Pawat punya pacar

666 30 3
                                        

Seperti biasa, Nanon bangun lebih awal dari Ohm. Badannya terasa remuk setelah tadi malam karena Nanon tak ingin berhenti walaupun lelah sudah dia rasakan tapi dia tetap lanjut sampai mereka tak lagi bisa bergerak dan tertidur tanpa sehelai benangpun.

Nanon menutup tubuh Ohm yang sebelumnya menampakkan pantatnya. Dia sempat memutar memori tadi malam dan menggigit bibirnya yang memang terasa sedikit bengkak karena ciuman Ohm. Senyum tipis hadir diantara pikirannya yang memutar adegan tadi malam. Ia segera bangun dan mengambil handuk. Mandi pagi untuk membersihkan diri.

Setelah Nanon mandi, tak tau ingin berbuat apa Nanon menghampiri ibu yang masih di dapur. Hari ini Aldo dan Alda libur. Ibu tidak akan pergi ke sekolah seperti biasa. Nanon duduk di kursi dekat dengan ibu yang sedang memasak. Tapi ternyata masih sulit duduk akibat kegiatannya tadi malam. Ibu melihat Nanon yang tadinya akan duduk malah berdiri.

"Kenapa Non?"

"Ada yang bisa aku bantu gak bu?"

"Duduk aja dulu Non. Bantu ibu kupas wortel gitu?"

"Iya bu." Ibu meletakkan wortel dan pisau dengan tempatnya didepan Nanon. Nanon yang memaksa duduk dan masih terasa nyeri, sedikit meringis.

"Kenapa Non? Sakit? Udah diobati?"

"Hah, nggak bu. Nggak sakit. Gak kenapa-kenapa." Ibu hanya tersenyum padanya. Sambil ia mulai mengupas wortel, ibu berhenti dari kegiatannya. Duduk didepan Nanon.

"Ibu denger loh kalian tadi malam ngapain." Nanon menghentikan kegiatannya. Kaget, tentu saja. Apa maksud ibu mendengar? Apa yang ibu dengar? Tidak mungkin kan ibu dengar kami berdua sex? Nanon pun memastikan. Karna ibu hanya tersenyum saat berkata seperti itu. Aneh saja jika seorang ibu tau anaknya sex bebas harusnya si ibu marah kan?

"Maksud ibu apa ya bu?" Nanon terlihat gugup. Dia sedikit takut.

"Nanon sama Pawat pacaran?" Duarr,, kaget. Bingung. Apa yang harus Nanon katakan. Ibu melihat Nanon gelisah dan tak nyaman dengan pertanyaan yang dirinya lontarkan. "Ibu ga apa sih kalau kalau kalian sebenarnya pacaran. Ibu malah senang."

"Hah?" Tidak pernah ia sangka ibu berkata seperti itu. "Maksud ibu Nanon sama Paw? Pacaran?" Ibu mengangguk masih dengan senyum.

"Eh jangan bilang kalian gak pacaran? Tapi semalam ibu liat dan denger loh. Kalian kayak gitu tapi gak pacaran?" Semakin bingung Nanon karna sekarang ibu terlihat kecewa dan sedikit marah diwajahnya.

"Nanon sama Pawat gak apa bu kalau pacaran?"

"Yaa gak apa lah Non, Ibu setuju. Kamu jadi anak Ibu beneran jadinya, ehh mantu ibu, hehehe duuh senengnya." Nanon ikut tersenyum, tak disangkanya ibu bukan marah karna anaknya pacaran dengan cowok tapi marah jika mereka tidak pacaran. "Pacaran kan? kalian?" Tanyanya memastikan. Nanon jawab dengan anggukan. Dan ibu tersenyum dengan bahagia.

"Ibu harus masak banyak, yang enak-enak,"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ibu harus masak banyak, yang enak-enak,"

"Biasanya juga banyak sama enak-enak bu!"

"Iya yaa,,, Ahh mungkin kita harus piknik?"

Rainbow MistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang