Cerita Sama Ibu

337 20 1
                                        

Setelah menceritakan bahwa ibu adalah ibu kandung Ohm, sambil mengobrol bersama bapak dan kedua adik Ohm di ruang tamu, ibu kemudian memanggil mereka semua untuk makan bersama. Tentu saja Ohm tak menceritakan semuanya, hanya sekedar Ohm diangkat sebagai anak oleh bundanya karna sang bunda tidak memiliki anak.

Racha dan View membantu ibu mengangkat beberapa lauk yang sudah ibu siapkan. Mereka akan membawanya ke ruangan yang lebih besar tanpa meja agar bisa makan bersama.

Nanon menghampiri ibu yang masih menyusun lauk didapur. Ia memeluknya lagi. Karna tadi didepan teman-temannya ia tak bisa jujur betapa ia rindu akan pelukan ibu Ohm.

"Aku kangen ibu. Aku pikir ga bisa lagi ketemu ibu. Aku belum puas peluk ibu tadi, malu." Ibu memeluk tubuh Nanon dan mengelus rambutnya.

"Nginap disini kan malam ini? Katanya kalian mau ke pantai, kalau malam ini kita cerita sebentar, nanon mau?"

"Mau ibu. Nanti abis makan ayo kita jalan keluar sebentar bu. Aku malu kalau manja gini sama ibu depan yang lain." Masih mendekap ibu, View dan Racha kedapur mengambil makanan yang masih belum tersusun. Nanon melepas pelukannya. Melihat adegan nanon yang memeluk ibu seperti tak ingin lepas membuat View bertanya.

"Cha, anak ibu itu Ohm atau Nanon sih. Lo liat yang dipeluk cuma nanon sedangkan Ohm ga ada dipeluk ibunya."

"Itu karna nanon dekat sama ibu ohm Vi." Sungguh jawaban yang tak memuaskan, pikir View.

Setelah semua selesai dengan santapan malamnya dan mengobrol kembali diruang tamu, nanon dan ibu berjalan keluar rumah.

"Ohm, ibu sama Nanon memang deket ya?" Tanya Chimon. "Lo aja yang anaknya gue liat ga sedeket itu. Jangan-jangan nanon anak sebenarnya. Lo cuma ngaku-ngaku."

"Ibu gue itu. Nanon aja yang ngaku-ngaku. Lagi kangen mungkin mereka, biarin aja lah."

"Atau jangan-jangan mau dijadiin mantu."

"Anjir gila lo. Gue cowok sialan chimon."

"Ehh gue ga ada bilang elo ya sat, maksud gue adek lo tuh. Dia keliatan suka sama nanon."

"Ga boleh. Adek gue masih kecil."

"Yaa sepuluh tahun lagi bisa lah Ohm. Hahaha" Ohm mendorong pundak chimon dan ditangkap oleh Perth.

"Ohm"

"Cuma pelan Perth lu lebay."

"Abaaang ayok main." Aldo memanggil Ohm dan Perth serta Chimon mengikuti. Sedangkan Alda bersama View dan Racha.

***

"Nanon sekarang ganteng ya. Ibu tadi liatnya kayak orang baru."

"Gantengan gini gak bu?"

"Kamu gimanapun tetep ganteng. Dan manis." Nanon tersenyum.

"Ibu aku mau minta maaf, aku gak ada ngehubungin ibu. Padahal aku kadang kangen bu, pernah mimpi ketemu ibu. Maaf ya bu"

"Ga apa. Tapi ibu mau tanya, terakhir kata Paw kamu ga hilang, ga ada kabar. Ibu tau kamu pindah, tapi sekarang sama-sama Paw lagi."

"Aku ga tau Ohm ehh maksud Nanon Paw tuh kampusnya di UGMM. Kita kebetulan satu kampus, satu fakultas dan satu kelas."

"Hmm takdir dong ya" ibu tertawa menggoda Nanon. "Balikan gak?"

"Hah?"

"Ya kalian dulu kan putus."

"Nggak bu. Temenan aja." Nanon tersenyum.

"Kamu masih suka sama Paw, non?" Nanon tak menjawab. Dia hanya tersenyum pada ibu. "Oohh masiih," ucap ibu kemudian.

Rainbow MistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang