Anak Bunda Lagi Sakit

540 27 6
                                        

Tok Tok

"Nan, udah jam sembilan"

Nanon membuka matanya karena samar mendengar panggilan Racha. Saat membuka mata ia melihat Ohm yang berada di selimut yang sama memeluk selimut dengan erat. Mengingat apa yang membuat lelaki itu berada disampingnya, ia memutar kembali memori tadi malam.

Nanon tersenyum, menatap ohm dan menyentuh rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Tapi ia rasa kulit ohm panas. Nanon menyentuh keningnya, pipinya lehernya. Sangat panas. Ohm sedang demam. Nanon mencari termometer dilacinya dan menyelipkannya dimulut ohm.

 Nanon mencari termometer dilacinya dan menyelipkannya dimulut ohm

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Demamnya tinggi. Nanon menggunakan baju kebesarannya dan keluar dari kamar, menemui racha yang sudah siap untuk ke kampus.

"Cha, ohm demam. Gue sama dia ga bisa ngampus. Lo pergi sendiri ya."

"Demam? Gue ada beli bubur tadi, ini lo tinggal panasin. Jangan lupa suruh dia minum obat."

"Hmm gue kompres aja dulu ya?"

"Suruh makan dulu. Kalau dia ga mau lo bujuk abis tuh minum obat. Kalau abis itu lo mau kompres, siapin aja. Gue tinggal ga apa kan?"

"Ga apa. Ga mungkin kita bertiga bolos. Kasi tau yang lain ya ohm demam, gue yang rawat jadi ga bisa ngampus. Ga ada juga yang rawat dia kalo pulang ke kost. Biarin disini dulu lah."

"Hmm gue mau tanya. Lo ngapain semalam sama dia?"

"Apa? Ngapain? Ga ngapa-ngapain cha"

"Kalian berisik semalam. Lo ga usah pura-pura sama gue nan. Mana sini gue liat badan lo. Pantat lo sakit? Mau obat?"

"Apaan. Ga sakit elah cha, udah ahh gue mau panasin buburnya. Kasian ohm tuh mau minum obat" nanon menyiapkan panci dan menuang bubur putih dari trmpat yang masih terpisah dari topingnya.

"Ehh masa sih nan. Gue kedenger ya lo berdua tadi malam, masa ga terjadi apa-apa." Nanon hanya mengangkat bahu tak perduli dengan pertanyaan racha. Bukan racha kepo tapi ia khawatir jika pantat sahabatnya itu sakit tapi tidak diobati. Racha menyingkap baju Nanon dan refleks nanon menghindar.

"Napa sih cha,"

"Gue ga percaya lo ga ngapa-ngapain. Semalam terlalu kuat suara lo berdua. Masih ngelak aja lo?"

"Ck. Iya iya, gue sex sama dia."

"Kalu sakit, obatin. Jangan di biarin."

"Ohh iya. Obat itu mana?"

"Ada di laci. Mau gue bantu olesin salepnya?"

Rainbow MistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang