"Kak Nanon. Kakak ada rekomendasi buku komunikasi bisnis gak. Aku ada tugas banyak. Butuh banyak refrensi juga. Kakak punya?" Piploy menghampiri Nanon ketika ia menuju kantin menyusul temannya yang lain. Karena ada sedikit obrolan dengan dosen membuatnya telat untuk kekantin bersama yang lain.
"Gue biasanya ke perpustakaan ploy."
"Boleh bantuin ga kak?"
"Gue laper belom makan."
"Oohh. Aku ikut kak ya? Mau makan juga."
"Terserah," Nanon sampai di meja tempat biasa mereka duduk. Dan Piploy mengikutinya.
"Ehh ploy,"
"Hy kak Ohm. Aku boleh gabung kan?"
"Boleh. Sini duduk sini!" Ohm menggeser tempat duduknya dan ploy duduk disampingnya. Racha dan View risih dengan tindakan Piploy.
"Ga apa, biar gue aja yang bayarin." Ohm menuju ibu pemilik kantin dan membayar semuanya.
"Kak, bantuin aku ya ngerjain tugasnya? Aku ga terlalu paham."
"Ga paham gimana Ploy. Pasti udah dijelasin kan tentang tugasnya gimana. Itu memangnya bukan tugas kelompok?"
"Bukan. Tugas individu."
"Lo punya tugas ya?" Ohm kembali setelah membayar.
"Nah, sama Ohm aja ploy!" View yang tadinya malas bersuara, kini memberi saran.
"Aku gak mau ngerepotin kak ohm."
"Ehh gue gak ngerasa direpotin kok. Kapan tugasnya dikumpul?"
"Lusa kak."
"Bisa kok gue. Nanti gue chat yaa."
"Eee iya kak. Makasih kak" ploy tersenyum. "Ohh iya aku ke kelas dulu ya kakak. Makasih traktirannya." Ploy pergi dari sana. Ohm masih dengan senyum memandangnya.
"Pffft lo jangan gitu lah Cha."
"Ya lo liat aja Chi, dia mo caper sama siapa yang kegaet siapa."
"Ehh itu siapa. Ngeliat kesini. Ehh dia kesini" View menepuk tangan Racha. Semuanya menoleh.
"Kak Dew?" Panggil Nanon.
"Ahh bener, Nanon kan? Haii.."
"Kok ada disini?"
"Kakak mampir aja. Keinget kamu."
"Fakultas kakak kan jauh. Duduk dulu kak. Ohh iya sampe lupa. Ini kak Dew."
"Hallo. Gue Dew." Mereka menyambut dengan sapaan. "Kakak tadinya ragu, kamu nanon atau bukan. Terus kakak liat Racha. Ehh beneran kamu ternyata. Iya kan?"
"Yaa iya kak. Gue Nanon." Dew menatap nanon tanpa berkedip. "Kenapa kak? Ada yang aneh ya?"
"Nggak. Ee Racha, adek lo yang imut manis itu kemana?"
"Hah?" Bukan Racha yang bersuara tapi Nanon.
"Ooohh ya ini kak. Nanon."
Dew tertawa dan menutup mulutnya "Beneran ga sih ini Nanon yang gue tabrak terus mewek karna eskrimnya jatoh dan loncat-loncat pas main boneka capit?"
"Bukan gue kak." Jawab nanon kesal.
"Oke kalau gitu gue mau kenal. Kenalan maksudnya. Gue Dew." Masih tersenyum Dew mengangkat tangannya. Nanon menyambut tangannya dan menggoyangkan.
"Nama. Lo lupa nyebutin nama."
"Apa sih kak kan udah kenal."
"Ohh ya? Berarti bener dong ini Nanon adek kecil kemaren. Mau es krim gak dek. Kakak beliin deh." Ledeknya menepuk kepala Nanon yang langsung ditepis olehnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rainbow Mist
Romance⚠️BXB WARNING⚠️ ⚠️OHMNANON⚠️ ⚠️21+⚠️ Nanon yang tiba-tiba memutuskan liburan seorang diri bertemu dengan Ohm Pawat yang selalu jadi topik pembahasan anak-anak dikelasnya. Ohm Pawat yang merindukan orang tuanya di desa, akan berkunjung liburan kali i...
