⚠️BXB WARNING⚠️
⚠️OHMNANON⚠️
⚠️21+⚠️
Nanon yang tiba-tiba memutuskan liburan seorang diri bertemu dengan Ohm Pawat yang selalu jadi topik pembahasan anak-anak dikelasnya.
Ohm Pawat yang merindukan orang tuanya di desa, akan berkunjung liburan kali i...
Waktu berjalan, kini mereka sudah berada di semester empat. Masih dalam lingkaran pertemanan yang sama, hanya kesibukan lain yang berbeda.
Nanon sekarang menjadi anggota BEM kampus. Begitu juga dengan Racha. Kesibukan juga membuat keduanya tak sering ikut berkumpul bersama yang lainnya.
Ohm pindah dari kost sebelumnya dan menempati cafe milik sepupunya yang baru buka lima bulan terakhir. Keponakan dari papanya itu membuka usaha cafe di dekat UGMM. Karna ada kamar kosong dilantai atas cafe, sang pemilik meminta Ohm untuk menempati. Tak perlu berkendara untuk menuju kampus, maka Ohm menyetujuinya dan ia sesekali membantu di cafe.
View mengikuti organisasi kesenian yang kampus miliki. Ternyata ia memiliki bakat dalam akting dan tari. Entahlah mengapa dia mengambil jurusan bisnis jika ia sebenarnya berbakat di bidang lain.
Chimon kini sudah memiliki seorang pacar. Lope menjadi kekasihnya selama setahun ini. Usaha chimon untuk membuat Lope jatuh hati padanya ternyata sukses.
Awalnya hubungan yang manis diantara mereka, tapi tak ada pertengkaran, tak ada rasa cemburu membuat hubungan mereka datar tak berirama. Harusnya itu baik bagi keduanya, namun hambar. Tak ada alasan untuk berpisah karna jika ditanya keduanya apakah masih memiliki rasa, jawabannya masih tetap sama. Chimon yang menyukai Lope dan begitu sebaliknya.
Jika suatu saat mereka canggung dan tak tau akan bagaimana, maka bibir yang bertemu adalah jawaban untuk segalanya. Setelahnya mereka seperti biasa.
Perth masih menjadi orang yang paling dekat dengan Chimon. Dengan tulus ia mendukung chimon bersama Lope walaupun hatinya tak ingin. Hanya saja diawal-awal Chimon dan Lope jadian, Perth merasa kehilangan. Ia beberapa kali ke cafe Onbi hanya untuk bergaul dengan orang lain dan minum alkohol. Terkadang Nanon juga ikut dengannya.
Jika ada yang mendekati saat di cafe Onbi, mereka jujur pada orang itu bahwa ada yang mereka suka. Ada yang menjadikan mereka teman dan ada juga yang membenci karena ditolak.
Ohm pada Nanon, mereka berteman selayaknya teman biasa. Bagaimana bisa? Ohm yang sudah terbiasa memiliki mantan dan berteman dengan mereka dan Nanon yang sangat pandai menyembunyikan perasaannya membuat keduanya terlihat normal.
Hanya terlihat dari luarnya saja. Jika ada masa-masa mereka berdua, keduanya akan canggung. Mencoba menghindar sebisa mungkin agar mereka tetap dijalurnya. Tak ada panggilan 'paw' atau 'non' terdengar lagi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nih" chimon memberikan coklat pada Ohm.
"Baek banget lu kasi gua coklat chi. Bukan hari valentine loh ini"
"Siapa bilang gue ngasi elo. Tuh dari sana," Chimon menunjuk pada Pri, Lope dan Prim. Ohm melihat kearah yang ditunjuk chimon. Pri melambaikan tangan padanya. Ohm kembali mengalihkan pandangan.
"Ga berubah ya tu orang. Apa coba yang dia suka dari lo" ucap View. Mereka saat ini sedang duduk dimeja yang biasa mereka tempati di kantin kampus.
"Anaknya masih berharap tuh, abis putus dari dia kan lo ga pernah deket sama cewek." Perth mengambil coklat itu dan memakannya. "Lagian gue juga heran. Awal lo di kampus kayaknya semua cewek mau lo pacarin. Gitu udah putus sama Pri lonya malah tobat."
"Udah males gue. Mau cari yang bener serius aja. Main-mainnya udah."
"Beneran tobat nih anak" Chimon ikut menikmati coklat pemberian Pri. "Kalau mau cari serius balikan aja sama Pri, dia udah lama gitu sukanya sama lo. Kurang serius apa coba?" Ohm hanya menjawab dengan gelengan.
"Nih Racha sama Nanon lama amat. Keburu kelas mulai ini!" _View
"Masih satu jam Vi, nah tuh dia udah muncul." _Chimon
"Sorry lama. Ada kerjaan sebentar." _Nanon
"Ribet banget lo bedua, masuk Bem nambahin kerjaan aja." _Perth
"Banyak untungnya nanti. Lagian kita juga nikmatin kok." _Racha
"Cha, mau pesan apa?"
"Samain aja Nan."
"Oke."
"Cha, duduk sini. Gua mau cerita." View menarik racha untuk duduk disampingnya.
Nanon kembali dengan dua gelas es dan diikuti ibu kantin yang membawa dua piring nasi goreng ditangannya. Nanon duduk disamping Ohm, karna memang itu kursi yang tersedia. Racha dan View masih asik menceritakan brand terbaru yang masuk di kalangan artis. Dari barang-barang fashion, obrolan mereka mengarah pada rencana magang.
"Gue pengen nanti nyobain di perusahaan yang ngeluarin barang fashion Cha."
"Bagus kok itu sapa tau lo nangi punya brand sendiri."
"Idih gitu-gitu juga pake modal ya. Modal dari mana."
"Kerja dulu lah abis kuliah."
"Amiin aja lah. Lo magang dimana?" Racha mengangkat bahu. Karna ia juga tak tau, dia hanya tau dimana nanon berada dia akan ikut.
"Lo rencananya dimana Nan?" Tanya ohm pada nanon.
"Punya ayah mungkin. Lo?"
"Gue disuruh cari diluar, belum keliatan mau dimana. Lo dimana Chi, Perth?
"Masih lama loh kalian udah bahas magang aja."
"Tahun depan loh Perth"_Ohm
"Kan hanya rencana dulu."_View
"Ohh iya gimana masalah bem lo nan?"
"Biasa aja. Kenapa perth?"
"Penggemar lo makin banyak. Ada dari fakultas lain kan? Kemaren gue liat cewek pada teriak gitu lo lewat."
Plak
"Ngehina gue lo ya. Gue Bem fakultas ini. Ya gue ketemunya banyakan anak fakultas kita lah."
"Hehehe. Malam nanti jadi kan tempat biasa. Gue ga mau aja lo alasannya urusan bem lagi. Akhirnya gue pergi sendiri."
"Kemana sih kalian. Ga pernah boleh kita ikut."_View
"Cha, lo mo ikut?" Tanya perth pada racha. Ia menggeleng. "Chi, lo mau ikut?" Chimon juga menggeleng. "Nah ga ada yang mau. Gue sama nanon lah.
"Yaaa lo ga ajak gue atau Ohm. Lagian kemana sih? Bar gitu ya?"
"Dari dulu kalian berdua terus pergi. Kitanya nanya dimana lo ga pernah mau bilang." Ohm bicara pada Perth, ingin sekali ia tau. Bahkan ada pikirannya mengira-ngira apakah nanon dan perth punya hubungan lebih dari teman.
"Chi, lo tau mereka kemana?" Tanya View.
"Ga tau. Palingan Perth pulangnya mabok tuh. Males ikut gue." Bukan karna itu, ia tau perth pergi ke tempat yang isinya lingkaran lgbtq. Segala macam alasan penolakan jika ia diajak pergi.
"Gimana chimon bisa tau, gue ajak aja dia selalu mau ngedate sama lope. Ya udah sama nanon aja."
"Kenapa ga sama gue?"_Ohm
"Yaa gue ga enak lo pasti sibuk di cafe abang lo."
"Kenapa ga ke cafe abang gue kalau gitu."
"Ga bisa cuci mata hahaha"
"Heh. Padahal banyak cewek ya yang ke cafe abang gue." Justru itu Ohm, cowoknya dikit.
"Palingan cuma mau liat lo. Gimana Nan, jadi kan ntar malam?"