Yang Pertama

847 32 14
                                        

Mereka masuk ke villa dan Nanon menarik handuknya keluar dari tas. Ia segera mengguyur tubuhnya yang saat itu mabuk dan sedikit horny. Ohm hanya tersenyum geleng-geleng melihat Nanon yang terburu-buru. 

Nanon membasahi tubuhnya, berpikir mengapa ia sampai horny melihat dua laki-laki berciuman. Bukannya jijik atau merasa tak suka. Dan ia jujur saat itu membayangkan jika dia yang berada pada posisi disentuh dan dicium. Dia suka. Ada sedikit menyesal mengapa ia pergi disaat dia akan melihat tontonan yang menggiurkan? Bagaimana jadinya jika dia sedikit lebih lama disana. Apa yang akan dua orang itu lakukan berikutnya?

Nanon memegang batang yang sempat mengeras dan sedikit lemas saat ia mengguyur air pada tubuhnya. Jika perkiraannya benar, apakah dia sebenarnya penyuka sesama? Nanon belum pernah menyukai seorang wanita atau bernafsu pada wanita. Sedangkan di kota, pakaian minim menjadi pandangan sehari-hari.

"Cantik" gema suara saat Ohm merapikan wig yang Nanon pakai terngiang ditelinga Nanon. Ya, Nanon pernah menyukai seseorang tapi bukan wanita. Saat gadis-gadis di kelasnya berteriak karena seorang Ohm Pawat yang melintas di kelas mereka, Nanon juga menyukainya, melirik kearah pintu dan tersenyum memandangnya. Ohm bahkan bersinar saat Nanon melihat padanya. Dan entah mengapa saat ini ia berada ditempat yang sama dengan Ohm.

Nanon menyadari dan mengakui seksualitasnya saat itu. Menerima dirinya apa adanya. Maka ia sudah cukup dengan pikirannya sendiri dari kamar mandi.

"Lama amat lu, coli ya?" Ohm yang menunggu giliran untuk mandi, menunggu tepat di pintu kamar mandi. Nanon menggeleng dan segera pergi. Membaringkan tubuhnya pada tempat tidur. Masih bermonolog dengan dirinya sendiri dalam diam. Beberapa hari ini Nanon tidur bersama Ohm dan dia tidak merasakan apapun. Harusnya tidak masalah dan tidak akan ketahuan tentang seksualitasnya.

"Non lu ga apa-apa kan?" Ohm masuk dengan rambutnya yang basah dan tanpa baju. Nanon yang awalnya menghadap lain, terpanggil karena suara Ohm. Cepat dia membuang pandangan.

"Lu pake baju dulu lah!"

"Kenapa sih. Gua bawa baju dikit. Mau tidur begini aja udah. Kenapa sih lu?"

"Ngantuk." ucap Nanon singkat. Sebaiknya dia cepat tidur. Menutup tubuh dengan selimut. Ohm berbaring disampingnya dengan berbantal lengan.

"Heehhh... Non, gue belum ngangtuk. Abis mandi jadi seger gini. Ngobrol yok?" Nanon tak menjawab. "Huh, tidur ya lo? Tadi kenapa lari-lari sih Non. Lu lagi liat orang sex ya sampe horny gitu?" Nanon bergerak dan Ohm tau temannya belum tertidur.

"Lu pernah sex gak?" Nanon diam. "Gua udah Non, udah pernah. Dua kali malah. Lu harus rasain Non sensasinya. Meluk tubuh cewek, ciumin dia, hisap-hisap susunya, buka celana dia. Lu harus tau sensasi itu soalnya gua yakin lu belum pernah." Nanon mendengar, setiap kata yang Ohm ucapkan, bahkan terbayang. Tapi bukan membayangkan wanita. Dia membayangkan Ohm. Nanon mulai gelisah. Karena bagian selatannya tegak kembali hanya mendengar cerita dari Ohm.

"Lu jawab lah Non, pasti gak pernah kan? haha ahh sial. Punya gue tegang gini jadinya ingat mantan di kasur." Ohm mengatur nafasnya untuk menenangkan batang yang sedikit berdenyut. "Kalau lu cewek Non mungkin sekarang udah habis lu sama gue." Mendengar itu Nanon duduk dan menghadap Ohm.

"Maksud lu apa? Kalau gue cewek mau lu perkosa? Gitu?"

"Ya nggak lah Non. Dirayu dulu. Biar sama-sama mau." Ohm juga duduk. Menyentuh tangan Nanon dan mengelusnya hingga lengan atas. "Kayak gini Non."

Nanon risih, gelisah tapi tak ingin menghentikan sentuhan Ohm yang lembut pada kulitnya. Darahnya seakan ikut naik bersama gerakan tangan Ohm. Tangan satunya naik dan mengelus pipi Nanon. Menyentuh wajahnya dengan lembut dan menekan jempolnya pada lekungan pipi yang selalu manis. Ohm tersenyum, pipi Nanon yang lembut dan lesung pipi yang selama ini hanya ia pandang ternyata bisa dia sentuh. Ohm senang menyentuh Nanon sedangkan Nanon yang disentuh, detak jantungnya tak lagi teratur.

Nanon tiba-tiba mencium Ohm, hanya sebentar. Hanya menjemput bibir bawah Ohm. Yang dicium hanya kaget. 

"Non?"

"Gua kemakan rayuan lo. Terus gimana?" Ohm memandang wajah Nanon. Saat ini mereka sedang dilanda hawa nafsu yang tinggi. Nanon begitu menggairahkan, tidak tau apakah karna alkohol atau karena memang Nanon terlihat menginginkannya, Ohm mencium Nanon dengan nafsu yang ditahan. Hanya menciumnya pelan, melumat bibirnya.

Ohm tau saat ini dia salah, tapi dia juga tau Nanon menginginkannya. Dia akan memberikan apa yang Nanon inginkan. Ohm menciumnya sampai mereka berdua kehabisan nafas dan terengah-engah. Nanon berada dibawah Ohm. Entah sejak kapan posisi mereka seperti ini. Ohm menjauh beberapa senti dari bibir Nanon, untuk mengamati wajah temannya itu.

Mereka diam beberapa saat. Tau itu salah, hanya saja tak ada satu orangpun yang yang berniat menghentikan kegiatan mereka malam itu.

"Ajarin gue. Habis lu ciuman, lu ngapain aja?" Nanon memberanikan diri. Dia sudah tak perduli, dia ingin lebih. Persetan dengan rasa malu. Persetan dengan kata teman. Ingin sekali dia menyentuh semua tubuh Ohm. Mendengar itu Ohm tersenyum miring. Dia kembali mencium Nanon dengan lebih bernafsu. Nanon mengalungkan lengannya pada Ohm. Tangannya menjamah setiap helai ramput belakangnya. Membuat Ohm semakin berani menyibak baju Nanon dan menyentuh kulit perutnya. 

Bibir bergumul hebat, Ingin sekali Ohm membuka bajunya agar bisa bertelanjang dada, agar bisa menjamah semuanya. Nanon seakan tau, dia membalik posisi Ohm berada dibawahnya. Dia membuka baju dan melemparkannya sembarang. 

Malam itu, dua orang laki-laki bergumul tanpa memikirkan apa yang terjadi selanjutnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam itu, dua orang laki-laki bergumul tanpa memikirkan apa yang terjadi selanjutnya. Hanya nafsu yang menguasai keduanya. Tanpa paksaan dan mereka tersenyum sebelum terlelap dalam mimpi karena terlalu letih.

Ini pertama kalinya Nanon berciuman. Pertama kalinya Nanon menyentuh setiap lekukan tubuh Ohm. Pertama kalinya Nanon mengeluarkan hasratnya. Pertama kalinya ia digagahi oleh orang yang diam-diam ia kagumi, dan orang yang baru satu minggu ini menjadi temannya. Pertama kali berteman. Apa masih bisa disebut teman setelah semua ini?

Rainbow MistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang