Wisuda

830 42 25
                                        

Empat bulan kemudian

"Satu dua tiga, Yeeee..." Satu angkatan berbaju wisuda dengan list kuning melemparkan toga keatas bersama-sama. Mereka kini telah lulus kuliah. Tak ada satupun dari keenamnya yang menunda wisudanya.

Dihalaman kampus mereka yang sangat luas, disana berkumpul dengan orang tua mereka. Suasana bahagia terasa disana. Chimon dan Perth yang sedang berbincang dengan orang tua mereka, View yang sedang berfoto dengan adik-adiknya, serta Ohm, Nanon dan Racha yang meminta kameramen memfoto ketiganya.

"Lo jangan lompat-lompat Cha," ucap Nanon pada Racha yang saat itu menggandeng keduanya untuk berfoto, berpindah gaya dan tak bisa diam. "Nanti lo malah capek. Kita kan mau party ntar. Ck diem napa cha"

"Ish, cerewet. Liatlah dek, papamu jahat banget ngomelin kita." Ucap Racha mengusap perutnya. Perut Racha kini sudah mulai membentuk, dan bayi yang ada didalamnya selalu rutin diperiksa. Memang sepertinya saat usg bayi didalam tak berhenti bergerak.

"Ya udah kita sama ayah aja ya dek. Ga suka ngomel kayak papamu." Racha melepas lengan Nanon dan menggandeng Ohm. Nanon memisahkan keduanya, menarik Ohm kesisinya.

"Ganjen lu!" Katanya pada Racha. Ohm tertawa melihat perdebatan keduanya.

"Yeee posesif amat."

"Heh kalo lo bilang gue posesif, ni orang lebih parah. Bilangnya apa coba, rajanya posesif?" Nanon menunjuk pada Ohm.

"Kok malah aku sih Non, wajar laah kalau cemburu. Susah banget ngejaganya, saingan gue cewek cowok."

"Lo berlebihan. Orang minta foto sama-sama aja lo ngambek. Dek jangan ikutin sifat ayahmu yaa," Nanon membungkuk menyetarakan dirinya dengan perut Racha.

"Kak Nanon,," teriak seorang gadis berlari kearahnya. Dia Alda adik dari Ohm. Dibelakangnya menyusul Aldo, ibu dan bapak. Nanon merentangkan tangan menyambut Alda yang berlari kearahnya.

"Yee ni bocah, bukannya meluk abangnya sendiri. Heeehh ngapain lu bocil,, sana-sana!" Alda mencium pipi Nanon segera dipisahkan oleh Ohm.

"Paw, selamat yaa. Udah wisuda anak ibu. Nanon juga yaa, ee Racha kan? Selamat ya." Ibu mengucapkan selamat pada mereka.

"Makasih ibu," Nanon yang langsung memeluk ibu Ohm dan bapak memeluk Ohm, menepuk pundak Ohm dengan bangga.

"Bundamu mana?"

"Bentar lagi mungkin datang bu." Ayah dan ibu tiri Nanon datang bersama dengan Nonnie dalam gendongan ayahnya.

"Ayah," Nanon memeluk ayahnya.

"Selamat yaa, kamu juga Ohm."

"Ohh iya ayah belum pernah ketemu ya, ini orang tua Ohm dari Bidaya."

"Akhirnya ketemu sama ibu Ohm." Mereka berkenalan, tak lama setelahnya papa dan bunda Ohm datang memberi selamat pada Ohm, Racha dan Nanon. Sedikit canggung mereka berinteraksi karna sebelumnya tak menyetujui hubungan OhmNanon.

Semua orang tua berbincang bersama, dan adik-adiknya bermain kejar-kejaran. Racha melihat setiap orang dan tersenyum.

"Dek, ini nanti akan jadi keluarga kamu. Kamu punya tiga orang kakek dan tiga orang nenek. Ehh tambah satu nenek yang jauh dari sini. Kamu seneng kan dek?" Racha berucap pelan pada anak yang dikandungnya.

"Kenapa Cha?" Tegur Ohm.

"Nggak, gue ngerasa punya orang tua yang dateng pas wisuda ini. Anggap aja salah satu pasangan itu orang tua gue. Minjem."

"Haha ada-ada aja. Orang tua malah minjem. Ortu kita ya ortu lo juga Cha." Nanon yang ikut mendengar juga mengangguk menyetujui ucapan Ohm. Racha tersenyum melihat mereka bergantian.

Rainbow MistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang