"Yunho makan di luar lagi?"
"Sepertinya begitu. Dia sedang menangani kasus pembebasan lahan milik perusahaan Kim's Building & Construction, dia mungkin sedang makan siang dengan para preman sekarang, hahahaha!"
"Preman??"
"Yah, kudengar pihak yang mempersulit pembebasan lahan mengerahkan preman lokal untuk menjaga daerah itu, jadi para lawyer juga menggunakan trik yang sama, menyewa jasa preman untuk mengimbangi pihak lawan."
"Jasa preman?? Aku baru tahu kalau itu bisa diperjual belikan.. Apa jasa seperti itu termasuk objek pajak?"
"Tentu saja. Mereka bahkan punya agency resmi Jae. Mm..tapi bukan murni agency. Perusahaan yang terdaftar sebagai agency itu hanya kedok para kelompok mafia untuk menjajakan jasa mereka, hahahaha!"
Jaejoong nampak khawatir. Tapi seperti biasa, menyembunyikan semuanya dalam suapan nasi.
"Apa dia akan baik-baik saja?" Tanyanya sambil makan.
"Dia sudah biasa menangani hal seperti itu. Hati diginnya tidak hanya terasa di kantor ini saja Jae, tapi di luar juga. Itulah yang membuatnya selalu berhasil memenangkan kasus-kasus sulit, dia tidak peduli pada lawannya. Jangan khawatir, namanya sudah terkenal di kalangan para preman sewaan di luar sana, lagipula dia tidak langsung turun ke jalan bersama preman-preman itu, itu hanya salah satu langkah untuk mengusir pengacau. Dia hanya mengamati dari jauh, dan turun tangan untuk bernegosiasi degan pihak lawan ketika keadaan sudah aman."
"....."
"Masih mengkhawatirkannya?"
"Tidak."
Junsu kemudian mengeluarkan handphone lalu terlihat mengetik sesuatu. Beberapa detik kemudian sebuah notifikasi masuk ke handphone Jaejoong.
"Nah, itu. Yunho belum ganti nomer, tapi mungkin kau kehilangan nomernya waku kecurian handphone dulu. Berkontak sendiri saja dengannya."
Jaejoong melihat nomor kontak yang Junsu kirim lewat aplikasi chat. Itu benar, dia memang kehilangannya. Karena lama tidak dipakai, handphone lamanya rusak, dan dia tidak sempat menyalin daftar kontak di dalamnya.
[ ADD CONTACT ] [ IGNORE ]
Jempol Jaejoong masih mengambang di udara, bingung untuk menekan pilihan yang mana..
.
.
.
.
.
Malam harinya.
Yunho tengah memandangi layar handphone sampai matanya sendiri panas. Sambil tiduran di ranjang, dia betah menonton status seseorang di sebuah aplikasi chat.
( Online )
Hari ini Junsu mengiriminya nomor kontak Jaejoong yang baru. 'Ternyata dia ganti nomor.. Pantas saja tidak bisa dihubungi.. Apa aku perlu menghubunginya untuk memberitahukan nomorku? Tapi untuk apa..'
( Mengetik )
Yunho terperanjat sampai terduduk di kasurnya. Status Jaejoong berubah. 'Dia mengetik pesan padaku?! Dari mana dia tahu nomorku? Ah.. Junsu sialan.'
( Online )
Kegembiraan Yunho sirna. 'Tidak jadi?'
( Mengetik )
'Oh!'
( Online )
'Hah...'
( Mengetik )
( Online )
( Mengetik )
( Online )
.
.
.
.
.
Di tempat lain.
Jaejoong mengetik sesuatu di layar chatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
5 Years M-Contract
FanfictionKim Jaejoong dan Jung Yunho, 2 orang mahasiswa yang sama-sama miskin, berbagi rumah demi berjuang dalam kesulitan hidup mereka.
