Nungguin Ayang Pulang

585 24 15
                                        


Tw 🔞

Tw 🔞

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pintu apartement terbuka memperlihatkan ohm pawat dengan gaya santainya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pintu apartement terbuka memperlihatkan ohm pawat dengan gaya santainya.

"Ngapain sih ohm tengah malam gini lu ganggu gue tidur"

"Nanon udah pulang belum?" Racha yang memang langsung keluar dari kamarnya tak melihat ada nanon disana, dan terlihat juga kamar yang sepertinya tak ada penghuni.

"Belum tuh."

"Ck lama amat sih dia. Gue masuk ya!" Ohm masuk ke apart dan duduk di sofa.

"Lo mau nungguin nanon pulang?"

"Iya. Gue tidur sini lagi ya cha. Lo kalau mau tidur, duluan deh ga usah nemenin gue."

"Yakin nih?" Ohm mengangguk. "Gue mo lanjut tidur. Perlu apa-apa lo bikin sendiri ya."

"Gampang lah itu." Racha meninggalkan ohm disofa dan pergi tidur menutup kamarnya.

Ohm hanya bermain game di hapenya setelah membuat kopi dalam gelas kecil. Setengah jam waktu berlalu dan cuaca terasa sedikit lebih dingin. Ia pergi ke kamar nanon yang memang terbuka setengah mencari selimut untuk membungkusnya sambil menunggu.

Saat mencari selimut atau kain apapun, ohm berenti pada rak buku kecil disebelah lemari kamar. Mengintip sedikit buku-buku yang ada disana. Awalnya hanya terlihat buku kampus dan lainnya, tapi setelah ia melihat lebih bawah, buku-buku itu judulnya terasa aneh. Karena penasaran, ia buka beberapa buku yang rata-rata tentang seksualitas dan LGBTq.

Untuk mencerna apa yang ia lihat, ohm mengemas buku itu dan mengambil selimut yang nanon lipat dikasurnya, membawanya keluar untuk membungkus dirinya dan termenung.

"Jadi ini alasan lo ga pacaran sama racha, tidur bareng tapi ga terjadi apa-apa? Lo suka cowok nan?" Ohm hanya bicara sendiri dari kesimpulan yang ia dapatkan. Awalnya raut wajah ohm terlihat bingung, ia mengetatkan pelukan selimut. Namun senyuman perlahan muncul di bibirnya.

Rainbow MistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang