukan pertemuan tertutup khusus manajemen." Park Sanghyun langsung menegur staffnya yang masuk tanpa ijin itu.
"Pertemuan apa. Kalian bahkan tidak memberikan kursi pada tamu undangan. Duduk di sini Boo, pertunjukan akan lama." Yunho menarik 2 buah kursi, kemudian tersenyum sambil mendudukkan Jaejoong di salah satunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
5 Years M-Contract
أدب الهواةKim Jaejoong dan Jung Yunho, 2 orang mahasiswa yang sama-sama miskin, berbagi rumah demi berjuang dalam kesulitan hidup mereka.
